alexametrics
31 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Benarkah Ancaman Denda Penggunaan Masker Tanpa SNI?

JAKARTA- Beberapa waktu lalu, beredar sebuah narasi di media sosial tentang ancaman denda bagi masyarakat yang tidak menggunakan masker sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI).

Salah satu narasi itu disebarkan melalui Facebook, dimana pemilik akun dalam unggahannya menyebut larangan pengggunaan masker scuba akan diikuti aturan baru yaitu kewajiban memakai masker ber-SNI. Jika tidak menggunakan masker SNI, seseorang akan dikenai denda dan penjara.

Berikut narasi lengkap terkait kewajiban penggunaan masker SNI itu:

“memang wes diprediksi semenjak masker scuba dilarang pasti enek berita anyaran.
dan terbitlah khabar berita kui…makser ber SNI.
wajib dipake warga +62….
bisnis memang kejam…kalo gak mentaati peraturan…denda dan penjara akibatnya.” tulis akun tersebut.

Unggahan pada 26 Oktober 2020 itu juga menyertakan tangkapan layar dari situs berita Pikiran Rakyat dengan judul “Tak Boleh Sembarangan, Pemerintah Mulai Hari Ini Anjurkan Pakai Masker Ber-SNI”.

Baca Juga :  Kasus Korupsi PLN, Kembalikan Rp477 M ke Negara

Namun, apakah benar masyarakat akan didenda jika tidak menggunakan masker ber-SNI?

Setelah ditelusuri, tidak ditemukan berita tentang denda jika terdapat orang yang tidak menggunakan masker ber-SNI.

Berita Pikiran Rakyat yang disematkan pada unggahan tersebut juga tidak menyebutkan soal denda jika masyarakat tidak menggunakan masker ber-SNI.

Di dalam berita itu disebutkan Badan Standardisasi Nasional (BSN) telah merumuskan penggunaan bahan kain yang tepat untuk pembuatan masker.

Masker kain yang dibuat harus terdiri dari dua lapis, dapat dicuci berkali-kali, dan terbuat dari kain tenun atau kain rajut dari berbagai serat.

Masker kain dibagi ke dalam tiga tipe. Tipe A masker kain untuk penggunaan umum, tipe B untuk penggunaan filtrasi bakteri, dan tipe C untuk filtrasi partikel. Aturan tersebut dibuat agar masker yang digunakan dapat efektif mencegah penularan virus corona.

Baca Juga :  Utamakan Keselamatan Warga Pendidikan

Bagi produsen masker, pemerintah belum mewajibkan pemberian label SNI untuk produk mereka.

Melalui akun resminya, BSN menyatakan penerapan label SNI dalam suatu produk bersifat sukarela sampai ada peraturan pemerintah yang mewajibkan penerapan SNI itu

Namun dalam hal berkaitan dengan kepentingan keselamatan, keamanan, kesehatan atau pelestarian fungsi lingkungan hidup, pemerintah berwenang menetapkan pemberlakukan SNI secara wajib.

BSN mengatakan hingga saat ini pemerintah belum mewajibkan SNI pada masker kain. (ant)

JAKARTA- Beberapa waktu lalu, beredar sebuah narasi di media sosial tentang ancaman denda bagi masyarakat yang tidak menggunakan masker sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI).

Salah satu narasi itu disebarkan melalui Facebook, dimana pemilik akun dalam unggahannya menyebut larangan pengggunaan masker scuba akan diikuti aturan baru yaitu kewajiban memakai masker ber-SNI. Jika tidak menggunakan masker SNI, seseorang akan dikenai denda dan penjara.

Berikut narasi lengkap terkait kewajiban penggunaan masker SNI itu:

“memang wes diprediksi semenjak masker scuba dilarang pasti enek berita anyaran.
dan terbitlah khabar berita kui…makser ber SNI.
wajib dipake warga +62….
bisnis memang kejam…kalo gak mentaati peraturan…denda dan penjara akibatnya.” tulis akun tersebut.

Unggahan pada 26 Oktober 2020 itu juga menyertakan tangkapan layar dari situs berita Pikiran Rakyat dengan judul “Tak Boleh Sembarangan, Pemerintah Mulai Hari Ini Anjurkan Pakai Masker Ber-SNI”.

Baca Juga :  PLN Siap Salurkan Stimulus Listrik Pemerintah Periode September 2021

Namun, apakah benar masyarakat akan didenda jika tidak menggunakan masker ber-SNI?

Setelah ditelusuri, tidak ditemukan berita tentang denda jika terdapat orang yang tidak menggunakan masker ber-SNI.

Berita Pikiran Rakyat yang disematkan pada unggahan tersebut juga tidak menyebutkan soal denda jika masyarakat tidak menggunakan masker ber-SNI.

Di dalam berita itu disebutkan Badan Standardisasi Nasional (BSN) telah merumuskan penggunaan bahan kain yang tepat untuk pembuatan masker.

Masker kain yang dibuat harus terdiri dari dua lapis, dapat dicuci berkali-kali, dan terbuat dari kain tenun atau kain rajut dari berbagai serat.

Masker kain dibagi ke dalam tiga tipe. Tipe A masker kain untuk penggunaan umum, tipe B untuk penggunaan filtrasi bakteri, dan tipe C untuk filtrasi partikel. Aturan tersebut dibuat agar masker yang digunakan dapat efektif mencegah penularan virus corona.

Baca Juga :  Ketua Umum Airlangga Targetkan Yogyakarta Jadi Lumbung Suara Golkar

Bagi produsen masker, pemerintah belum mewajibkan pemberian label SNI untuk produk mereka.

Melalui akun resminya, BSN menyatakan penerapan label SNI dalam suatu produk bersifat sukarela sampai ada peraturan pemerintah yang mewajibkan penerapan SNI itu

Namun dalam hal berkaitan dengan kepentingan keselamatan, keamanan, kesehatan atau pelestarian fungsi lingkungan hidup, pemerintah berwenang menetapkan pemberlakukan SNI secara wajib.

BSN mengatakan hingga saat ini pemerintah belum mewajibkan SNI pada masker kain. (ant)

Most Read

Artikel Terbaru

/