alexametrics
31 C
Pontianak
Friday, July 1, 2022

Pemerintah Siapkan Armada Khusus TKI

Pertimbangkan Kelonggaran Larangan Mudik

JAKARTA  – Kebijakan larangan mudik membuat angkutan penumpang mengalami penurunan drastis. Pemerintah kini tengah menyiapkan armada penerbangan penumpang yang sifatnya khusus. Armada penerbangan itu disiapkan untuk mengangkut WNI dari luar negeri dan penerbangan khusus untuk pebisnis.

Hal itu disampaikan Menhub Budi Karya Sumadi usai rapat terbatas virtual yang dipimpin Presiden Joko Widodo kemarin (27/4). Mengenai pemulangan WNI, terutama TKI, pihaknya menyiapkan enam klaster penerbangan. Yakni, Amerika Serikat, Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Timur tengah, dan Eropa.

’’Kita hanya menyediakan satu tempat penerbangan menuju Jakarta,’’ terangnya. Kemudian, sesampainya di Jakarta, kemenkes bisa melaksanakan protokol kesehatan. KBRI yang menyiapkan titik untuk menerbangkan para WNI dari masing-masing klaster. Namun, hanya satu titik di masing-masing klaster.

Sementara, di dalam negeri, ada usulan dari para pebisnis agar mereka tetap diperbolehkan terbang hanya untuk urusan bisnis. Menurut Budi, pada prinsipnya pihaknya setuju. ’’Kami menyediakan hanya satu atau tiga flight tapi protokol jangan di kami,’’ tutur mantan Dirut PT Angkasa Pura II itu. Bila terlaksana maka angkutan darat dan laut juga akan memberlakukan hal yang sama.

Baca Juga :  Kasus Covid Bertambah 114 Orang

Budi menambahkan, saat ini pihaknya sudah menugaskan empat dirjen untuk turun ke lima daerah. Masing-masing Banten, DKI Jakarta, Jabar, Jateng, dan Jatim. Jangan sampai larangan mudik diberlakukan terlalu kaku supaya angkutan barang tetap bisa berjalan normal. ’’Ada beberapa kasus, dikatakan logistik nggak bisa. Mosok bakul bawang nggak boleh jalan,’’ ujarnya.

Yang jelas, selama pemberlakuan larangan mudik, angkutan logistik harus tetap jalan. Terbukti, sampai saat ini transportasi darat dan KA di bidang logistik tetap normal, bahkan meningkat sekitar 15 persen. ’’(Angkutan) laut kapasitasnya sama, turun 20 persen. Udara kapasitasnya sama, turunnya agak banyaklah, tanya sendiri saya gak tega ngomongnya,’’ tambah Budi.

Sektor udara memang terkena imbas paling besar. Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah dengan mengoptimalkan pelayanan kargo. ”Citilink telah mengoperasikan penerbangan kargo secara penuh untuk membantu kelancaran proses distribusi logistik di berbagai wilayah,” ujar Direktur Utama Citilink Juliandra kemarin.

Baca Juga :  Hadapi Covid-19, Inkindo Kalbar Berbagi Sembako

Armada yang digunakan untuk mengangkut kargo ini adalah pesawat jenis Airbus A320 dengan kapasitas angkut kargo sebesar 15 Ton dan Airbus A330 dengan kapasitas angkut kargo sebesar 24 ton. Layanan pengiriman kargo dilakukan melalui penerbangan kargo carter maupun reguler setiap harinya. Selain itu juga dengan jadwal-jadwal tertentu. Sasarannya tak hanya untuk domestik namun juga penerbangan internasional seperti Singapura dan kota-kota di Tiongkok.

Dalam rangka menjaga kebersihan dan sterilisasi kabin pesawat, Citilink juga melakukan desinfeksi armada yang digunakan setiap hari. Desinfektan ini sesuai dengan prosedur yang berlaku. ”Proses desinfeksi dilakukan di area kabin maupun kompartemen untuk memastikan aspek kebersihan pada pesawat sehingga armada tetap higienis ketika melakukan pengiriman logistik ke berbagai daerah,” ungkapnya Juliandra.(byu/lyn/syn)

Pertimbangkan Kelonggaran Larangan Mudik

JAKARTA  – Kebijakan larangan mudik membuat angkutan penumpang mengalami penurunan drastis. Pemerintah kini tengah menyiapkan armada penerbangan penumpang yang sifatnya khusus. Armada penerbangan itu disiapkan untuk mengangkut WNI dari luar negeri dan penerbangan khusus untuk pebisnis.

