alexametrics
29 C
Pontianak
Saturday, July 2, 2022

Bruno dan Misteri 4,6 Juta Euro

MANCHESTER,– Bruno Fernandes sudah berkostum Manchester United, tiga bulan lalu. Tetapi, transfernya senilai EUR 55 juta (Rp 898,9 miliar) dari Sporting CP ke United itu ternyata masih menyisakan permasalahan di baliknya. Bukan melibatkan di antara United dengan Sporting.

Melainkan antara Leoes, julukan Sporting, dengan Sampdoria yang notebene klub lawas Bruno sebelum berkelana ke Primeira Liga tiga musim silam. Laman Il Secolo XIX menyebut, di balik kepindahan yang nilainya berpotensi menggelembung jadi EUR 80 juta (Rp 1,3 triliun) jika ditambah bonus itu, Sampdoria bisa kecipratan untung.

Disebutkan, ada klausul yang menyebut klub berjuluk Il Samp tersebut berhak mendapat bagian sekitar 10 persen dari penjualan Bruno itu. Artinya, uang sebesar EUR 55 juta (Rp 90,1 miliar) yang semestinya didapatkan Sampdoria. Harusnya, Sporting membayarnya dengan skema cicilann tiga kali termin.

Sayang, sampai saat ini, belum sepeserpun yang didapatkan Sampdoria. Makanya, seperti dilansir di Football Italia, klub milik Massimo Ferrero itu pun memilih melaporkan Sporting ke FIFA. ’’Kedua klub masih tetap berharap win-win solution. Tapi, jika Sporting masih bersikeras, maka jalan ke FIFA jadi pemecahan terakhirnya,’’ sebut laman Sampdoria News.

Baca Juga :  Atleti Jalan Terus, Il Samp Stop Latihan

Klausul 10 persen tersebut muncul ketika Bruno meneken kontrak dengan Sampdoria, di musim panas 2017. Ketika itu, Pemain Terbaik Primeira Liga dua musim beruntun (2017 – 2018, 2018 – 2019) itu dibeli dengan banderol EUR 8,5 juta (Rp 139,1 miliar). Dari situ muncul angka 10 persen jadi bagian Sampdoria yang baru semusim merasakan servisnya jika Sporting melepas Bruno ke klub lain.

Faktanya, Sporting tak bersedia memberikan apa yang dimau Sampdoria tersebut. Dalam pembelaannya, mantan klub Cristiano Ronaldo tersebut menganggap klausul 10 persen tersebut sudah hangus. ’’Tak berlaku lagi setelah kami membuatkan kontrak baru untuknya (Bruno) pada 2018 silam,’’ tulis Sporting, dalam pernyataan resminya seperti dilansir laman A Bola.

Kontrak baru yang diteken Bruno pada 10 Juli 2018 itu hanya memuat perbaruan kontrak lima musim dan nilai klausul pelepasan mencapai EUR 100 juta (Rp 1,63 triliun). Sementara itu, sebagaimana dilansir dari laman SAPO Desporto, kesepakatan fee 10 persen untuk Sampdoria tersebut tertera pada kontrak pertamanya di Sporting.

Baca Juga :  Pungkasi Paceklik Gol

Dari kontrak yang diteken pada musim panas 2017 itu, durasi kontrak lima musim Bruno hanya sampai musim panas 2022. Sedangkan klausul pelepasannya tetap bernilai EUR 100 juta. Persoalan terkait kontrak Bruno ini jadi polemik kompensasi yang belum dibayarkan Sporting. Sebelumnya, Sporting juga diwajibkan membayar kompensasi pemecatan senilai EUR 3 juta (Rp 49 miliar) kepada Sinisa Mihajlovic.

Padahal Miha, sapaan akrab Mihajlovic, sudah ditendang dari Jose Alvalade saat musim panas 2018 setelah hanya sembilan hari di sana. Penyebabnya, allenatore Bologna tersebut telah terlibat masalah dengan petinggi Sporting. Di sisi lain, Bruno tidak mau terseret dalam persoalan itu. Kepada MUTV, Bruno memilih untuk fokus dengan karirnya saat ini. ’’Karena aku sekarang bukan bagian dari mereka lagi,’’ sebutnya. (ren)

MANCHESTER,– Bruno Fernandes sudah berkostum Manchester United, tiga bulan lalu. Tetapi, transfernya senilai EUR 55 juta (Rp 898,9 miliar) dari Sporting CP ke United itu ternyata masih menyisakan permasalahan di baliknya. Bukan melibatkan di antara United dengan Sporting.

