alexametrics
33 C
Pontianak
Wednesday, August 10, 2022

Rashford Minta Maaf, Solskjaer Ngaku Salah

Penyerang Manchester United (MU) Marcus Rashford meminta maaf kepada suporter klub setelah mereka dibabat 1-6 oleh Tottenham Hotspur, Minggu waktu setempat. Dikutip Antara dari Reuters, Senin, pemain Spurs Son Heung-min dan Harry Kane masing-masing mencetak gol dua kali ketika manajer Jose Mourinho merayakan kemenangan kembalinya ia ke klub yang memecatnya 22 bulan lalu.

Hasil pertandingan di Old Trafford itu menyamai kekalahan terburuk United pada era Liga Premier. Mereka sebelumnya kalah 1-6 oleh saingan sekotanya Manchester City pada Oktober 2011. “Pertama dan terutama saya seorang fan United. Ini klub saya. Saya sangat bangga mengenakan kaus ini tapi tidak ada alasan, ini kurang bagus dan kepada setiap penggemar di seluruh dunia yang menyaksikan hari ini, saya sangat menyesal,” cuit Rashford pada Twitter. “Kalian pantas mendapat yang jauh lebih baik dari itu. Saya akan menjauh dari media sosial malam ini tapi kalian pantas mendengar kabar dari saya dalam pasang surutnya, tidak ada sembunyi.
Pemain belakang Luke Shaw mengatakan hasil tersebut “memalukan” dan bahwa para pemain harus lebih bertanggung jawab. “Klub seperti United tidak seharusnya kalah, tapi kalah dengan cara ini … sangat menyakitkan dan ini agak memalukan karena saya merasa kami telah mengecewakan banyak orang hari ini yang menonton di rumah,” kata Shaw kepada Sky Sports.
“Kami adalah para pemain di lapangan dan kami harus mempunyai standar yang sangat tinggi. Pemain yang kami miliki, mempunyai kualitas tapi belum tampak. Kami perlu melihat diri kami sendiri di cermin sebagai individual tapi sebagai tim … kami jauh dari itu saat ini.”

Baca Juga :  Alba tegaskan Barca telah kembali ke perburuan gelar

Selain itu, mantan pemain bertahan Manchester United Patrice Evra mengatakan mantan klubnya itu “berantakan” setelah kekalahan mereka 1-6 oleh Tottenham Hotspur, Minggu waktu setempat. Evra, yang bermain untuk United antara 2006 hingga 2014 dan memenangi sembilan trofi utama, bersimpati kepada manajer Ole Gunnar Solskjaer ketika klub gagal mendaratkan target transfer mereka dan mempertanyakan peran pengurus pada tahun-tahun sejak kepergian Alex Ferguson sebagai manajer pada 2013.

“Saya seorang yang positif, tapi saya tidak pernah ingin berbicara tentang United karena setiap kali Anda berbicara yang sebenarnya, itu bisa menyakitkan,” kata pria asal Prancis itu kepada Sky Sports yang dikutip Reuters, Senin.

“Saya merasa sedih untuk sang manajer … Bagaimana dengan dewan pengurus? Ini sudah berapa tahun sejak Ferguson pergi? Berapa manajer telah dipecat?” tambah Evra, yang mengatakan berbicara mengenai perjuangan klub membuatnya ingin mengakhiri kontraknya sebagai cendekiawan Sky.

Sedangkan pelatih Manchester United Ole Gunnar Solskjaer mengatakan bahwa kekalahan 1-6 timnya di tangan Tottenham Hotspur dalam lanjutan Liga Premier Inggris pada Minggu adalah hari terburuknya di klub.

Baca Juga :  Bermain Taktis dan Atraktif

Hasil tersebut menyamai kekalahan terburuk United di era Liga Premier Inggris sejam mereka dibantai dengan skor yang sama oleh rival sekota Manchester City pada 2011.
“Perasaan yang mengerikan, hari terburuk yang saya alami sebagai pelatih dan pemain Manchester United,” kata pelatih asal Norwegia itu setelah timnya dihancurkan oleh skuat Spurs asuhan Jose Mourinho.

“Saya telah menjadi bagian dari kekalahan besar sebelumnya dan kami akan bangkit kembali sehingga kami harus membiarkan para pemain pergi menjalani tugas internasional mereka, menemukan performa mereka sendiri dan yang lainnya yang akan bertahan di sini, kami bakal membantu mereka,” tambah Solskjaer yang dikutip Reuters pada Senin (5/10).

Kekalahan itu terjadi menjelang ditutupnya bursa transfer pada Senin (waktu Inggris) dan diperkirakan akan menimbulkan lebih banyak kritik atas kegagalan United untuk memperkuat skuat Solskjaer secara signifikan selama bursa transfer musim panas. Namun, Solskjaer tidak akan menggunakan situasi itu untuk sebagai alasan dan melindungi dirinya dari kritik.
“Apakah akan mengubah bentuknya, mentalitasnya, saya tidak tahu, tetapi kami akan berbeda. Kami tidak bisa menerima performa seperti ini. Saya bersalah, saya yang bertanggung jawab untuk ini,” ujar pelatih berusia 47 tahun tersebut. (ant)

Penyerang Manchester United (MU) Marcus Rashford meminta maaf kepada suporter klub setelah mereka dibabat 1-6 oleh Tottenham Hotspur, Minggu waktu setempat. Dikutip Antara dari Reuters, Senin, pemain Spurs Son Heung-min dan Harry Kane masing-masing mencetak gol dua kali ketika manajer Jose Mourinho merayakan kemenangan kembalinya ia ke klub yang memecatnya 22 bulan lalu.

