alexametrics
25 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

UEA Bantu Indonesia Rp11,5 Miliar

Ditujukan untuk Tenaga Medis

JAKARTA – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri menerima bantuan dari Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) kemarin (28/4). Bantuan yang diberikan berupa alat-alat kesehatan yang terdiri dari Alat Pelindung Diri (APD), masker, hand sanitizer dan lainnya senilai Rp11,5 miliar. Seluruhnya digunakan untuk penanggulangan Covid-19.

Direktur Timur Tengah Kementerian Luar Negeri Achmad Rizal Purnama mengatakan bahwa bantuan ini adalah bukti jalinan persahabatan antara Indonesia dan UEA. ”Dalam menghadapi masa sulit seperti ini, kolaborasi internasional tetap harus dilakukan. Ini dibuktikan dengan datangnya bantuan dari UEA,” ungkapnya Achmad.

Bantuan yang diberikan pemerintah UEA senilai Rp11,5 miliar tersebut berupa peralatan medis untuk mendukung penanganan pandemi COVID – 19. Rinciannya yakni baju APD 100.000 buah, sarung tangan 500.000 pasang, masker 50.000 buah, pelindung sepatu 30.000, dan sanitizer 20.000 botol. Bantuan yang tiba pada kemarin dini hari pukul 02.35 WIB dengan penerbangan Etihad Airways. Bantuan tersebut akan segera didistribusikan oleh Gugus Tugas Nasional.

Baca Juga :  BRI Dorong Petani Jeruk Naik Kelas dengan Pendampingan Usaha dan Suntikan Modal

Pesawat pengangkut bantuan seberat 20 ton itu tidak hanya mengirimkan bantuan peralatan medis, tetapi Pemerintah UEA juga akan mengangkut pembelian buah dan sayur dari petani Indonesia. Menurutnya ini sangat membantu perekonomian lokal dan UMKM di tanah air.

Sementera itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Oscar Primadi menyampaikan bahwa bantuan peralatan kesehatan menunjukkan kepedulian terhadap tenaga kesehatan. ”Ini akan menjadikan semangat kami untuk tetap bersama-sama, untuk tetap bersatu menghadapi COVID-19 ini,” kata Oscar.

Pada kesempatan itu, Dubes Abdulla Salem menyampaikan bahwa bantuan dari Pemerintah UEA ini merupakan bentuk solidaritas dan simpati terhadap masyarakat Indonesia yang sedang berada di masa krisis yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2.  (lyn)

Baca Juga :  Deteksi 10 Kasus Varian Baru B177

Ditujukan untuk Tenaga Medis

JAKARTA – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri menerima bantuan dari Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) kemarin (28/4). Bantuan yang diberikan berupa alat-alat kesehatan yang terdiri dari Alat Pelindung Diri (APD), masker, hand sanitizer dan lainnya senilai Rp11,5 miliar. Seluruhnya digunakan untuk penanggulangan Covid-19.

Direktur Timur Tengah Kementerian Luar Negeri Achmad Rizal Purnama mengatakan bahwa bantuan ini adalah bukti jalinan persahabatan antara Indonesia dan UEA. ”Dalam menghadapi masa sulit seperti ini, kolaborasi internasional tetap harus dilakukan. Ini dibuktikan dengan datangnya bantuan dari UEA,” ungkapnya Achmad.

Bantuan yang diberikan pemerintah UEA senilai Rp11,5 miliar tersebut berupa peralatan medis untuk mendukung penanganan pandemi COVID – 19. Rinciannya yakni baju APD 100.000 buah, sarung tangan 500.000 pasang, masker 50.000 buah, pelindung sepatu 30.000, dan sanitizer 20.000 botol. Bantuan yang tiba pada kemarin dini hari pukul 02.35 WIB dengan penerbangan Etihad Airways. Bantuan tersebut akan segera didistribusikan oleh Gugus Tugas Nasional.

Baca Juga :  Kasus Harian Covid-19 di Kalimantan Barat Masih Tinggi

Pesawat pengangkut bantuan seberat 20 ton itu tidak hanya mengirimkan bantuan peralatan medis, tetapi Pemerintah UEA juga akan mengangkut pembelian buah dan sayur dari petani Indonesia. Menurutnya ini sangat membantu perekonomian lokal dan UMKM di tanah air.

Sementera itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Oscar Primadi menyampaikan bahwa bantuan peralatan kesehatan menunjukkan kepedulian terhadap tenaga kesehatan. ”Ini akan menjadikan semangat kami untuk tetap bersama-sama, untuk tetap bersatu menghadapi COVID-19 ini,” kata Oscar.

Pada kesempatan itu, Dubes Abdulla Salem menyampaikan bahwa bantuan dari Pemerintah UEA ini merupakan bentuk solidaritas dan simpati terhadap masyarakat Indonesia yang sedang berada di masa krisis yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2.  (lyn)

Baca Juga :  BRI Dorong Petani Jeruk Naik Kelas dengan Pendampingan Usaha dan Suntikan Modal

Most Read

Artikel Terbaru

/