Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Didik Rachbini: Danantara Diharapkan Dorong Ekonomi RI Melompat ke Kancah Global

A'an • Selasa, 25 Februari 2025 | 10:11 WIB
Gedung Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) di Jakarta, Jumat (7/2/2025).
Gedung Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) di Jakarta, Jumat (7/2/2025).

PONTIANAK POST - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) diharapkan bisa memberi daya dorong pada peningkatan pertumbuhan ekonomi RI yang lebih tinggi. Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Didik Rachbini menggarisbawahi agar Danantara tidak hanya bermain di kancah lokal. Apalagi, lanjut Didik, ada tujuh BUMN besar yang masuk dalam Danantara. Tujuh BUMN tersebut juga telah menguasai pangsa pasar di tanah air.

”Danantara ini dalam visi ke depan seharusnya bisa membawa ekonomi Indonesia melompat ke global. Sehingga target 8 persen harus menuju ke sana, tidak seperti sekarang. APBN (saat ini) saja target ekonominya masih 5 persen, padahal janji politiknya 8 persen,” ujarnya dalam diskusi di Jakarta kemarin (24/2).

Didik melanjutkan, Danantara tidak boleh hanya berfungsi sebagai superholding yang mengelola kumpulan perusahaan tanpa strategi investasi yang jelas. Jika hanya berfokus pada pengelolaan aset domestik tanpa mendorong ekspansi global, dampak terhadap perekonomian akan terbatas.

”Danantara tidak boleh hanya bermain di pasar lokal. Harus ada strategi untuk memperkuat ekspor dan daya saing industri nasional, seperti yang dilakukan Vietnam dan Tiongkok dalam mendorong industrialisasi,” katanya.

Peneliti bidang ekonomi The Indonesian Institute Center for Public Policy Research (TII) Putu Rusta Adijaya menambahkan, pengelolaan Danantara harus dilakukan dengan mematuhi prinsip-prinsip keterbukaan, bertanggung jawab, dan kehati-kehatian (prudent).

Dia mengatakan, masyarakat Indonesia saat ini sudah pintar. Banyak yang bisa mengakses informasi dari beragam kanal dan medsos. Informasi-informasi yang ada, termasuk kejadian di masa lalu, akan membentuk ekspektasi ekonomi. Sayangnya, menurut dia, ekspektasi ekonomi masyarakat saat ini dapat dikatakan tidak baik-baik saja. Ini, misalnya, terlihat dari tagar #KaburAjaDulu dan #IndonesiaGelap.

’’Maka dari itu, pengelolaan Danantara nanti harus berdasarkan prinsip transparan, bertanggung jawab, prudent, dan dikelola oleh orang-orang berintegritas,” tegasnya kemarin (24/2).

Putu menilai, dana masif yang dikelola Danantara berpotensi menimbulkan praktik tindak pidana korupsi jika tidak dikelola oleh orang yang berintegritas dan profesional. Menurutnya, hal tersebut akan kontraintuitif dengan visi Asta Cita ke-7, yaitu memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba.

”Presiden Prabowo sendiri mengatakan bahwa korupsi di Indonesia sudah mengkhawatirkan dan bertekad memberantasnya. Karena itu, presiden harus menunjuk orang-orang yang punya integritas tinggi, jujur, dan profesional untuk memimpin Danantara,’’ katanya.

Putu juga mengimbau pemerintah untuk memperbaiki ekspektasi ekonomi masyarakat Indonesia melalui kebijakan efisiensi yang diimplementasi. Menurutnya, ekspektasi ekonomi dapat memengaruhi perekonomian. Jika masyarakat berekspektasi ekonomi Indonesia baik-baik saja, akan terjadi spending yang meningkatkan permintaan barang dan jasa. Muaranya adalah pertumbuhan ekonomi.

’’Pemangku kepentingan juga perlu mengomunikasikan kebijakan-kebijakan dengan efektif, jelas, serta jujur guna menjaga kepercayaan dan semangat optimisme ekspektasi ekonomi,’’ ujar Putu. (dee/c19/oni)

Editor : A'an
#ekonomi global #Aset Negara #Danantara