alexametrics
31.7 C
Pontianak
Saturday, May 21, 2022

Ajak Penyintas Berkomunikasi Cegah Stigma Negatif

JAKARTA- Penyintas Covid-19 perlu membuka komunikasi dengan lingkungan terdekat dan sekitar guna mencegah stigma negatif dari mereka yang awam akan penyakit tersebut.

Anggota Subid Tracing Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19 Dr dr Retno Asti Werdhani, M Epid dalam pernyataan secara virtual, Senin menjelaskan, stigma terjadi secara murni karena ketidaktahuan seseorang terkait masalah, dalam hal ini adalah tentang Covid-19.

Sehingga, seseorang cenderung memberikan label negatif kepada orang lain yang terkena Covid-19 seolah-olah penyintas tersebut menjadi biang masalah.

Semestinya para penyintas Covid-19 tidak perlu dijauhi secara emosional, tetapi sebaliknya perlu mendapatkan dukungan agar mendorong masa pemulihannya.

Namun harus diakui, kondisi sosial tidak selalu seperti yang diharapkan karena masih banyak orang yang tidak mengerti tentang Covid-19 dan cara pencegahannya tetapi kemudian mereka tidak mencari tahu dan malah menjauhi penyintas.

Baca Juga :  Travel Wajib Layani Permintaan Refund Jemaah Umrah

Karena itu, para penyintas Covid-19 perlu mendapatkan dukungan dari orang-orang terdekat yang diketahui dan telah terbukti bisa memberikan masukan dan mau mendengarkan keluhan atau masalah yang mereka hadapi.

Kemudian, selain perlunya membuka komunikasi dengan orang-orang terdekat, para penyintas yang terstigma juga dapat meluruskan persepsi kurang tepat tentang Covid-19 kepada masyarakat awam melalui media sosial yang dianggap efektif, seperti Facebook (FB), Twitter atau Instagram dan juga WhatsApp (WA) Group.

Melalui media tersebut, para penyintas bisa meluruskan berita-berita tidak benar tentang Covid-19, sekaligus mengingatkan orang-orang di sekitar tentang perlunya menerapkan protokol kesehatan secara baik dan benar untuk mencegah penyakit yang berpotensi berbahaya bagi orang-orang rentan, tetapi dengan protokol yang benar sebenarnya penyakit itu bisa dicegah.

Baca Juga :  Jatim Tuan Rumah Porwanas 2020

Hal itu juga membantu untuk meluruskan hoaks yang beredar karena kita belajar untuk peduli orang lain, kita bantu, kalau kita tahu teman-teman kita kena Covid-19, jangan dijauhi tapi didukung, demikian kata Retno. (ant)

JAKARTA- Penyintas Covid-19 perlu membuka komunikasi dengan lingkungan terdekat dan sekitar guna mencegah stigma negatif dari mereka yang awam akan penyakit tersebut.

Anggota Subid Tracing Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19 Dr dr Retno Asti Werdhani, M Epid dalam pernyataan secara virtual, Senin menjelaskan, stigma terjadi secara murni karena ketidaktahuan seseorang terkait masalah, dalam hal ini adalah tentang Covid-19.

Sehingga, seseorang cenderung memberikan label negatif kepada orang lain yang terkena Covid-19 seolah-olah penyintas tersebut menjadi biang masalah.

Semestinya para penyintas Covid-19 tidak perlu dijauhi secara emosional, tetapi sebaliknya perlu mendapatkan dukungan agar mendorong masa pemulihannya.

Namun harus diakui, kondisi sosial tidak selalu seperti yang diharapkan karena masih banyak orang yang tidak mengerti tentang Covid-19 dan cara pencegahannya tetapi kemudian mereka tidak mencari tahu dan malah menjauhi penyintas.

Baca Juga :  Airlangga Hartarto Sowan ke Ponpes Bumi Shalawat KH Ali Masyhuri

Karena itu, para penyintas Covid-19 perlu mendapatkan dukungan dari orang-orang terdekat yang diketahui dan telah terbukti bisa memberikan masukan dan mau mendengarkan keluhan atau masalah yang mereka hadapi.

Kemudian, selain perlunya membuka komunikasi dengan orang-orang terdekat, para penyintas yang terstigma juga dapat meluruskan persepsi kurang tepat tentang Covid-19 kepada masyarakat awam melalui media sosial yang dianggap efektif, seperti Facebook (FB), Twitter atau Instagram dan juga WhatsApp (WA) Group.

Melalui media tersebut, para penyintas bisa meluruskan berita-berita tidak benar tentang Covid-19, sekaligus mengingatkan orang-orang di sekitar tentang perlunya menerapkan protokol kesehatan secara baik dan benar untuk mencegah penyakit yang berpotensi berbahaya bagi orang-orang rentan, tetapi dengan protokol yang benar sebenarnya penyakit itu bisa dicegah.

Baca Juga :  Xing Fu Peduli Berbagi di Tengah Pandemi

Hal itu juga membantu untuk meluruskan hoaks yang beredar karena kita belajar untuk peduli orang lain, kita bantu, kalau kita tahu teman-teman kita kena Covid-19, jangan dijauhi tapi didukung, demikian kata Retno. (ant)

Most Read

Artikel Terbaru

/