alexametrics
29 C
Pontianak
Thursday, May 26, 2022

Berpotensi Lanjutkan Dominasi

Rider Penunggang Motor Honda Menuju Musim 2020

MARC Marquez menjadi penguasa MotoGP dalam tiga tahun terakhir. Bersama Repsol Honda, rider Spanyol itu masih diunggulkan untuk menjaga status quo. Sekaligus mengejar gelar ketujuh di kelas premier musim 2020.

DI era balap modern, Marc Marquez membuat Honda kembali menjadi penguasa MotoGP. Sejak naik ke kelas premier pada musim 2013, rider 27 tahun itu tidak butuh waktu lama untuk bersinar. Pada momen rookie-nya, Marc langsung menjadi juara di akhir musim.

Tahun ini adalah musim kedelapannya di MotoGP. Seperti biasa, Marc masih diunggulkan. Meskipun di awal musim ini dia mendapatkan sejumlah masalah. Mulai dari kondisi fisiknya yang belum 100 persen prima pasca operasi bahu kanan, hingga settingan RC213V miliknya yang belum solid menuju race pembuka di GP Qatar pekan depan (8/3).

Tetapi, masalah itu dihadapi dengan serius. Marc adalah sosok perfeksionis dan pekerja keras. Di tengah kesulitan, dia tetap mencoba all out di setiap kesempatan. terDua kali tes pramusim di Sepang dan Qatar memperlihatkan kesungguhan dia. Pada dua kesempatan tersebut, Marc tidak bisa menghindari dari situasi terjatuh baik di Sirkuit Sepang dan Losail.

Baca Juga :  Marquez Kian Dekat Juara Dunia

“Tes tersebut digunakan untuk hal hal seperti ini, aku harus menemukan cara untuk keluar dari kesulitan,” katanya sebagaimana dikutip GP One. Selama dua kesempatan tes, Marc memang belum mampu menembus fastest lap. Namun, setidaknya ada perkembangan positif yang bisa menjadi modal buat dia menyongsong race perdana musim ini.

Marc mengakui motor Honda 2020 memang tidak sekomplet Yamaha yang mendominasi tes pramusim. “Motor M1 (Yamaha) tidak kehilangan kecepatan ketika di tikungan dan meningkat ketika berada di top speed,” terang Marquez. Sedangkan Ducati juga kembali mendapatkan kecepatan, adapun Suzuki punya dua pembalap Alex Rins dan Joan Mir yang bakal lebih kompetitif musim ini.

“Kalau kami, aku tidak bisa mengatakan terlalu banyak. Waktu dan saat race akan menjawab level kami,” lanjutnya. Marc sempat menggunakan motor edisi 2019 di sela-sela tes pramusim Qatar. Upaya tersebut dilakukan untuk mengurai masalah dan menemukan solusi terbaik.

Baca Juga :  Tour de France, Ngotot Balapan Terbuka

Selain itu, tim mekanik Honda juga mengombinasikan part aerodinamika musim lalu dan disesuaikan dengan desain 2020. “Aku pikir situasi kami tidak seburuk pada tes hari kedua di Qatar. Saya belum 100 persen secara fisik, tetapi kami siap untuk memulai musim,” papar kakak kandung Alex. Marc dan Alex bakal berbagi paddock untuk musim ini.

Di sisi lain, LCR Honda masih mempertahankan komposisi rider musim lalu. Yakni pembalap berpengalaman Cal Crutchlow dan rider Jepang Takaaki Nakagami. Dia mengatakan kondisi bahu kanannya meningkat sigifikan pasca menjalani tes pramusim. “Aku senang karena rasa sakitnya berkurang,” ucap rider 28 tahun tersebut sebagaimana dikutip Crash.

Sementara itu, rekan setim Nakagami, Crutchlow menyebut ban baru yang disuplai Michelin memberikan tantangan buat Honda. Dia juga belum mendapatkan ritme terbaik bersama Honda di ajang pramusim sebelumnya. “Aku ingin lebih cepat. Catatan terbaikku (tes Qatar) yakni dengan ban yang sudah digunakan 10 lap,” terangnya dikutip GP One. (nap)

Rider Penunggang Motor Honda Menuju Musim 2020

MARC Marquez menjadi penguasa MotoGP dalam tiga tahun terakhir. Bersama Repsol Honda, rider Spanyol itu masih diunggulkan untuk menjaga status quo. Sekaligus mengejar gelar ketujuh di kelas premier musim 2020.