Melainkan antara Leoes, julukan Sporting, dengan Sampdoria yang notebene klub lawas Bruno sebelum berkelana ke Primeira Liga tiga musim silam. Laman Il Secolo XIX menyebut, di balik kepindahan yang nilainya berpotensi menggelembung jadi EUR 80 juta (Rp 1,3 triliun) jika ditambah bonus itu, Sampdoria bisa kecipratan untung.

Disebutkan, ada klausul yang menyebut klub berjuluk Il Samp tersebut berhak mendapat bagian sekitar 10 persen dari penjualan Bruno itu. Artinya, uang sebesar EUR 55 juta (Rp 90,1 miliar) yang semestinya didapatkan Sampdoria. Harusnya, Sporting membayarnya dengan skema cicilann tiga kali termin.

Sayang, sampai saat ini, belum sepeserpun yang didapatkan Sampdoria. Makanya, seperti dilansir di Football Italia, klub milik Massimo Ferrero itu pun memilih melaporkan Sporting ke FIFA. ’’Kedua klub masih tetap berharap win-win solution. Tapi, jika Sporting masih bersikeras, maka jalan ke FIFA jadi pemecahan terakhirnya,’’ sebut laman Sampdoria News.

Baca Juga :  Trofi Kesepuluh dari Zizou

Klausul 10 persen tersebut muncul ketika Bruno meneken kontrak dengan Sampdoria, di musim panas 2017. Ketika itu, Pemain Terbaik Primeira Liga dua musim beruntun (2017 – 2018, 2018 – 2019) itu dibeli dengan banderol EUR 8,5 juta (Rp 139,1 miliar). Dari situ muncul angka 10 persen jadi bagian Sampdoria yang baru semusim merasakan servisnya jika Sporting melepas Bruno ke klub lain.

Faktanya, Sporting tak bersedia memberikan apa yang dimau Sampdoria tersebut. Dalam pembelaannya, mantan klub Cristiano Ronaldo tersebut menganggap klausul 10 persen tersebut sudah hangus. ’’Tak berlaku lagi setelah kami membuatkan kontrak baru untuknya (Bruno) pada 2018 silam,’’ tulis Sporting, dalam pernyataan resminya seperti dilansir laman A Bola.

Kontrak baru yang diteken Bruno pada 10 Juli 2018 itu hanya memuat perbaruan kontrak lima musim dan nilai klausul pelepasan mencapai EUR 100 juta (Rp 1,63 triliun). Sementara itu, sebagaimana dilansir dari laman SAPO Desporto, kesepakatan fee 10 persen untuk Sampdoria tersebut tertera pada kontrak pertamanya di Sporting.

Baca Juga :  Hentikan Area Sayap dan Kendalikan Duel Udara

Dari kontrak yang diteken pada musim panas 2017 itu, durasi kontrak lima musim Bruno hanya sampai musim panas 2022. Sedangkan klausul pelepasannya tetap bernilai EUR 100 juta. Persoalan terkait kontrak Bruno ini jadi polemik kompensasi yang belum dibayarkan Sporting. Sebelumnya, Sporting juga diwajibkan membayar kompensasi pemecatan senilai EUR 3 juta (Rp 49 miliar) kepada Sinisa Mihajlovic.

Padahal Miha, sapaan akrab Mihajlovic, sudah ditendang dari Jose Alvalade saat musim panas 2018 setelah hanya sembilan hari di sana. Penyebabnya, allenatore Bologna tersebut telah terlibat masalah dengan petinggi Sporting. Di sisi lain, Bruno tidak mau terseret dalam persoalan itu. Kepada MUTV, Bruno memilih untuk fokus dengan karirnya saat ini. ’’Karena aku sekarang bukan bagian dari mereka lagi,’’ sebutnya. (ren)

Most Read

Hapus Luka Hati Sobat Ambyar  

Wujudkan Kapuas Hulu Sehat dengan Vaksin

Bupati Terima Penghargaan dari PB PGRI

PTPN XIII Bantu Warga Terdampak Banjir

Artikel Terbaru

/