alexametrics
25 C
Pontianak
Friday, May 20, 2022

FIFA Keluarkan Rusia dari Piala Dunia Qatar 2022

NYON –  Rusia dikeluarkan dari Piala Dunia setelah diskors dari semua kompetisi internasional “sampai pemberitahuan lebih lanjut”, umum FIFA dan UEFA dalam pernyataan bersama Senin waktu setempat, sementara badan sepak bola Eropa UEFA mengakhiri kemitraannya dengan raksasa energi Rusia Gazprom.

Tim putra Rusia dijadwalkan bermain dalam babak playoff kualifikasi pada Maret untuk Piala Dunia Qatar akhir tahun ini, sementara tim putrinya telah lolos ke putaran final Piala Eropa di Inggris yang akan digelar Juli.Pengumuman itu juga mempengaruhi klub-klub Rusia yang terlibat dalam kompetisi Eropa.

“FIFA dan UEFA hari ini telah memutuskan bersama bahwa semua tim Rusia, baik tim perwakilan nasional maupun klub, akan ditangguhkan dari partisipasi dalam kompetisi FIFA dan UEFA hingga pemberitahuan lebih lanjut,” kata badan sepakbola dunia dan Eropa itu dalam pernyataan bersama seperti dikutip AFP.

Tim putra Rusia dijadwalkan bermain melawan Polandia pada babak semifinal playoff kualifikasi Piala Dunia pada 24 Maret, dan mungkin akan menghadapi Swedia atau Republik Ceko pada 29 Maret guna memperebutkan satu tempat putaran final di Qatar akhir tahun ini.

Tapi tiga calon lawan mereka memboikot pertandingan itu.Pada Minggu FIFA sudah mengumumkan tim Rusia dibolehkan terus bermain di bawah nama Persatuan Sepak Bola Rusia, memainkan pertandingan kandang di wilayah netral dan di stadion tertutup, dan tanpa bendera serta lagu kebangsaan Rusia.

Baca Juga :  Ukraina Berhasil Pertahankan Kiev-Kharkiv

Tetapi tindakan itu dianggap belum cukup dan disebut “sama sekali tidak dapat diterima” oleh presiden Federasi Sepakbola Polandia Cezary Kulesza seraya menegaskan Polandia tidak akan memainkan playoff Piala Dunia melawan Rusia, “tidak peduli apa nama timnya.”

FIFA lalu berubah pendirian Senin dengan menendang Rusia keluar dari turnamen utama olahraga itu.

“Sepak bola sepenuhnya bersatu di sini dan bersolidaritas penuh dengan semua orang yang terkena dampak di Ukraina,” tambah FIFA dan UEFA.

“Kedua presiden (Gianni Infantino dan Aleksander Ceferin) berharap situasi di Ukraina membaik secara signifikan dan cepat sehingga sepak bola dapat kembali menjadi vektor persatuan dan perdamaian antar-masyarakat.”

Selain itu Komite Olimpiade Internasional pada Senin mendesak semua federasi dan penyelenggara olahraga agar mengecualikan atlet dan pejabat Rusia dan Belarus dari semua event internasional setelah Rusia menginvasi Ukraina.

IOC juga mencabut Olympic Order yang merupakan penghargaan tertingginya, dari semua pejabat tinggi Rusia, termasuk Presiden Vladimir Putin.

Baca Juga :  Sindir Jadwal ManCity

IOC mengatakan dewan eksekutifnya “merekomendasikan agar federasi-federasi olahraga internasional dan penyelenggara-penyelenggara acara olahraga tidak mengundang atau membolehkan partisipasi atlet dan ofisial Rusia dan Belarus dalam kompetisi-kompetisi internasional.”

Jika tidak bisa karena “alasan organisasi atau hukum”, maka IOC meminta pejabat olahraga untuk menempuh segala cara guna mencegah atlet kedua negara mengambil bagian atas nama Rusia atau Belarus.

Ini masalah yang sangat mendesak sehubungan dengan Paralimpiade Musim Dingin yang dimulai Jumat pekan ini di Beijing.

Partisipasi Rusia dalam playoff Piala Dunia bulan depan juga diragukan setelah rencana FIFA membolehkan mereka bermain di wilayah netral dianggap “tidak bisa diterima” oleh calon-calon lawan Rusia.

IOC pekan lalu mendesak semua federasi olahraga internasional agar membatalkan turnamen-turnamen yang rencananya diadakan Rusia setelah marah terhadap Moskow karena melanggar “Gencatan Senjata Olimpiade” dengan serangannya ke Ukraina.

IOC kemudian memuji “seruan perdamaian dari para atlet, pejabat olahraga, dan anggota Komunitas Olimpiade di seluruh dunia”.”IOC menyanjung dan mendukung secara khusus seruan perdamaian dari para atlet Rusia,” tambah IOC seperti dikutip AFP. (ant)

NYON –  Rusia dikeluarkan dari Piala Dunia setelah diskors dari semua kompetisi internasional “sampai pemberitahuan lebih lanjut”, umum FIFA dan UEFA dalam pernyataan bersama Senin waktu setempat, sementara badan sepak bola Eropa UEFA mengakhiri kemitraannya dengan raksasa energi Rusia Gazprom.

Tim putra Rusia dijadwalkan bermain dalam babak playoff kualifikasi pada Maret untuk Piala Dunia Qatar akhir tahun ini, sementara tim putrinya telah lolos ke putaran final Piala Eropa di Inggris yang akan digelar Juli.Pengumuman itu juga mempengaruhi klub-klub Rusia yang terlibat dalam kompetisi Eropa.

“FIFA dan UEFA hari ini telah memutuskan bersama bahwa semua tim Rusia, baik tim perwakilan nasional maupun klub, akan ditangguhkan dari partisipasi dalam kompetisi FIFA dan UEFA hingga pemberitahuan lebih lanjut,” kata badan sepakbola dunia dan Eropa itu dalam pernyataan bersama seperti dikutip AFP.

Tim putra Rusia dijadwalkan bermain melawan Polandia pada babak semifinal playoff kualifikasi Piala Dunia pada 24 Maret, dan mungkin akan menghadapi Swedia atau Republik Ceko pada 29 Maret guna memperebutkan satu tempat putaran final di Qatar akhir tahun ini.

Tapi tiga calon lawan mereka memboikot pertandingan itu.Pada Minggu FIFA sudah mengumumkan tim Rusia dibolehkan terus bermain di bawah nama Persatuan Sepak Bola Rusia, memainkan pertandingan kandang di wilayah netral dan di stadion tertutup, dan tanpa bendera serta lagu kebangsaan Rusia.

Baca Juga :  Ban Marc Marquez Bermasalah

Tetapi tindakan itu dianggap belum cukup dan disebut “sama sekali tidak dapat diterima” oleh presiden Federasi Sepakbola Polandia Cezary Kulesza seraya menegaskan Polandia tidak akan memainkan playoff Piala Dunia melawan Rusia, “tidak peduli apa nama timnya.”

FIFA lalu berubah pendirian Senin dengan menendang Rusia keluar dari turnamen utama olahraga itu.

“Sepak bola sepenuhnya bersatu di sini dan bersolidaritas penuh dengan semua orang yang terkena dampak di Ukraina,” tambah FIFA dan UEFA.

“Kedua presiden (Gianni Infantino dan Aleksander Ceferin) berharap situasi di Ukraina membaik secara signifikan dan cepat sehingga sepak bola dapat kembali menjadi vektor persatuan dan perdamaian antar-masyarakat.”

Selain itu Komite Olimpiade Internasional pada Senin mendesak semua federasi dan penyelenggara olahraga agar mengecualikan atlet dan pejabat Rusia dan Belarus dari semua event internasional setelah Rusia menginvasi Ukraina.

IOC juga mencabut Olympic Order yang merupakan penghargaan tertingginya, dari semua pejabat tinggi Rusia, termasuk Presiden Vladimir Putin.

Baca Juga :  Kuartal I-2022, BNI Optimistis Catat Pertumbuhan Kredit 7 Persen

IOC mengatakan dewan eksekutifnya “merekomendasikan agar federasi-federasi olahraga internasional dan penyelenggara-penyelenggara acara olahraga tidak mengundang atau membolehkan partisipasi atlet dan ofisial Rusia dan Belarus dalam kompetisi-kompetisi internasional.”

Jika tidak bisa karena “alasan organisasi atau hukum”, maka IOC meminta pejabat olahraga untuk menempuh segala cara guna mencegah atlet kedua negara mengambil bagian atas nama Rusia atau Belarus.

Ini masalah yang sangat mendesak sehubungan dengan Paralimpiade Musim Dingin yang dimulai Jumat pekan ini di Beijing.

Partisipasi Rusia dalam playoff Piala Dunia bulan depan juga diragukan setelah rencana FIFA membolehkan mereka bermain di wilayah netral dianggap “tidak bisa diterima” oleh calon-calon lawan Rusia.

IOC pekan lalu mendesak semua federasi olahraga internasional agar membatalkan turnamen-turnamen yang rencananya diadakan Rusia setelah marah terhadap Moskow karena melanggar “Gencatan Senjata Olimpiade” dengan serangannya ke Ukraina.

IOC kemudian memuji “seruan perdamaian dari para atlet, pejabat olahraga, dan anggota Komunitas Olimpiade di seluruh dunia”.”IOC menyanjung dan mendukung secara khusus seruan perdamaian dari para atlet Rusia,” tambah IOC seperti dikutip AFP. (ant)

Most Read

Camat Diminta Bersiap Jelang Musrembang

Cuaca Ekstrem hingga 14 Januari

Bekuk Penggelap Mobil

Catherine Wilson Divonis Tujuh Bulan

Pembangunan Masjid Nurul Yaqin

Artikel Terbaru

/