alexametrics
27 C
Pontianak
Wednesday, June 29, 2022

Kings Sulap Bekas Markas Jadi Rumah Sakit

SACRAMENTO–Tim NBA Sacramento Kings melakukan langkah nyata untuk membantu masyarakat Amerika Serikat (AS), khususnya negara bagian California dalam menanggulangi pandemi Covid-19. Melalui rilis resmi tim, kemarin mereka mengumumkan mengubah kandang lama, yakni Sleep Train Arena, menjadi rumah sakit darurat untuk pasien Covid-19.

Sleep Train Arena yang dulunya bernama Arco Arena merupakan bekas kandang Kings di pentas NBA selama 28 tahun. Tepatnya dari 1988 sampai 2015. Pada 2016, tim milik pengusaha asal India, Vivek Ranadive,  itu resmi pindah ke kandang baru yakni Golden 1 Center.

Sejak tidak digunakan oleh Kings, Sleep Train Arena, tidak lagi menjadi markas reguler tim olahraga. Bangunan yang dibangun sejak 1986 itu sering kosong. Hanya sesekali menjadi lokasi latihan tim G-League yang berasosiasi dengan Kings yakni Stockton Kings. Namun, seiring berhentinya NBA karena Covid-19, kompetisi G-League pun juga ikut berhenti.

Ranadive berharap langkah Kings ini bisa membantu pemerintah negara bagian California dalam menanggulangi Covid-19 di wilayah tersebut. Pengusaha 62 tahun itu menambahkan, ini juga bentuk perhatian Kings untuk komunitas maupun masyarakat California yang selama ini menjadi bagian keluarga besar Kings.

Baca Juga :  Porwanas XIII di Jatim Berlangsung Oktober

“Mewakili seluruh keluarga besar Kings, kami ingin mengatakan hati kami saat ini bersama selurung orang yang telah terkena pandemi ini,” ucap Ranadive dilansir NBC Sports. “Bagi kami seluruh komunitas masyarakat di wilayah ini selalu menjadi prioritas utama. Dan dalam kondisi saat ini hal itu menjadi lebih penting daripada sebelumnya,” tambah Ranadive.

Dia berharap rumah sakit darurat yang bisa menampung 360 tempat tidur itu bisa dimanfaatkan pemerintah negara bagian dalam mengantisipasi lonjakan pasien akibat virus tersebut. Selain menyulap bekas markas tim sebagai rumah sakit, dalam rilis yang sama Ranadive menyebut juga menyerahkan bantuan uang senilai USD 250 ribu kepada organisasi masyarakat setempat untuk digunakan sebagai pelayanan terhadap keluarga yang membutuhkan. Selain itu, mereka juga menyerahkan bantuan 100 ribu masker medis untuk badan kesehatan negara bagian.

Baca Juga :  Pedagang Wajib Pakai Masker

Covid-19 bukan hanya membuat NBA berhenti. Kemarin WNBA akhirnya mengumumkan secara resmi bahwa mereka harus menunda dimulainya musim baru akibat pandemi tersebut makin meluas di AS. WNBA sejatinya memulai seri reguler pada 15 Mei mendatang. “Kami akan segera melakukan perencaan ulang dimulainya musim baru sambil memperhatikan kondisi terkini. Prinsip dan panduan kami jelas, yakni keselamatan dan kesehatan pemain, penonton, dan karyawan adalah yang utama,” ucap Commissioner WNBA, Cathy Engelbert dalam rilis resmi.

Brian Windhorst, jurnalis senior ESPN untuk NBA, kemarin malah memberikan bocoran mengejutkan. Dia mengklaim sumbernya yang terpercaya di internal pengurus liga menyebut mulai ada wacana serius untuk menghentikan NBA musim ini. Jika itu terjadi, NBA mengikuti langkah yang telah diambil liga basket profesional Tiongkok. “Saat ini muncul pesimisme yang signifikan,” cuitnya di Twitter dan dilansir Clutchpoints. (irr)

SACRAMENTO–Tim NBA Sacramento Kings melakukan langkah nyata untuk membantu masyarakat Amerika Serikat (AS), khususnya negara bagian California dalam menanggulangi pandemi Covid-19. Melalui rilis resmi tim, kemarin mereka mengumumkan mengubah kandang lama, yakni Sleep Train Arena, menjadi rumah sakit darurat untuk pasien Covid-19.

