alexametrics
28.9 C
Pontianak
Wednesday, May 25, 2022

Jokowi Puji Semangat Guru di Tengah Pandemi

JAKARTA  – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pidato pada puncak HUT ke-76 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional (HGN) 2021 secara virtual Sabtu (27/11). Dalam kesempatan ini Jokowi memuji sekaligus apresiasi para guru yang tetap bersemangat mengajar di tengah pandemi Covid-19.

Peringatan HUT ke-76 PGRI dan HGN 2021 dipusatkan di Sekretariat PGRI Jakarta Pusat. “Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kerja keras dan dedikasi guru di seluruh Indonesia. Utamanya ketika menghadapi tantangan yang sangat besar,’’ kata Jokowi. Menurutnya, di masa pandemi Covid-19 ini, para guru tetap bersemangat mendidik siswa sehingga proses pembelajaran tetap berlangsung.

Pandemi Covid-19 dinilai telah menguji ketangguhan semuanya, termasuk guru. Guru saat ini dihadapkan dengan berbagai macam disrupsi. Tantangan ini menuntut guru yang kreatif dan inovatif dalam menciptakan terobosan-terobosan di tengah keterbatasan. Sehingga kualitas pendidikan tetap terjaga.

Jokowi juga bersyukur bangsa Indonesia berhasil menangani pandemi Covid-19 lebih baik dibandingkan banyak negara lain sehingga pembelajaran tatap muka sudah bisa dimulai kembali. ’’Meskipun demikian, kita tetap harus waspada. Pembelajaran tatap muka harus dimulai dengan penuh kehati-hatian,’’ kata Jokowi.

Baca Juga :  Program Tebar Berkah Daging PLN, Berikan Kebahagiaan di Hati Warga

Selain itu Jokowi juga berpesan bahwa pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran tetap perlu dioptimalkan. Pembelajaran tatap muka masih perlu dikombinasikan dengan pembelajaran jarak jauh atau dalam jaringan (daring). Di tengah pelaksanaan pembelajaran tatap muka yang semakin banyak, Jokowi mengatakan upaya testing dan tracing tetap perlu dilakukan.

’’Jika ada kasus positif di sekolah atau di keluarga siswa, maka harus dilakukan antisipasi secepatnya,’’ kata Jokowi. Jokowi berharap sekolah atau guru membuat materi atau metode pembelajaran yang lebih menarik. Kemudian materi pelajaran yang peka terhadap perubahan dan perkembangan masa depan.

Dalam kesempatan yang sama Ketua Umum PGRI Unifah Rosyidi mengatakan saat ini dunia pendidikan tanah air masuk masa pembelajaran tatap muka terbatas (PTMP). ’’Pembelajaran tidak akan kembali seperti semula,’’ tuturnya. Untuk itu dia mengajak para guru dan tenag akependidikan untuk menyiapkan diri dengan model pembelajaran yang baru. Yaitu model pembelajaran yang mengkombinasikan online dan tatap muka. Dia berharap pemerintah pusat dan daerah ikut menyiapkan era baru ini dengan aturan yang jelas serta sosialisasi dan koordinasi.

Baca Juga :  COVID-19 Sehari 9.321 kasus.

Unifah juga menyampaikan sejumlah masukan kepada pemerintah. Diantaranya adalah pelaksanaan rekrutmen guru pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) yang lebih berkeadilan. Kemudian de regulasi penyelenggaraan pendidikan. Lalu sertifikasi guru dalam jabatan disesuaikan dengan UU tentang Guru dan Dosen.

’’Jangan lagi ada penghentian sepihak pencairan tunjangan profesi guru,’’ tuturnya. PGRI juga meminta jangan ada upaya mempersulit guru untuk naik pangkat. Serta mendorong adanya pelatihan guru yang berkelanjutan. (jp)

JAKARTA  – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pidato pada puncak HUT ke-76 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional (HGN) 2021 secara virtual Sabtu (27/11). Dalam kesempatan ini Jokowi memuji sekaligus apresiasi para guru yang tetap bersemangat mengajar di tengah pandemi Covid-19.

Peringatan HUT ke-76 PGRI dan HGN 2021 dipusatkan di Sekretariat PGRI Jakarta Pusat. “Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kerja keras dan dedikasi guru di seluruh Indonesia. Utamanya ketika menghadapi tantangan yang sangat besar,’’ kata Jokowi. Menurutnya, di masa pandemi Covid-19 ini, para guru tetap bersemangat mendidik siswa sehingga proses pembelajaran tetap berlangsung.

Pandemi Covid-19 dinilai telah menguji ketangguhan semuanya, termasuk guru. Guru saat ini dihadapkan dengan berbagai macam disrupsi. Tantangan ini menuntut guru yang kreatif dan inovatif dalam menciptakan terobosan-terobosan di tengah keterbatasan. Sehingga kualitas pendidikan tetap terjaga.

Jokowi juga bersyukur bangsa Indonesia berhasil menangani pandemi Covid-19 lebih baik dibandingkan banyak negara lain sehingga pembelajaran tatap muka sudah bisa dimulai kembali. ’’Meskipun demikian, kita tetap harus waspada. Pembelajaran tatap muka harus dimulai dengan penuh kehati-hatian,’’ kata Jokowi.

Baca Juga :  Jangan Bebani Guru dengan Tugas Administratif

Selain itu Jokowi juga berpesan bahwa pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran tetap perlu dioptimalkan. Pembelajaran tatap muka masih perlu dikombinasikan dengan pembelajaran jarak jauh atau dalam jaringan (daring). Di tengah pelaksanaan pembelajaran tatap muka yang semakin banyak, Jokowi mengatakan upaya testing dan tracing tetap perlu dilakukan.

’’Jika ada kasus positif di sekolah atau di keluarga siswa, maka harus dilakukan antisipasi secepatnya,’’ kata Jokowi. Jokowi berharap sekolah atau guru membuat materi atau metode pembelajaran yang lebih menarik. Kemudian materi pelajaran yang peka terhadap perubahan dan perkembangan masa depan.

Dalam kesempatan yang sama Ketua Umum PGRI Unifah Rosyidi mengatakan saat ini dunia pendidikan tanah air masuk masa pembelajaran tatap muka terbatas (PTMP). ’’Pembelajaran tidak akan kembali seperti semula,’’ tuturnya. Untuk itu dia mengajak para guru dan tenag akependidikan untuk menyiapkan diri dengan model pembelajaran yang baru. Yaitu model pembelajaran yang mengkombinasikan online dan tatap muka. Dia berharap pemerintah pusat dan daerah ikut menyiapkan era baru ini dengan aturan yang jelas serta sosialisasi dan koordinasi.

Baca Juga :  Walikota Minta Warga Pontianak tidak Lengah

Unifah juga menyampaikan sejumlah masukan kepada pemerintah. Diantaranya adalah pelaksanaan rekrutmen guru pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) yang lebih berkeadilan. Kemudian de regulasi penyelenggaraan pendidikan. Lalu sertifikasi guru dalam jabatan disesuaikan dengan UU tentang Guru dan Dosen.

’’Jangan lagi ada penghentian sepihak pencairan tunjangan profesi guru,’’ tuturnya. PGRI juga meminta jangan ada upaya mempersulit guru untuk naik pangkat. Serta mendorong adanya pelatihan guru yang berkelanjutan. (jp)

Most Read

Artikel Terbaru

/