Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Garuda Futsal Runner-up Asia, Hector Souto Siapkan Langkah Besar Menuju Level Dunia

Hanif PP • Senin, 9 Februari 2026 | 12:09 WIB

 

GOL: Reza Gunawan (kiri) merayakan gol ke gawang Iran dalam final Piala Asia Futsal di Indonesia Arena, Jakarta (7/2/2026).
GOL: Reza Gunawan (kiri) merayakan gol ke gawang Iran dalam final Piala Asia Futsal di Indonesia Arena, Jakarta (7/2/2026).

PONTIANAK POST - Seusai final Piala Asia Futsal 2026 di Indonesia Arena, Jakarta, Hector Souto berdiri dengan mata berkaca-kaca. Tapi, itu sama sekali bukan air mata kesedihan karena anak buahnya baru saja kalah adu penalti 3-5 setelah bermain imbang 4-4 di waktu normal dan perpanjangan waktu.

Sebaliknya, itu tangis keharuan dan kebanggaan. Muhammad Iqbal dkk baru saja memaksa Iran, tim peringkat kelima dunia dan peraih 14 gelar Piala Asia (sebelum 2026), menjalani pertandingan tersulit mereka. Padahal, itu final pertama mereka, melampaui capaian terbaik sebelumnya pada edisi 2022 yang sampai perempat final. 

"Pertama-tama saya ingin mengucapkan selamat kepada para pemain. Mereka melakukan pekerjaan yang luar biasa," ujar Souto dalam konferensi pers seusai laga pada Sabtu (7/2) malam lalu itu.

Pelatih asal Spanyol itu menyebut perjalanan tim asuhannya sebagai sesuatu yang nyaris tak masuk akal. Sebagian pemain telah bekerja bersamanya selama bertahun-tahun. Sebagian lainnya baru sekitar satu setengah tahun. Namun, hasilnya melampaui ekspektasi siapa pun.

"Jika ada yang bilang kami akan sampai final, punya peluang menang di 40 menit, di extra time, bahkan sampai penalti keempat, mungkin tidak ada yang percaya," katanya.

Mantan pelatih Bintang Timur Surabaya itu menyoroti kekuatan mental timnya sebagai fondasi utama. Menurut dia, Indonesia adalah tim paling kuat secara mental pada turnamen ini.

Kemudian, secara taktik, Indonesia mampu bertahan dan menyerang dengan disiplin. Namun, kualitas individu Iran yang berisi pemain kelas dunia tetap menciptakan celah-celah berbahaya.

Ke depan, Souto menilai Indonesia harus meningkatkan build-up dan sistem menyerang. Ia menyoroti perbedaan tempo antara liga domestik dan Asia Tenggara dengan level Asia yang jauh lebih cepat.

"Kami harus terus berkembang. Tapi, hari ini, melawan Iran, kami benar-benar bisa bersaing," terangnya.

Tentang target berikutnya, Souto memilih merendah. Ia mengingatkan bahwa sepak terjang turnamen juga ditentukan momentum. "Kita harus rendah hati. Jika turnamen ini diulang 15 hari lagi, mungkin hasilnya berbeda," ungkap pelatih 44 tahun tersebut.

Tantangan Struktural

Dia juga menyinggung tantangan struktural futsal Indonesia. Mulai dari kualitas pemain hingga fasilitas dasar di level akar rumput. "Lapangan dan permukaan latihan kita belum mendukung kecepatan permainan seperti di parquet," ungkapnya.

Meski begitu, Souto menegaskan kebanggaan tetap harus dirayakan. Indonesia nyaris menciptakan sejarah: juara Asia pertama di luar Iran dan Jepang. "Kita harus bangga, tapi tetap membumi," katanya.

Ketua Umum Federasi Futsal Indonesia (FFI) Michael Sianipar juga tidak kecewa seusai Garuda gagal di final. Ia menekankan bahwa dukungan pemerintah, Kemenpora, dan PSSI akan menjadi modal penting untuk terus berbenah.

"Kalau kita bicara futsal mau ke level dunia, ya ini tantangan-tantangannya," katanya.

Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyampaikan bahwa AFC memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan turnamen. "Mereka bilang ini final terbaik yang pernah mereka lihat. Bukan hanya dari pertandingan, tapi juga atmosfer dan penonton," ucap Erick.

Bahkan, muncul wacana besar: Indonesia mencoba mengajukan diri sebagai tuan rumah Kejuaraan Dunia Futsal di masa depan. "Siapa tahu bisa. Namanya juga usaha," ujar Erick.

Pada Sabtu malam itu, Indonesia memang kalah adu penalti. Tapi, futsal Indonesia menang dalam hal yang lebih penting: keyakinan bahwa mimpi besar itu kini nyata dan bisa diraih. Dan, seperti kata Hector Souto dengan penuh emosi: "Saya bangga." (*/ttg)

Editor : Hanif
#Ukir Sejarah #timnas futsal indonesia #pembenahan #iran #Piala Asia 2026 #level dunia #finalis