Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bendera Daerah Bermunculan, Pengamat Sebut Sinyal Kekecewaan Masyarakat

S
Penulis: Silvina❯
Direktur Eksekutif JMI Islah Bahrawi, pengamat yang menyebut munculnya bendera daerah sebagai sinyak kekecewaaan masyarakat. (DOK PONTIANAK POST)
Direktur Eksekutif JMI Islah Bahrawi, pengamat yang menyebut munculnya bendera daerah sebagai sinyak kekecewaaan masyarakat. (DOK ANTARA)

Advertisement

 

PONTIANAK POST – Kemunculan bendera dan simbol daerah di Aceh, Papua, Kalimantan, hingga Maluku menjelang HUT ke-81 Republik Indonesia mendapat perhatian dari sejumlah pengamat.

Fenomena tersebut dinilai tidak cukup dilihat hanya dari simbol yang dikibarkan. Persoalan yang melatarbelakanginya juga perlu diperhatikan, terutama berkaitan dengan ketidakpuasan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah.

Advertisement

Direktur Eksekutif JMI Islah Bahrawi menilai kemunculan bendera bulan bintang di Aceh, Borneo Raya di Kalimantan, hingga bintang kejora di Papua merupakan sinyal kekecewaan masyarakat terhadap pemerintahan Prabowo.

Disebut sebagai Perlawanan Sunyi

Advertisement

Pengamat Heru Subagia akademisi UGM menyebut fenomena tersebut sebagai semacam perlawanan sunyi.

Menurutnya, ketidakpuasan masyarakat tidak semata-mata ditujukan kepada Indonesia. Persoalannya berkaitan dengan perilaku dan keberpihakan pemerintah yang dianggap belum memenuhi tuntutan keadilan sosial, ekonomi, pendidikan, dan hukum.

Pandangan tersebut membuat fenomena bendera daerah tidak hanya dilihat sebagai persoalan keamanan.

Di Kalimantan, misalnya, Borneo Raya disebut memiliki makna identitas budaya masyarakat adat Dayak. Namun, kemunculannya menjelang HUT ke-81 RI juga dikaitkan dengan persoalan ketimpangan pembangunan, tanah adat, pemerataan pekerjaan, dan kebijakan pemerintah.

Bukan Sekadar Persoalan Simbol

Persoalan Aceh juga memiliki latar berbeda. Ketua DPR Aceh menyebut bendera bulan bintang telah memiliki dasar dalam Kanun Aceh Nomor 3 Tahun 2013. Namun, pengibaran simbol tersebut masih menimbulkan persoalan karena belum ada kepastian dari pemerintah pusat mengenai implementasinya.

Sementara itu, aksi politik dan identitas di Papua dinilai aparat sebagai hal yang mendapat perhatian serius karena bersinggungan dengan isu keamanan dan kelompok prokemerdekaan.

Advertisement

Artikel Terkait

Bendera Daerah Berkibar, Sikap Aparat Tak Seragam: Aceh Dibubarkan, Borneo Raya Dibiarkan

Bendera Daerah Berkibar, Sikap Aparat Tak Seragam: Aceh Dibubarkan, Borneo Raya Dibiarkan

Di Aceh, TNI-Polri membubarkan massa yang mengibarkan bendera bulan bintang di halaman Masjid Raya Baiturrahman.

Bendera Daerah Muncul di Aceh, Papua, Kalimantan, dan Maluku Jelang HUT ke-81 RI, Ada Apa ?

Bendera Daerah Muncul di Aceh, Papua, Kalimantan, dan Maluku Jelang HUT ke-81 RI, Ada Apa ?

Fenomena bendera daerah terjadi di Aceh, Papua, Kalimantan, hingga Maluku jelang HUT RI. Kemunculannya berlatar belakang yang berbeda.

Cegah Karhutla, Polsek Sekayam Patroli ke Hutan dan Perkebunan Sambil Edukasi Warga

Cegah Karhutla, Polsek Sekayam Patroli ke Hutan dan Perkebunan Sambil Edukasi Warga

Polsek Sekayam memperkuat patroli dan edukasi warga untuk mencegah Karhutla di kawasan hutan, perkebunan, dan lahan rawan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer