
PONTIANAK POST – Polri dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI akan membahas penyusunan regulasi penggunaan kratom untuk mencegah penyalahgunaan tanaman tersebut. Langkah ini menjadi perhatian di tengah rencana pemerintah mengembangkan hilirisasi kratom yang ditargetkan mulai diluncurkan pada Maret 2027.
Kepala Polri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengatakan, kratom memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan obat. Namun, penggunaannya perlu diatur agar tidak disalahgunakan dan menimbulkan dampak berbahaya, terutama bagi generasi muda.
"Ini yang akan kita bahas lebih mendalam sehingga kratom ini betul-betul ada regulasi yang jelas, ya," kata Suyudi usai bertemu Kepala BPOM RI Taruna Ikrar beserta jajaran di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Senin (2/11).
Dia mengingatkan, potensi pemanfaatan kratom harus diimbangi pengawasan agar tanaman tersebut tidak dikonsumsi secara sembarangan. "Jangan sampai kratom yang mungkin bisa dipergunakan ini, tapi juga disalahgunakan. Ini tidak boleh, ya, karena kalau disalahgunakan, ini sangat berbahaya terhadap terutama generasi muda kita," katanya.
Kepala BPOM RI Taruna Ikrar menyampaikan hal senada. Menurut dia, BPOM dan Polri akan menyinergikan pengawasan serta membahas lebih lanjut tata kelola penggunaan kratom. "Sumber alam kita berupa kratom yang punya potensi dikembangkan, tetapi bisa juga disalahgunakan. Oleh karena itu, itu juga akan kami sinergikan, kami diskusikan cukup intens tadi," ujarnya.
Kratom (Mitragyna speciosa) merupakan tanaman dari keluarga kopi yang tumbuh sebagai perdu dengan daun lebar. Tanaman ini memiliki potensi pemanfaatan untuk mengurangi nyeri, membantu relaksasi, mengatasi diare, menurunkan panas, serta sejumlah kegunaan lainnya.
Namun, penggunaannya juga memiliki risiko efek samping, seperti ketergantungan, euforia, delusi, halusinasi, hingga dampak toksik terhadap sistem saraf. Badan Narkotika Nasional (BNN) RI sebelumnya mengimbau masyarakat mewaspadai penyalahgunaan kratom sebagai narkoba.
Sebelumnya, pemerintah tengah menyiapkan pengembangan hilirisasi kratom dan kemenyan. Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, kedua komoditas tersebut ditargetkan mulai dikembangkan pada Maret 2027.
Luhut menyampaikan, Presiden Prabowo Subianto direncanakan meresmikan pusat riset (research center) yang berfokus pada pengurutan genom (genome sequencing) di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara. Pusat riset itu menjadi bagian dari rencana pengembangan hilirisasi kedua komoditas.