Hal itu disampaikan Menhub Budi Karya Sumadi usai rapat terbatas virtual yang dipimpin Presiden Joko Widodo kemarin (27/4). Mengenai pemulangan WNI, terutama TKI, pihaknya menyiapkan enam klaster penerbangan. Yakni, Amerika Serikat, Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Timur tengah, dan Eropa.

’’Kita hanya menyediakan satu tempat penerbangan menuju Jakarta,’’ terangnya. Kemudian, sesampainya di Jakarta, kemenkes bisa melaksanakan protokol kesehatan. KBRI yang menyiapkan titik untuk menerbangkan para WNI dari masing-masing klaster. Namun, hanya satu titik di masing-masing klaster.

Sementara, di dalam negeri, ada usulan dari para pebisnis agar mereka tetap diperbolehkan terbang hanya untuk urusan bisnis. Menurut Budi, pada prinsipnya pihaknya setuju. ’’Kami menyediakan hanya satu atau tiga flight tapi protokol jangan di kami,’’ tutur mantan Dirut PT Angkasa Pura II itu. Bila terlaksana maka angkutan darat dan laut juga akan memberlakukan hal yang sama.

Baca Juga :  Airlangga Jelaskan Strategi Ketersediaan Pangan Menjelang Ramadan ke ICMI

Budi menambahkan, saat ini pihaknya sudah menugaskan empat dirjen untuk turun ke lima daerah. Masing-masing Banten, DKI Jakarta, Jabar, Jateng, dan Jatim. Jangan sampai larangan mudik diberlakukan terlalu kaku supaya angkutan barang tetap bisa berjalan normal. ’’Ada beberapa kasus, dikatakan logistik nggak bisa. Mosok bakul bawang nggak boleh jalan,’’ ujarnya.

Yang jelas, selama pemberlakuan larangan mudik, angkutan logistik harus tetap jalan. Terbukti, sampai saat ini transportasi darat dan KA di bidang logistik tetap normal, bahkan meningkat sekitar 15 persen. ’’(Angkutan) laut kapasitasnya sama, turun 20 persen. Udara kapasitasnya sama, turunnya agak banyaklah, tanya sendiri saya gak tega ngomongnya,’’ tambah Budi.

Sektor udara memang terkena imbas paling besar. Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah dengan mengoptimalkan pelayanan kargo. ”Citilink telah mengoperasikan penerbangan kargo secara penuh untuk membantu kelancaran proses distribusi logistik di berbagai wilayah,” ujar Direktur Utama Citilink Juliandra kemarin.

Baca Juga :  Polresta pun Siapkan Bilik Disinfektan

Armada yang digunakan untuk mengangkut kargo ini adalah pesawat jenis Airbus A320 dengan kapasitas angkut kargo sebesar 15 Ton dan Airbus A330 dengan kapasitas angkut kargo sebesar 24 ton. Layanan pengiriman kargo dilakukan melalui penerbangan kargo carter maupun reguler setiap harinya. Selain itu juga dengan jadwal-jadwal tertentu. Sasarannya tak hanya untuk domestik namun juga penerbangan internasional seperti Singapura dan kota-kota di Tiongkok.

Dalam rangka menjaga kebersihan dan sterilisasi kabin pesawat, Citilink juga melakukan desinfeksi armada yang digunakan setiap hari. Desinfektan ini sesuai dengan prosedur yang berlaku. ”Proses desinfeksi dilakukan di area kabin maupun kompartemen untuk memastikan aspek kebersihan pada pesawat sehingga armada tetap higienis ketika melakukan pengiriman logistik ke berbagai daerah,” ungkapnya Juliandra.(byu/lyn/syn)

Most Read

Artikel Terbaru

/