DEN: 95 Persen Siswa Bersemangat Belajar saat Menu MBG Berkualitas Baik

PONTIANAK POST - Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menyatakan kualitas menu Makan Bergizi Gratis (MBG) berkaitan dengan semangat belajar siswa.
Hasil studi bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan sejumlah lembaga lain menunjukkan 95 persen siswa penerima MBG mengaku lebih semangat belajar ketika menu yang disajikan berkualitas baik.
“Ketika kualitas menunya sangat baik, 95 persen siswa penerima MBG mengatakan mereka semangat belajarnya lebih tinggi,” kata Anggota DEN Mochammad Firman Hidayat setelah melaporkan sejumlah hal kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (20/10).
Menurut Firman, semangat belajar siswa cenderung menurun ketika kualitas menu yang diberikan kurang baik.
Temuan tersebut menjadi salah satu dasar rekomendasi DEN kepada pemerintah untuk memperhatikan kualitas makanan dalam pelaksanaan program MBG.
“Artinya memang salah satu rekomendasi kami ke Bapak Presiden yang tadi kami sampaikan, perlu diperhatikan kualitas menu MBG, gitu kan, karena ini berkorelasi dengan rasa lapar dan semangat belajar anak di sekolah,” ujarnya.
Firman menjelaskan studi tersebut menggunakan modul khusus dalam Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas).
Modul itu disusun DEN bersama BPS dan sejumlah lembaga lain sejak tahun lalu, kemudian mulai digunakan pada September 2025.
Modul tersebut digunakan untuk mengukur dampak program MBG terhadap sejumlah aspek, termasuk kehadiran siswa di sekolah, semangat belajar, dan rasa lapar selama mengikuti kegiatan belajar.
Dalam aspek kehadiran, studi DEN menemukan siswa penerima MBG relatif lebih jarang absen dibandingkan siswa yang tidak menerima program tersebut.
Perbedaan itu terlihat lebih besar pada kelompok masyarakat paling miskin atau desil satu.
Menurut Firman, penurunan absensi juga semakin besar seiring dengan meningkatnya intensitas penerimaan MBG di sekolah.
“Jadi, ketika dia non penerima MBG, dia akan sering absen. Sementara kalau penerima MBG, dia akan relatif tidak absen ke sekolah, dan ini semakin tinggi berkurangnya absen seiring dengan intensitas penerimaan MBG di sekolahnya. Jadi, saya kira ini satu hal yang positif,” katanya.
Baca Juga: BGN Wajibkan Persetujuan Sekolah untuk Terapkan MBG Prasmanan, Target 5.000 SPPG pada Akhir 2026
DEN Soroti Pemerataan Penerima MBG
Selain kualitas makanan, DEN menyoroti pemerataan penerima program MBG. Berdasarkan data hingga September, distribusi penerima program tersebut masih lebih terkonsentrasi di wilayah perkotaan dibandingkan perdesaan.
Studi itu juga menunjukkan siswa dari kelompok ekonomi lebih mampu masih lebih banyak menerima MBG dibandingkan siswa dari kelompok miskin.
Karena itu, Firman menilai pemerintah perlu memperkuat prioritas penerima program, terutama bagi masyarakat miskin, wilayah perdesaan, serta daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
“Artinya perlu ada prioritas yang lebih baik, terutama untuk daerah 3T, daerah pedesaan, dan masyarakat miskin, karena sekali lagi tadi studi kita menunjukkan bagaimana program ini sebenarnya mampu menurunkan absensi siswa ke sekolah dan meningkatkan semangat belajar dan mengurangi rasa lapar mereka di sekolah,” pungkasnya.*



