alexametrics
25 C
Pontianak
Sunday, May 29, 2022

Kaji Syarat Tes Antigen Saat Mudik

JAKARTA – Pemerintah mempertimbangkan kebijakan pemberlakuan kembali syarat tes usap antigen Covid-19 bagi pemudik yang belum melaksanakan vaksinasi dosis ketiga atau “booster”.

“Kegiatan ibadah selama bulan suci Ramadan diberlakukan kembali normal. Termasuk nanti masyarakat diperbolehkan mudik,” kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Menurutnya, kelonggaran aktivitas masyarakat yang kembali normal akan membangkitkan pertumbuhan ekonomi. “Tapi di sisi lain kita harus terus menjaga protokol kesehatan Covid-19. Kondisi kesehatan masyarakat harus tetap terjaga,” tuturnya.

Untuk itu, Kapolri memastikan peningkatan kegiatan vaksinasi Covid-19 akan terus digencarkan, di antaranya saat mudik di pos-pos pelayanan akan memberikan fasilitas tambahan berupa vaksinasi Covid-19.

“Kami menyarankan yang boleh mudik adalah masyarakat yang telah melaksanakan vaksinasi Covid-19 dua kali dosis. Apalagi yang sudah menjalankan tiga kali dosis jauh lebih baik,” ujarnya.

Sigit mengingatkan bahwa tujuan pemudik adalah mengunjungi orang tua di kampung halaman yang mayoritas sudah lanjut usia atau lansia, dan tergolong rentan tertular Covid-19.

“Karenanya, untuk mudik walau sudah vaksin dua kali, kemungkinan akan ada kebijakan mensyaratkan kembali tes usap antigen Covid-19. Sedangkan yang sudah ‘booster’ bebas dari itu (tes antigen),” ucapnya.

Kapolri mendorong masyarakat yang telah menjalankan vaksinasi dua kali dosis dan sudah waktunya booster untuk segera datang ke gerai-gerai atau fasilitas kesehatan terdekat.

Baca Juga :  Cegat Kapolri, Wartawan di Pontianak Cari Keadilan Kasus Pembunuhan Harnovia

“Di satu sisi, kegiatan mudik harus tetap bisa berjalan. Tentunya akan kami jaga dengan mengikuti persyaratan. Selain itu, kita terus melakukan strategi peningkatan vaksinasi,” katanya.

Sementara itu, menurut data Satgas Covid-19, warga Indonesia yang sudah mendapat suntikan dua dosis vaksin Covid-19 hingga Sabtu siang mencapai 157,57 juta orang. Sedangkan vaksinasi dosis pertama sudah dilakukan pada 195.719.065 orang, dan vaksinasi penguat 19.650.168 orang.

Pemerintah berencana memvaksinasi 208.265.720 orang, yang meliputi sumber daya manusia bidang kesehatan, warga lanjut usia, petugas pelayanan publik, masyarakat rentan, remaja berusia 12 sampai 17 tahun, dan anak usia enam sampai 11 tahun.

Hingga saat ini cakupan vaksinasi dosis pertama mencapai 93,97 persen, vaksinasi dosis kedua 75,65 persen, dan vaksinasi penguat baru 9,43 persen dari sasaran.

Pemerintah masih menggiatkan pelayanan vaksinasi untuk mempercepat penuntasan pelaksanaan vaksinasi Covid-19, yang ditujukan untuk mewujudkan kekebalan komunal terhadap penyakit tersebut.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19, Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi sebelumnya mengatakan pemerintah mewajibkan vaksinasi dosis penguat atau dosis tiga sebagai syarat bagi para pemudik saat Lebaran. Hal ini karena mobilitas warga diperkirakan akan sangat tinggi.

Baca Juga :  Tes Antigen Gratis Pemudik

“Mobilitas masyarakat yang masif memungkinkan penularan Covid-19 yang lebih tinggi. Maka dari itu vaksinasi penguat penting dilakukan untuk membantu mengurangi dampak kesakitan jika tertular Covid-19,” katanya.

Ia mengemukakan hasil survei Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan, Kementerian Perhubungan tentang mudik Lebaran 2022 diketahui potensi masyarakat yang akan mudik berjumlah sekitar 80 juta orang. Jumlah tersebut jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan jumlah penonton acara MotoGP Mandalika yang dibatasi maksimal sebanyak 60 ribu orang.

Selanjutnya, kata Nadia, mudik merupakan momentum bersilaturahim dan mengunjungi orang tua. Risiko penularan akan lebih berbahaya jika penularan terjadi pada orang tua atau lansia di kampung halaman.

Dengan demikian, kata Nadia, vaksinasi penguat tetap harus dilaksanakan. Pemberian vaksinasi penguat tetap mengacu pada interval pemberian vaksinasi, mulai dari vaksinasi pertama, vaksinasi kedua, hingga vaksinasi penguat.

“Bagi masyarakat yang belum vaksinasi penguat dan kebetulan akan melakukan mudik, diharapkan segera melakukan vaksinasi jika telah tiba waktunya. Vaksinasi penguat bisa disuntikkan minimal setelah tiga bulan kepada orang yang sudah divaksinasi lengkap,” tuturnya.(jp/ant)

 

 

JAKARTA – Pemerintah mempertimbangkan kebijakan pemberlakuan kembali syarat tes usap antigen Covid-19 bagi pemudik yang belum melaksanakan vaksinasi dosis ketiga atau “booster”.

