alexametrics
33.9 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Kirim Naskah Pekan Ini

RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja (CLK) segera masuk ke parlemen. Presiden Joko Widodo segera menerbitkan Surpres sebagai landasan untuk mengirim RUU tersebut ke Gedung dewan. Untuk selanjutnya dibahas dalam rapat-rapat di parlemen. Naskah RUU tersebut juga bakal segera dikirim.

Kemarin (28/1), Presiden memanggil sejumlah menterinya dalam sebuah rapat internal untuk membahas finalisasi RUU CLK. ’’Diharapkan akhir bulan ini Surpres dikirim ke DPR,’’ terang Menko Perekonomian Airlangga Hartarto usai rapat di kompleks istana kepresidenan kemarin. Artinya, dalam pekan ini naskah RUU tersebut sudah tiba di DPR.

Menurut dia, rapat tersebut membahas hal-hal strategis yang berkaitan dengan penciptaan lapangan kerja. Termasuk di dalamnya perlindungan terhadap UMKM. ’’Perlindungan UMKM nanti masuk dalam prioritas list. Itu teknis,’’ lanjut pria yang juga Ketua Umum Partai Golkar itu. UMKM, tuturnya, akan diberikan sector-sektor tertentu yang hanya ditugaskan kepada UMKM.

Baca Juga :  Mudik Lebaran, Mobilitas Meningkat, Kasus Covid-19 Tetap Terkendali

Sementara, terkait buruh, Airlangga memastikan benefit terhadap buruh ditambah. Salah satunya, bagi buruh yang terkena PHK. ’’Apabila ada PHK, maka akan ada jaminan terhadap kehilangan pekerjaan, itu ada tambahan,’’ tuturnya. Pun demikian dengan pesangon, bakal ada reformulasi pesangon. Namun, Airlangga enggan menjelaskannya lebih detail.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono menambahkan, draft RUU sedang dikebut oleh pihaknya. Ditargetkan, rampung dalam beberapa hari ke depan. Setelahnya, draft akan dikirim ke gedung dewan di minggu ini.

“Sesuai janji kita, setelah itu naskah akademis maupun draft RUU akan disampaikan ke publik,” ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, kemarin.

Ditemui secara terpisah, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Panjaitan menekankan bahwa RUU CLK melalui mekanisme omnibus law ini bukan untuk menang-menangan. Namun membuat harmoni.

Baca Juga :  Menpora Amali Jelaskan DBON Resmi Miliki Payung Hukum Perpres

Oleh sebab itu, dia menegaskan, bahwa semua masukan bakal didengar. Hal itu juga sudah ditekankan oleh presiden dalam ratas-ratas sebelumnya. Sosialiasai dan suara di bawah harus didengar. Kalau memang ada yang terlewat, bisa diperbaiki sambil jalan.

“Karena tujuannya adalah membuat semua senang,” katanya.

Luhut menjelaskan, omnibus law ini akan sangat berpengaruh terhadap Foreign direct investment (FDI) ke Indonesia. Sinyal-sinyal itu pun sudah nampak dari kunjungannya ke Swiss beberapa waktu lalu.

Menurutnya, banyak investor yang berebut bertemu dengannya karena tertarik untuk berinvestasi di Indonesia. Dalam kesempatan itu, mereka mengatakan telah mendengar mengenai omnibus law yang sedang dirancang pemerintah. “Dan mereka menanyakan mengenai esensinya omnibus law ini sendiri. Saya jelaskan pada mereka dan itu betul-betul sangat menarik,” paparnya. (byu/mia)

RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja (CLK) segera masuk ke parlemen. Presiden Joko Widodo segera menerbitkan Surpres sebagai landasan untuk mengirim RUU tersebut ke Gedung dewan. Untuk selanjutnya dibahas dalam rapat-rapat di parlemen. Naskah RUU tersebut juga bakal segera dikirim.

Kemarin (28/1), Presiden memanggil sejumlah menterinya dalam sebuah rapat internal untuk membahas finalisasi RUU CLK. ’’Diharapkan akhir bulan ini Surpres dikirim ke DPR,’’ terang Menko Perekonomian Airlangga Hartarto usai rapat di kompleks istana kepresidenan kemarin. Artinya, dalam pekan ini naskah RUU tersebut sudah tiba di DPR.

Menurut dia, rapat tersebut membahas hal-hal strategis yang berkaitan dengan penciptaan lapangan kerja. Termasuk di dalamnya perlindungan terhadap UMKM. ’’Perlindungan UMKM nanti masuk dalam prioritas list. Itu teknis,’’ lanjut pria yang juga Ketua Umum Partai Golkar itu. UMKM, tuturnya, akan diberikan sector-sektor tertentu yang hanya ditugaskan kepada UMKM.

Baca Juga :  Prestasi Internasional, BRI Borong 3 Penghargaan Alpha South East Asia 2022

Sementara, terkait buruh, Airlangga memastikan benefit terhadap buruh ditambah. Salah satunya, bagi buruh yang terkena PHK. ’’Apabila ada PHK, maka akan ada jaminan terhadap kehilangan pekerjaan, itu ada tambahan,’’ tuturnya. Pun demikian dengan pesangon, bakal ada reformulasi pesangon. Namun, Airlangga enggan menjelaskannya lebih detail.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono menambahkan, draft RUU sedang dikebut oleh pihaknya. Ditargetkan, rampung dalam beberapa hari ke depan. Setelahnya, draft akan dikirim ke gedung dewan di minggu ini.

“Sesuai janji kita, setelah itu naskah akademis maupun draft RUU akan disampaikan ke publik,” ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, kemarin.

Ditemui secara terpisah, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Panjaitan menekankan bahwa RUU CLK melalui mekanisme omnibus law ini bukan untuk menang-menangan. Namun membuat harmoni.

Baca Juga :  Momen Indonesia dalam Satu Dekade

Oleh sebab itu, dia menegaskan, bahwa semua masukan bakal didengar. Hal itu juga sudah ditekankan oleh presiden dalam ratas-ratas sebelumnya. Sosialiasai dan suara di bawah harus didengar. Kalau memang ada yang terlewat, bisa diperbaiki sambil jalan.

“Karena tujuannya adalah membuat semua senang,” katanya.

Luhut menjelaskan, omnibus law ini akan sangat berpengaruh terhadap Foreign direct investment (FDI) ke Indonesia. Sinyal-sinyal itu pun sudah nampak dari kunjungannya ke Swiss beberapa waktu lalu.

Menurutnya, banyak investor yang berebut bertemu dengannya karena tertarik untuk berinvestasi di Indonesia. Dalam kesempatan itu, mereka mengatakan telah mendengar mengenai omnibus law yang sedang dirancang pemerintah. “Dan mereka menanyakan mengenai esensinya omnibus law ini sendiri. Saya jelaskan pada mereka dan itu betul-betul sangat menarik,” paparnya. (byu/mia)

Most Read

Artikel Terbaru

/