Sleep Train Arena yang dulunya bernama Arco Arena merupakan bekas kandang Kings di pentas NBA selama 28 tahun. Tepatnya dari 1988 sampai 2015. Pada 2016, tim milik pengusaha asal India, Vivek Ranadive,  itu resmi pindah ke kandang baru yakni Golden 1 Center.

Sejak tidak digunakan oleh Kings, Sleep Train Arena, tidak lagi menjadi markas reguler tim olahraga. Bangunan yang dibangun sejak 1986 itu sering kosong. Hanya sesekali menjadi lokasi latihan tim G-League yang berasosiasi dengan Kings yakni Stockton Kings. Namun, seiring berhentinya NBA karena Covid-19, kompetisi G-League pun juga ikut berhenti.

Ranadive berharap langkah Kings ini bisa membantu pemerintah negara bagian California dalam menanggulangi Covid-19 di wilayah tersebut. Pengusaha 62 tahun itu menambahkan, ini juga bentuk perhatian Kings untuk komunitas maupun masyarakat California yang selama ini menjadi bagian keluarga besar Kings.

Baca Juga :  Indonesia Resmi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 2021

“Mewakili seluruh keluarga besar Kings, kami ingin mengatakan hati kami saat ini bersama selurung orang yang telah terkena pandemi ini,” ucap Ranadive dilansir NBC Sports. “Bagi kami seluruh komunitas masyarakat di wilayah ini selalu menjadi prioritas utama. Dan dalam kondisi saat ini hal itu menjadi lebih penting daripada sebelumnya,” tambah Ranadive.

Dia berharap rumah sakit darurat yang bisa menampung 360 tempat tidur itu bisa dimanfaatkan pemerintah negara bagian dalam mengantisipasi lonjakan pasien akibat virus tersebut. Selain menyulap bekas markas tim sebagai rumah sakit, dalam rilis yang sama Ranadive menyebut juga menyerahkan bantuan uang senilai USD 250 ribu kepada organisasi masyarakat setempat untuk digunakan sebagai pelayanan terhadap keluarga yang membutuhkan. Selain itu, mereka juga menyerahkan bantuan 100 ribu masker medis untuk badan kesehatan negara bagian.

Baca Juga :  Belajar Tatap Muka Dimulai 4 Januari

Covid-19 bukan hanya membuat NBA berhenti. Kemarin WNBA akhirnya mengumumkan secara resmi bahwa mereka harus menunda dimulainya musim baru akibat pandemi tersebut makin meluas di AS. WNBA sejatinya memulai seri reguler pada 15 Mei mendatang. “Kami akan segera melakukan perencaan ulang dimulainya musim baru sambil memperhatikan kondisi terkini. Prinsip dan panduan kami jelas, yakni keselamatan dan kesehatan pemain, penonton, dan karyawan adalah yang utama,” ucap Commissioner WNBA, Cathy Engelbert dalam rilis resmi.

Brian Windhorst, jurnalis senior ESPN untuk NBA, kemarin malah memberikan bocoran mengejutkan. Dia mengklaim sumbernya yang terpercaya di internal pengurus liga menyebut mulai ada wacana serius untuk menghentikan NBA musim ini. Jika itu terjadi, NBA mengikuti langkah yang telah diambil liga basket profesional Tiongkok. “Saat ini muncul pesimisme yang signifikan,” cuitnya di Twitter dan dilansir Clutchpoints. (irr)

Most Read

Tabrakan Beruntun, Dua Meninggal

Instansi Pemerintah Lakukan KSWP

Kapuas Hulu Berduka

Artikel Terbaru

/