alexametrics
25 C
Pontianak
Friday, May 27, 2022

Testing dan Protokol Kesehatan Upaya Cegah Penularan Covid-19

JAKARTA- Tim Satgas Penanganan Covid-19 meminta pemerintah daerah dan Satgas Covid-19 di daerah mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19. Hal ini bisa dilakukan dengan cara memastikan para pelaku perjalanan yang masuk ke daerah sudah melakukan tes RT-PCR ataupun rapid test antigen.

“Pastikan juga ketersediaan ruang isolasi dan kami sampaikan terima kasih kepada seluruh daerah yang telah membuat surat edaran yang membatasi pelaku perjalanan,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito dalam keterangannya, Minggu (27/12).

Wiku meminta, bagi para pelaku usaha di sektor pariwisata dapat memahami situasi pandemi Covid-19. Karena, kebijakan pemerintah dalam melaksanakan pembatasan pelaku perjalanan merupakan upaya perlindungan kepada masyarakat sekaligus pengendalian penyebaran Covid-19.

Baca Juga :  MUI dan DMI Jakarta Serukan Salat Jumat Diganti Salat Dzuhur di Rumah

Menurut Wiku, jika pandemi Covid-19 dapat dikendalikan dengan baik, maka pemulihan ekonomi akan lebih cepat termasuk di sektor pariwisata. Karena itu penerapan protokol kesehatan hal terpenting sebagai upaya cegah penularan Covid-19.

Wiku pun mengimbau masyarakat yang merayakan Natal dan Tahun 2021 selau patuh dengan protokol kesehatan. Utamanya menerapkan 3M yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun atau handsanitizer.

“Masyarakat untuk patuh terhadap protokol kesehatan dalam merayakan tahun baru. Hindari kegiatan yang menimbulkan kerumunan,” pinta Wiku.

Wiku tak bosan meminta masyarakat untuk tetap di rumah selama libur Natal dan Tahun Baru 2021. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kasus positif Covid-19.

Baca Juga :  Rancang Regulasi Lindungi Industri Media

“Masyarakat juga diimbau membatasi perjalanan liburan ke luar kota dan sebisa mungkin untuk tetap di rumah saja,” pungkas Wiku. (jpc)

JAKARTA- Tim Satgas Penanganan Covid-19 meminta pemerintah daerah dan Satgas Covid-19 di daerah mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19. Hal ini bisa dilakukan dengan cara memastikan para pelaku perjalanan yang masuk ke daerah sudah melakukan tes RT-PCR ataupun rapid test antigen.

“Pastikan juga ketersediaan ruang isolasi dan kami sampaikan terima kasih kepada seluruh daerah yang telah membuat surat edaran yang membatasi pelaku perjalanan,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito dalam keterangannya, Minggu (27/12).

Wiku meminta, bagi para pelaku usaha di sektor pariwisata dapat memahami situasi pandemi Covid-19. Karena, kebijakan pemerintah dalam melaksanakan pembatasan pelaku perjalanan merupakan upaya perlindungan kepada masyarakat sekaligus pengendalian penyebaran Covid-19.

Baca Juga :  Belum Bertemu Jokowi, Pimpinan KPK Tetap Bekerja Seperti Biasa

Menurut Wiku, jika pandemi Covid-19 dapat dikendalikan dengan baik, maka pemulihan ekonomi akan lebih cepat termasuk di sektor pariwisata. Karena itu penerapan protokol kesehatan hal terpenting sebagai upaya cegah penularan Covid-19.

Wiku pun mengimbau masyarakat yang merayakan Natal dan Tahun 2021 selau patuh dengan protokol kesehatan. Utamanya menerapkan 3M yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun atau handsanitizer.

“Masyarakat untuk patuh terhadap protokol kesehatan dalam merayakan tahun baru. Hindari kegiatan yang menimbulkan kerumunan,” pinta Wiku.

Wiku tak bosan meminta masyarakat untuk tetap di rumah selama libur Natal dan Tahun Baru 2021. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kasus positif Covid-19.

Baca Juga :  Tanggap Bencana Erupsi Semeru, BRI Kerahkan Mobil Evakuasi dan Bangun Posko Bantuan

“Masyarakat juga diimbau membatasi perjalanan liburan ke luar kota dan sebisa mungkin untuk tetap di rumah saja,” pungkas Wiku. (jpc)

Most Read

Artikel Terbaru

/