“Kegiatan ibadah selama bulan suci Ramadan diberlakukan kembali normal. Termasuk nanti masyarakat diperbolehkan mudik,” kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Menurutnya, kelonggaran aktivitas masyarakat yang kembali normal akan membangkitkan pertumbuhan ekonomi. “Tapi di sisi lain kita harus terus menjaga protokol kesehatan Covid-19. Kondisi kesehatan masyarakat harus tetap terjaga,” tuturnya.

Untuk itu, Kapolri memastikan peningkatan kegiatan vaksinasi Covid-19 akan terus digencarkan, di antaranya saat mudik di pos-pos pelayanan akan memberikan fasilitas tambahan berupa vaksinasi Covid-19.

“Kami menyarankan yang boleh mudik adalah masyarakat yang telah melaksanakan vaksinasi Covid-19 dua kali dosis. Apalagi yang sudah menjalankan tiga kali dosis jauh lebih baik,” ujarnya.

Sigit mengingatkan bahwa tujuan pemudik adalah mengunjungi orang tua di kampung halaman yang mayoritas sudah lanjut usia atau lansia, dan tergolong rentan tertular Covid-19.

“Karenanya, untuk mudik walau sudah vaksin dua kali, kemungkinan akan ada kebijakan mensyaratkan kembali tes usap antigen Covid-19. Sedangkan yang sudah ‘booster’ bebas dari itu (tes antigen),” ucapnya.

Kapolri mendorong masyarakat yang telah menjalankan vaksinasi dua kali dosis dan sudah waktunya booster untuk segera datang ke gerai-gerai atau fasilitas kesehatan terdekat.

Baca Juga :  Komjen Gatot Resmi Jadi Wakapolri, Irjen Nana Jabat Kapolda Metro Jaya

“Di satu sisi, kegiatan mudik harus tetap bisa berjalan. Tentunya akan kami jaga dengan mengikuti persyaratan. Selain itu, kita terus melakukan strategi peningkatan vaksinasi,” katanya.

Sementara itu, menurut data Satgas Covid-19, warga Indonesia yang sudah mendapat suntikan dua dosis vaksin Covid-19 hingga Sabtu siang mencapai 157,57 juta orang. Sedangkan vaksinasi dosis pertama sudah dilakukan pada 195.719.065 orang, dan vaksinasi penguat 19.650.168 orang.

Pemerintah berencana memvaksinasi 208.265.720 orang, yang meliputi sumber daya manusia bidang kesehatan, warga lanjut usia, petugas pelayanan publik, masyarakat rentan, remaja berusia 12 sampai 17 tahun, dan anak usia enam sampai 11 tahun.

Hingga saat ini cakupan vaksinasi dosis pertama mencapai 93,97 persen, vaksinasi dosis kedua 75,65 persen, dan vaksinasi penguat baru 9,43 persen dari sasaran.

Pemerintah masih menggiatkan pelayanan vaksinasi untuk mempercepat penuntasan pelaksanaan vaksinasi Covid-19, yang ditujukan untuk mewujudkan kekebalan komunal terhadap penyakit tersebut.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19, Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi sebelumnya mengatakan pemerintah mewajibkan vaksinasi dosis penguat atau dosis tiga sebagai syarat bagi para pemudik saat Lebaran. Hal ini karena mobilitas warga diperkirakan akan sangat tinggi.

Baca Juga :  Tanggap Bencana Erupsi Semeru, BRI Kerahkan Mobil Evakuasi dan Bangun Posko Bantuan

“Mobilitas masyarakat yang masif memungkinkan penularan Covid-19 yang lebih tinggi. Maka dari itu vaksinasi penguat penting dilakukan untuk membantu mengurangi dampak kesakitan jika tertular Covid-19,” katanya.

Ia mengemukakan hasil survei Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan, Kementerian Perhubungan tentang mudik Lebaran 2022 diketahui potensi masyarakat yang akan mudik berjumlah sekitar 80 juta orang. Jumlah tersebut jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan jumlah penonton acara MotoGP Mandalika yang dibatasi maksimal sebanyak 60 ribu orang.

Selanjutnya, kata Nadia, mudik merupakan momentum bersilaturahim dan mengunjungi orang tua. Risiko penularan akan lebih berbahaya jika penularan terjadi pada orang tua atau lansia di kampung halaman.

Dengan demikian, kata Nadia, vaksinasi penguat tetap harus dilaksanakan. Pemberian vaksinasi penguat tetap mengacu pada interval pemberian vaksinasi, mulai dari vaksinasi pertama, vaksinasi kedua, hingga vaksinasi penguat.

“Bagi masyarakat yang belum vaksinasi penguat dan kebetulan akan melakukan mudik, diharapkan segera melakukan vaksinasi jika telah tiba waktunya. Vaksinasi penguat bisa disuntikkan minimal setelah tiga bulan kepada orang yang sudah divaksinasi lengkap,” tuturnya.(jp/ant)

 

 

Most Read

Artikel Terbaru

/