alexametrics
24.4 C
Pontianak
Tuesday, August 9, 2022

Berharap Diskusi, Malah Dimaki

Penghuni Asrama Papua Tolak Temui Gubernur

SURABAYA – Gubernur Papua Lucas Enembe belum berhasil menemui mahasiswa Papua yang tinggal di asrama Jalan Kalasan, Surabaya. Sebab, puluhan mahasiswa yang tinggal di asrama tersebut menolak bertemu siapa pun. Lucas bersama Yulce Wenda Enembe, sang istri, yang didampingi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa akhirnya pergi meninggalkan asrama tersebut.

Acara itu berlangsung pukul 17.30. Tepatnya setelah ramah-tamah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Lebih dari 15 mobil tiba di lokasi asrama mahasiswa Papua tersebut. Lucas bersama istri dan Khofifah langsung menuju gerbang asrama. Di pagar itu tertempel tulisan penolakan kunjungan.

Lucas bermaksud mengajak mahasiswa tersebut untuk berkomunikasi. Namun, langkah itu tidak mendapat sambutan positif. Mereka mengusir rombongan tersebut. ’’Pulang semua. Kalian tidak bisa baca, kami menolak kunjungan,’’ teriak mereka dari dalam asrama.

Baca Juga :  Larangan WNA Masuk Indonesia, Demi Keselamatan Negeri

Semula, Lucas dan rombongan berusaha sabar. Dia tetap berdiri di pintu tersebut. Namun, penolakan makin gencar. Bahkan, ada seorang pria yang mengangkat kursi dan hendak melemparnya ke pagar. Penghuni asrama terus berteriak bersahut-sahutan. ’’Lepas Garuda. Indonesia penjajah. Turunkan Merah Putih. Papua merdeka.’’ Teriakan itu terdengar dari dalam asrama. ’’Kami bukan monyet. Kalianlah yang monyet.’’ Teriakan berlanjut disertai lolongan menirukan suara monyet.

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan bersama Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Whisnu Prasetja Boedi menyarankan rombongan untuk meninggalkan lokasi. Itu dilakukan agar situasi tetap kondusif. Rombongan pun meninggalkan lokasi.

Awak media yang meliput peristiwa tersebut juga terkena sasaran amukan. Cacian dan usiran ditujukan kepada puluhan awak media itu. Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan pun meminta para awak media segera meninggalkan lokasi. ’’Ayo kembali agar situasi kondusif,’’ katanya.

Baca Juga :  Airlangga: Buruh Instrumen Penting Penggerak Ekonomi Nasional

Kendati tidak diterima, Lucas memastikan tidak ada masalah. Yang penting, saat ini Papua dan Jawa Timur aman. Lucas akan mengirim tim untuk melakukan penyelidikan di Surabaya. Tim tersebut akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jatim. Harapannya, tim mendapat hasil positif.

Dia juga sudah menugasi beberapa staf untuk datang ke Surabaya beberapa hari lalu. Namun, penghuni asrama juga menolak bertemu dengan mereka. Bahkan, orang tua salah seorang penghuni asrama ditolak saat hendak masuk. Lucas berencana menjadwalkan ulang pertemuan itu. ’’Yang penting, semua aman,’’ ucapnya. Dia juga menegaskan bahwa Papua akan selalu menjadi bagian dari NKRI. ’’Kami adalah Indonesia. Itu sudah pasti,’’ tegasnya. (riq/c19/oni)

Penghuni Asrama Papua Tolak Temui Gubernur

SURABAYA – Gubernur Papua Lucas Enembe belum berhasil menemui mahasiswa Papua yang tinggal di asrama Jalan Kalasan, Surabaya. Sebab, puluhan mahasiswa yang tinggal di asrama tersebut menolak bertemu siapa pun. Lucas bersama Yulce Wenda Enembe, sang istri, yang didampingi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa akhirnya pergi meninggalkan asrama tersebut.

Acara itu berlangsung pukul 17.30. Tepatnya setelah ramah-tamah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Lebih dari 15 mobil tiba di lokasi asrama mahasiswa Papua tersebut. Lucas bersama istri dan Khofifah langsung menuju gerbang asrama. Di pagar itu tertempel tulisan penolakan kunjungan.

Lucas bermaksud mengajak mahasiswa tersebut untuk berkomunikasi. Namun, langkah itu tidak mendapat sambutan positif. Mereka mengusir rombongan tersebut. ’’Pulang semua. Kalian tidak bisa baca, kami menolak kunjungan,’’ teriak mereka dari dalam asrama.

Baca Juga :  Nia Ramadhani Ditangkap Bareng Sopir, Ardi Bakrie Menyerahkan Diri

Semula, Lucas dan rombongan berusaha sabar. Dia tetap berdiri di pintu tersebut. Namun, penolakan makin gencar. Bahkan, ada seorang pria yang mengangkat kursi dan hendak melemparnya ke pagar. Penghuni asrama terus berteriak bersahut-sahutan. ’’Lepas Garuda. Indonesia penjajah. Turunkan Merah Putih. Papua merdeka.’’ Teriakan itu terdengar dari dalam asrama. ’’Kami bukan monyet. Kalianlah yang monyet.’’ Teriakan berlanjut disertai lolongan menirukan suara monyet.

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan bersama Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Whisnu Prasetja Boedi menyarankan rombongan untuk meninggalkan lokasi. Itu dilakukan agar situasi tetap kondusif. Rombongan pun meninggalkan lokasi.

Awak media yang meliput peristiwa tersebut juga terkena sasaran amukan. Cacian dan usiran ditujukan kepada puluhan awak media itu. Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan pun meminta para awak media segera meninggalkan lokasi. ’’Ayo kembali agar situasi kondusif,’’ katanya.

Baca Juga :  Indonesia Berpeluang Tarik Banyak Investor Usai Kunjungan Airlangga di Jerman

Kendati tidak diterima, Lucas memastikan tidak ada masalah. Yang penting, saat ini Papua dan Jawa Timur aman. Lucas akan mengirim tim untuk melakukan penyelidikan di Surabaya. Tim tersebut akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jatim. Harapannya, tim mendapat hasil positif.

Dia juga sudah menugasi beberapa staf untuk datang ke Surabaya beberapa hari lalu. Namun, penghuni asrama juga menolak bertemu dengan mereka. Bahkan, orang tua salah seorang penghuni asrama ditolak saat hendak masuk. Lucas berencana menjadwalkan ulang pertemuan itu. ’’Yang penting, semua aman,’’ ucapnya. Dia juga menegaskan bahwa Papua akan selalu menjadi bagian dari NKRI. ’’Kami adalah Indonesia. Itu sudah pasti,’’ tegasnya. (riq/c19/oni)

Most Read

Artikel Terbaru

/