DI era balap modern, Marc Marquez membuat Honda kembali menjadi penguasa MotoGP. Sejak naik ke kelas premier pada musim 2013, rider 27 tahun itu tidak butuh waktu lama untuk bersinar. Pada momen rookie-nya, Marc langsung menjadi juara di akhir musim.

Tahun ini adalah musim kedelapannya di MotoGP. Seperti biasa, Marc masih diunggulkan. Meskipun di awal musim ini dia mendapatkan sejumlah masalah. Mulai dari kondisi fisiknya yang belum 100 persen prima pasca operasi bahu kanan, hingga settingan RC213V miliknya yang belum solid menuju race pembuka di GP Qatar pekan depan (8/3).

Tetapi, masalah itu dihadapi dengan serius. Marc adalah sosok perfeksionis dan pekerja keras. Di tengah kesulitan, dia tetap mencoba all out di setiap kesempatan. terDua kali tes pramusim di Sepang dan Qatar memperlihatkan kesungguhan dia. Pada dua kesempatan tersebut, Marc tidak bisa menghindari dari situasi terjatuh baik di Sirkuit Sepang dan Losail.

Baca Juga :  Vinales di Yamaha Sampai 2022

“Tes tersebut digunakan untuk hal hal seperti ini, aku harus menemukan cara untuk keluar dari kesulitan,” katanya sebagaimana dikutip GP One. Selama dua kesempatan tes, Marc memang belum mampu menembus fastest lap. Namun, setidaknya ada perkembangan positif yang bisa menjadi modal buat dia menyongsong race perdana musim ini.

Marc mengakui motor Honda 2020 memang tidak sekomplet Yamaha yang mendominasi tes pramusim. “Motor M1 (Yamaha) tidak kehilangan kecepatan ketika di tikungan dan meningkat ketika berada di top speed,” terang Marquez. Sedangkan Ducati juga kembali mendapatkan kecepatan, adapun Suzuki punya dua pembalap Alex Rins dan Joan Mir yang bakal lebih kompetitif musim ini.

“Kalau kami, aku tidak bisa mengatakan terlalu banyak. Waktu dan saat race akan menjawab level kami,” lanjutnya. Marc sempat menggunakan motor edisi 2019 di sela-sela tes pramusim Qatar. Upaya tersebut dilakukan untuk mengurai masalah dan menemukan solusi terbaik.

Baca Juga :  Bekal Buruk Jelang Derby, Lakers Kalah 3 Kali Beruntun

Selain itu, tim mekanik Honda juga mengombinasikan part aerodinamika musim lalu dan disesuaikan dengan desain 2020. “Aku pikir situasi kami tidak seburuk pada tes hari kedua di Qatar. Saya belum 100 persen secara fisik, tetapi kami siap untuk memulai musim,” papar kakak kandung Alex. Marc dan Alex bakal berbagi paddock untuk musim ini.

Di sisi lain, LCR Honda masih mempertahankan komposisi rider musim lalu. Yakni pembalap berpengalaman Cal Crutchlow dan rider Jepang Takaaki Nakagami. Dia mengatakan kondisi bahu kanannya meningkat sigifikan pasca menjalani tes pramusim. “Aku senang karena rasa sakitnya berkurang,” ucap rider 28 tahun tersebut sebagaimana dikutip Crash.

Sementara itu, rekan setim Nakagami, Crutchlow menyebut ban baru yang disuplai Michelin memberikan tantangan buat Honda. Dia juga belum mendapatkan ritme terbaik bersama Honda di ajang pramusim sebelumnya. “Aku ingin lebih cepat. Catatan terbaikku (tes Qatar) yakni dengan ban yang sudah digunakan 10 lap,” terangnya dikutip GP One. (nap)

Most Read

Artikel Terbaru

/