alexametrics
27.8 C
Pontianak
Tuesday, July 5, 2022

Dari Korea Selatan, Serukan Dialog untuk Perdamaian di Myanmar

Sebuah LSM internasional bernama HWPL, yang berkantor pusat di Korea Selatan dan berafiliasi dengan ECOSOC PBB, mengeluarkan pernyataan yang mengungkapkan keprihatinan mendalam tentang krisis hak asasi manusia yang timbul dari kudeta militer baru-baru ini dan protes massal di Myanmar. HWPL meminta masyarakat internasional untuk bergabung dalam upaya mendukung pendekatan damai untuk menyelesaikan konflik di Myanmar saat ini.

Pada “Pernyataan HWPL tentang Krisis Hak Asasi Manusia di Myanmar”, organisasi tersebut telah menyerukan masyarakat internasional untuk menyatakan dukungan mereka agar konflik tersebut dapat diselesaikan melalui saluran dialog antara otoritas militer dan masyarakat sipil.

“Tindakan militer Myanmar baru-baru ini untuk menekan aksi unjuk rasa masyarakat tanpa kekerasan telah menyebabkan banyak korban tewas,” ujar HWPL dalam pernyataan resminya. “Nyawa manusia tidak boleh diremehkan dalam keadaan apa pun. Tidak ada konflik kepentingan yang dapat membenarkan kekerasan terhadap warga sipil, dan tidak ada kepentingan kelompok mana pun yang dapat lebih diutamakan daripada nyawa manusia.” ungkapnya.

Baca Juga :  Perdamaian Institusional Hindari Ancaman Konflik Global

HWPL telah meminta para pihak yang bersangkutan di Myanmar untuk menyelesaikan krisis melalui konsensus berdasarkan rasa saling menghormati dan memahami, serta menghadiri acara dialog untuk penyelesaian secara damai. Selain itu, HWPL minta para anggota keluarga perdamaian di seluruh dunia untuk mengeluarkan pernyataan yang mendesak para pihak berwenang dan warga sipil di Myanmar untuk melanjutkan dialog dan mencari solusi damai untuk memulihkan perdamaian di negara itu.

Seorang insan media selaku kepala Kantor Berita Mon News Agenci di Myanmar, Kasauh Mon mengatakan bahwa jumlah korban tewas dalam aksi demonstrasi telah melebihi 200 orang, dan sekitar 2.000 orang sudah ditangkap oleh otoritas militer. “Kami, rakyat Myanmar sangat senang dengan dukungan dari HWPL dan rakyat Korea terhadap gerakan pendemokrasian dan perdamaian kami. Saat ini, kami minta masyarakat internasional untuk mendesak militer menghentikan tindakan keras yang kejam terhadap para pengunjuk rasa damai,” ujarnya.

Baca Juga :  Subsidi Listrik 450 VA dan 900 VA Berlanjut

Selama lima tahun terakhir, desakan masyarakat sipil internasional yang dipimpin oleh HWPL untuk membangun perdamaian, telah menunjukkan dukungan dan inisiatif baik di tingkat nasional maupun tingkat internasional. Organisasi tersebut telah mengumpulkan lebih dari 730.000 pucuk surat yang ditulis oleh warga masyarakat dari 176 negara untuk menyerukan pembangunan perdamaian di setiap negara sehingga pemerintah dan pemimpin sosial telah menyatakan dukungan dan kehadiran mereka.**

Sebuah LSM internasional bernama HWPL, yang berkantor pusat di Korea Selatan dan berafiliasi dengan ECOSOC PBB, mengeluarkan pernyataan yang mengungkapkan keprihatinan mendalam tentang krisis hak asasi manusia yang timbul dari kudeta militer baru-baru ini dan protes massal di Myanmar. HWPL meminta masyarakat internasional untuk bergabung dalam upaya mendukung pendekatan damai untuk menyelesaikan konflik di Myanmar saat ini.

Pada “Pernyataan HWPL tentang Krisis Hak Asasi Manusia di Myanmar”, organisasi tersebut telah menyerukan masyarakat internasional untuk menyatakan dukungan mereka agar konflik tersebut dapat diselesaikan melalui saluran dialog antara otoritas militer dan masyarakat sipil.

“Tindakan militer Myanmar baru-baru ini untuk menekan aksi unjuk rasa masyarakat tanpa kekerasan telah menyebabkan banyak korban tewas,” ujar HWPL dalam pernyataan resminya. “Nyawa manusia tidak boleh diremehkan dalam keadaan apa pun. Tidak ada konflik kepentingan yang dapat membenarkan kekerasan terhadap warga sipil, dan tidak ada kepentingan kelompok mana pun yang dapat lebih diutamakan daripada nyawa manusia.” ungkapnya.

Baca Juga :  Gelar Kegiatan Pertemuan Koordinasi dengan PIPP

HWPL telah meminta para pihak yang bersangkutan di Myanmar untuk menyelesaikan krisis melalui konsensus berdasarkan rasa saling menghormati dan memahami, serta menghadiri acara dialog untuk penyelesaian secara damai. Selain itu, HWPL minta para anggota keluarga perdamaian di seluruh dunia untuk mengeluarkan pernyataan yang mendesak para pihak berwenang dan warga sipil di Myanmar untuk melanjutkan dialog dan mencari solusi damai untuk memulihkan perdamaian di negara itu.

Seorang insan media selaku kepala Kantor Berita Mon News Agenci di Myanmar, Kasauh Mon mengatakan bahwa jumlah korban tewas dalam aksi demonstrasi telah melebihi 200 orang, dan sekitar 2.000 orang sudah ditangkap oleh otoritas militer. “Kami, rakyat Myanmar sangat senang dengan dukungan dari HWPL dan rakyat Korea terhadap gerakan pendemokrasian dan perdamaian kami. Saat ini, kami minta masyarakat internasional untuk mendesak militer menghentikan tindakan keras yang kejam terhadap para pengunjuk rasa damai,” ujarnya.

Baca Juga :  Anies Baswedan Layani Tenaga Medis Covid-19 dengan Hotel Standar VIP

Selama lima tahun terakhir, desakan masyarakat sipil internasional yang dipimpin oleh HWPL untuk membangun perdamaian, telah menunjukkan dukungan dan inisiatif baik di tingkat nasional maupun tingkat internasional. Organisasi tersebut telah mengumpulkan lebih dari 730.000 pucuk surat yang ditulis oleh warga masyarakat dari 176 negara untuk menyerukan pembangunan perdamaian di setiap negara sehingga pemerintah dan pemimpin sosial telah menyatakan dukungan dan kehadiran mereka.**

Most Read

Artikel Terbaru

/