Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Yusril Tegaskan Bukan Penulis Buku Islam ala Prabowo, Hanya Narasumber

B
Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra dalam "Ministerial Dialogue Layanan AHU Berdampak" di Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (31/8). (ANTARA/HO-Kemenko Kumham Imipas RI/pri).
Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra dalam "Ministerial Dialogue Layanan AHU Berdampak" di Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (31/8). (ANTARA/HO-Kemenko Kumham Imipas RI/pri).

Advertisement

PONTIANAK POST - Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra menegaskan dirinya bukan penulis buku Islam ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam. Ia menyebut keterlibatannya dalam buku tersebut hanya sebatas memberikan keterangan sebagai narasumber kepada tim penyusun.

“Saya tidak menulis buku itu. Saya hanya diwawancarai oleh tim penyusunnya," kata Yusril saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Advertisement

Yusril mengatakan dirinya juga tidak pernah dilibatkan dalam pembahasan judul, penggagasan, maupun pembiayaan penerbitan buku tersebut. Setelah wawancara dilakukan, ia mengaku tidak pernah menerima atau melihat transkrip maupun naskah hasil wawancara hingga buku diterbitkan.

Setelah membaca buku tersebut secara utuh, Yusril menilai sebagian besar keterangan yang disampaikannya dalam wawancara telah dituangkan dengan cukup baik oleh penyusun.

Ia menjelaskan wawancara itu dilakukan jauh sebelum dirinya dilantik sebagai menteri dalam Kabinet Merah Putih. Karena wawancara berlangsung cukup lama sebelumnya, Yusril mengaku tidak lagi mengingat siapa yang mewawancarainya.

Advertisement

Ia juga tidak mengetahui secara pasti apakah pewawancara tersebut merupakan bagian langsung dari tim penyusun buku. Terlebih, Yusril mengaku tidak mengenal pewawancara itu secara pribadi.

Yusril Siap Pertanggungjawabkan Pandangannya

Setelah membaca buku dari awal hingga akhir, Yusril mengatakan tidak menemukan persoalan mendasar dalam substansi yang disampaikan, terutama pada bagian yang bersumber dari wawancara dengannya.

Ia menilai pandangan yang disampaikannya dalam wawancara merupakan pendapat yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.

“Saya baru membaca buku itu secara utuh sampai selesai. Apa yang saya sampaikan dalam wawancara tersebut merupakan pandangan saya dan tentu dapat saya pertanggungjawabkan secara akademik,” tuturnya.

Mantan Menteri Sekretaris Negara itu menegaskan penjelasan tersebut disampaikan untuk memperjelas posisi dan keterlibatannya dalam buku yang kembali menjadi perhatian publik.

Yusril berharap masyarakat dapat menilai buku tersebut secara menyeluruh dengan membedakan substansi yang ada di dalamnya dari persepsi yang mungkin muncul akibat pemilihan judul.

Menurutnya, hal paling penting adalah pandangan yang disampaikannya dalam wawancara memang merupakan pemikirannya sendiri dan ia tidak keberatan jika pandangan tersebut dimuat dalam buku.

"Saya tidak keberatan pandangan tersebut dimuat dan saya siap mempertanggungjawabkannya secara akademik,” ucap Yusril, (ant)

Advertisement

Artikel Terkait

Yusril Soroti Polemik Buku Islam ala Prabowo, Minta Publik Baca Isinya

Yusril Soroti Polemik Buku Islam ala Prabowo, Minta Publik Baca Isinya

Yusril Ihza Mahendra menilai polemik buku Islam ala Prabowo lebih banyak dipicu judul dan meminta publik memahami isi buku secara utuh.

Nama TGB hingga Gus Kautsar Muncul di Buku Islam Ala Prabowo, Keduanya Mengaku Tak Pernah Menulis

Nama TGB hingga Gus Kautsar Muncul di Buku Islam Ala Prabowo, Keduanya Mengaku Tak Pernah Menulis

Nama TGB hingga Gus Kautsar tercantum dalam buku Islam Ala Prabowo. Keduanya mengaku tak pernah menulis untuk buku tersebut.

Buku Islam ala Prabowo Ramai Dibicarakan, Ternyata Ini yang Dibahas di Dalamnya

Buku Islam ala Prabowo Ramai Dibicarakan, Ternyata Ini yang Dibahas di Dalamnya

Buku Islam ala Prabowo mengulas nilai-nilai Islam dalam kehidupan pribadi, karier militer, hingga kepemimpinan Prabowo Subianto.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer