alexametrics
25 C
Pontianak
Sunday, May 29, 2022

Tersangka Teriaki Novel Pengkhianat

KEBAYORAN BARU – Dua orang tersangka penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan digiring anggota Ditreskrimum Polda Metro Jaya menuju Bareskrim Polri, kemarin sore (28/12). Rencananya RB dan RM akan menjalani penahanan selama 20 hari ke depan.

Tidak ada tanda penyesalan dari ke dua tersangka saat dibawa menuju mobil tahanan Polda Metro Jaya. Bahkan satu tersangka , RB sempat berteriak jika Novel merupakan seorang penghianat. “Tolong dicatat saya enggak suka sama Novel karena dia penghianat,” ucap RB kemudian masuk ke mobil.

Entah apa maksud dari kata-kata RB. Sebab dia tidak menjelaskan secara rinci alasan dia mengatakan jika Novel merupakan penghianat. Karopenmas Polri Brigjen Pol Argo Yuwono mengatakan, pihaknya sudah rampung memeriksa dua tersangka tersebut.

“Tadi temen temen udah ngeliat sendiri ya bahwa pada jam 14.26 ini di jam saya ya, jadi pelaku yang diduga melakukan penyiraman terhadap saudara Novel hari ini setelah dilakukan pemeriksaan dibawa ke Bareskrim Polri,” jelas dia.

Dibawanya dua orang tersangka ke Bareskrim Polri juga berbarengan dengan masa penahanan yang bersangkutan sebagai tersangka selama 20 hari ke depan. “Mulai hari ini juga bahwa tersangka sudah dilakukan penahanan. Kita tahan 20 hari kedepan,” ucap Argo.

Baca Juga :  Korban PHK Dapat Insentif Rp 1 Juta

Penahanan kepada kedua tersangka itu sebut dia, juga dilakukan dengan proses penyelidikan yang terus berlanjut. Argo sendiri berharap jika kasus ini dapat segera tuntas. “Tentunya juga nanti masih melalui proses-proses penyidikan yang lain. Nanti penyidik akan segera menyelesaikan dari pada kasus ini,” terang mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini.

Sayangnya Argo masih belum menjelaskan hasil pemeriksaan yang dilakukan pihaknya selama lebih dari 24 jam itu. Semua motif yang dilakukan ke dua tersangka melakukan penyiraman air keras kata dia, baru dapat diketahui pada proses persidangan.

“Ya tentunya ya semuanya motif ditanyakan baik itu mengenai masalah, motif pun ditanyakan, kronologisnya ditanyakan semuanya ya. Tapi ini polisi itu bukannya untuk menghakimi bukan, tapi membuktikan. makanya hasil dari pada pembuktian ini akan digunakan di sidang pengadilan,” kata dia.

Dia juga tidak menjawab tentang pangkat dan satuan dua orang tersangka itu. Termasuk adakah peran oknum polisi lainnya dalam penyiraman air keras ke  Novel. “Tadi sudah dijelaskan Kabareskrim dan bapak Kapolri bahwa kita akan memproses kasus ini. Memang seandainya nanti ada fakta hukum ya memang ada keterlibatan orang lain ya akan kita proses ya. kita enggak pandang bulu lah kita proses ini,” ucap dia.

Baca Juga :  KPK Sidik PT Antam dan Loco Montrado

Dua orang tersangka ini kata dia memiliki peran masing-masing dalam penyiraman air keras kepada Novel Baswedan. Tersangka RB yang sempat mengumpat tentang Novel merupakan pelaku penyiraman, sedangkan RM merupakan yang membawa kendaraan. “Yang siram RB,” kata dia.

Sebelumnya diberitakan, ebih dari dua tahun mangkrak, Kepolisian akhirnya berhasil mengamankan dua orang tersangka kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan. Dua orang anggota Polri aktif berinisial RM dan RB akhirnya diamankan Kamis malam (26/12), di kawasan Cimanggis, Kota Depok karena diduga merupakan pelaku.

Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit mengatakan, kedua orang itu juga sudah ditetapkan sebagai tersangka. “Dari tim teknis telah menemukan informasi yang signifikan dan info tersebut kita dalami. Tadi malam kami tim teknis bekerjasama dengan Kakor Brimob telah mengamankan pelaku yang diduga melakukan penyiraman saudara NB. Jadi pelaku ada dua orang inisial RM dan RB. Polri aktif,” beber dia di Mapolda Metro Jaya, kemarin.

Listyo masih enggan mengungkapkan penanganan itu lebih gamblang. Namun, Listyo memastikan jika tersangka diamankan bukan menyerahkan diri. “Kami amankan ya, dan dibawa ke Polda Metro Jaya,” jelas dia. (bry)

KEBAYORAN BARU – Dua orang tersangka penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan digiring anggota Ditreskrimum Polda Metro Jaya menuju Bareskrim Polri, kemarin sore (28/12). Rencananya RB dan RM akan menjalani penahanan selama 20 hari ke depan.

Tidak ada tanda penyesalan dari ke dua tersangka saat dibawa menuju mobil tahanan Polda Metro Jaya. Bahkan satu tersangka , RB sempat berteriak jika Novel merupakan seorang penghianat. “Tolong dicatat saya enggak suka sama Novel karena dia penghianat,” ucap RB kemudian masuk ke mobil.

Entah apa maksud dari kata-kata RB. Sebab dia tidak menjelaskan secara rinci alasan dia mengatakan jika Novel merupakan penghianat. Karopenmas Polri Brigjen Pol Argo Yuwono mengatakan, pihaknya sudah rampung memeriksa dua tersangka tersebut.

“Tadi temen temen udah ngeliat sendiri ya bahwa pada jam 14.26 ini di jam saya ya, jadi pelaku yang diduga melakukan penyiraman terhadap saudara Novel hari ini setelah dilakukan pemeriksaan dibawa ke Bareskrim Polri,” jelas dia.

Dibawanya dua orang tersangka ke Bareskrim Polri juga berbarengan dengan masa penahanan yang bersangkutan sebagai tersangka selama 20 hari ke depan. “Mulai hari ini juga bahwa tersangka sudah dilakukan penahanan. Kita tahan 20 hari kedepan,” ucap Argo.

Baca Juga :  Novel Baswedan: Dokter Mata yang Merawat Saya Terbaik di Dunia

Penahanan kepada kedua tersangka itu sebut dia, juga dilakukan dengan proses penyelidikan yang terus berlanjut. Argo sendiri berharap jika kasus ini dapat segera tuntas. “Tentunya juga nanti masih melalui proses-proses penyidikan yang lain. Nanti penyidik akan segera menyelesaikan dari pada kasus ini,” terang mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini.

Sayangnya Argo masih belum menjelaskan hasil pemeriksaan yang dilakukan pihaknya selama lebih dari 24 jam itu. Semua motif yang dilakukan ke dua tersangka melakukan penyiraman air keras kata dia, baru dapat diketahui pada proses persidangan.

“Ya tentunya ya semuanya motif ditanyakan baik itu mengenai masalah, motif pun ditanyakan, kronologisnya ditanyakan semuanya ya. Tapi ini polisi itu bukannya untuk menghakimi bukan, tapi membuktikan. makanya hasil dari pada pembuktian ini akan digunakan di sidang pengadilan,” kata dia.

Dia juga tidak menjawab tentang pangkat dan satuan dua orang tersangka itu. Termasuk adakah peran oknum polisi lainnya dalam penyiraman air keras ke  Novel. “Tadi sudah dijelaskan Kabareskrim dan bapak Kapolri bahwa kita akan memproses kasus ini. Memang seandainya nanti ada fakta hukum ya memang ada keterlibatan orang lain ya akan kita proses ya. kita enggak pandang bulu lah kita proses ini,” ucap dia.

Baca Juga :  Usai Dicopot, Brigjen Prasetyo Langsung Ditahan

Dua orang tersangka ini kata dia memiliki peran masing-masing dalam penyiraman air keras kepada Novel Baswedan. Tersangka RB yang sempat mengumpat tentang Novel merupakan pelaku penyiraman, sedangkan RM merupakan yang membawa kendaraan. “Yang siram RB,” kata dia.

Sebelumnya diberitakan, ebih dari dua tahun mangkrak, Kepolisian akhirnya berhasil mengamankan dua orang tersangka kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan. Dua orang anggota Polri aktif berinisial RM dan RB akhirnya diamankan Kamis malam (26/12), di kawasan Cimanggis, Kota Depok karena diduga merupakan pelaku.

Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit mengatakan, kedua orang itu juga sudah ditetapkan sebagai tersangka. “Dari tim teknis telah menemukan informasi yang signifikan dan info tersebut kita dalami. Tadi malam kami tim teknis bekerjasama dengan Kakor Brimob telah mengamankan pelaku yang diduga melakukan penyiraman saudara NB. Jadi pelaku ada dua orang inisial RM dan RB. Polri aktif,” beber dia di Mapolda Metro Jaya, kemarin.

Listyo masih enggan mengungkapkan penanganan itu lebih gamblang. Namun, Listyo memastikan jika tersangka diamankan bukan menyerahkan diri. “Kami amankan ya, dan dibawa ke Polda Metro Jaya,” jelas dia. (bry)

Most Read

Artikel Terbaru

/