Hasil pertandingan di Old Trafford itu menyamai kekalahan terburuk United pada era Liga Premier. Mereka sebelumnya kalah 1-6 oleh saingan sekotanya Manchester City pada Oktober 2011. “Pertama dan terutama saya seorang fan United. Ini klub saya. Saya sangat bangga mengenakan kaus ini tapi tidak ada alasan, ini kurang bagus dan kepada setiap penggemar di seluruh dunia yang menyaksikan hari ini, saya sangat menyesal,” cuit Rashford pada Twitter. “Kalian pantas mendapat yang jauh lebih baik dari itu. Saya akan menjauh dari media sosial malam ini tapi kalian pantas mendengar kabar dari saya dalam pasang surutnya, tidak ada sembunyi.
Pemain belakang Luke Shaw mengatakan hasil tersebut “memalukan” dan bahwa para pemain harus lebih bertanggung jawab. “Klub seperti United tidak seharusnya kalah, tapi kalah dengan cara ini … sangat menyakitkan dan ini agak memalukan karena saya merasa kami telah mengecewakan banyak orang hari ini yang menonton di rumah,” kata Shaw kepada Sky Sports.
“Kami adalah para pemain di lapangan dan kami harus mempunyai standar yang sangat tinggi. Pemain yang kami miliki, mempunyai kualitas tapi belum tampak. Kami perlu melihat diri kami sendiri di cermin sebagai individual tapi sebagai tim … kami jauh dari itu saat ini.”

Baca Juga :  Real Madrid ke delapan besar Liga Champions

Selain itu, mantan pemain bertahan Manchester United Patrice Evra mengatakan mantan klubnya itu “berantakan” setelah kekalahan mereka 1-6 oleh Tottenham Hotspur, Minggu waktu setempat. Evra, yang bermain untuk United antara 2006 hingga 2014 dan memenangi sembilan trofi utama, bersimpati kepada manajer Ole Gunnar Solskjaer ketika klub gagal mendaratkan target transfer mereka dan mempertanyakan peran pengurus pada tahun-tahun sejak kepergian Alex Ferguson sebagai manajer pada 2013.

“Saya seorang yang positif, tapi saya tidak pernah ingin berbicara tentang United karena setiap kali Anda berbicara yang sebenarnya, itu bisa menyakitkan,” kata pria asal Prancis itu kepada Sky Sports yang dikutip Reuters, Senin.

“Saya merasa sedih untuk sang manajer … Bagaimana dengan dewan pengurus? Ini sudah berapa tahun sejak Ferguson pergi? Berapa manajer telah dipecat?” tambah Evra, yang mengatakan berbicara mengenai perjuangan klub membuatnya ingin mengakhiri kontraknya sebagai cendekiawan Sky.

Sedangkan pelatih Manchester United Ole Gunnar Solskjaer mengatakan bahwa kekalahan 1-6 timnya di tangan Tottenham Hotspur dalam lanjutan Liga Premier Inggris pada Minggu adalah hari terburuknya di klub.

Baca Juga :  Bursa Transfer Terimbas Korona

Hasil tersebut menyamai kekalahan terburuk United di era Liga Premier Inggris sejam mereka dibantai dengan skor yang sama oleh rival sekota Manchester City pada 2011.
“Perasaan yang mengerikan, hari terburuk yang saya alami sebagai pelatih dan pemain Manchester United,” kata pelatih asal Norwegia itu setelah timnya dihancurkan oleh skuat Spurs asuhan Jose Mourinho.

“Saya telah menjadi bagian dari kekalahan besar sebelumnya dan kami akan bangkit kembali sehingga kami harus membiarkan para pemain pergi menjalani tugas internasional mereka, menemukan performa mereka sendiri dan yang lainnya yang akan bertahan di sini, kami bakal membantu mereka,” tambah Solskjaer yang dikutip Reuters pada Senin (5/10).

Kekalahan itu terjadi menjelang ditutupnya bursa transfer pada Senin (waktu Inggris) dan diperkirakan akan menimbulkan lebih banyak kritik atas kegagalan United untuk memperkuat skuat Solskjaer secara signifikan selama bursa transfer musim panas. Namun, Solskjaer tidak akan menggunakan situasi itu untuk sebagai alasan dan melindungi dirinya dari kritik.
“Apakah akan mengubah bentuknya, mentalitasnya, saya tidak tahu, tetapi kami akan berbeda. Kami tidak bisa menerima performa seperti ini. Saya bersalah, saya yang bertanggung jawab untuk ini,” ujar pelatih berusia 47 tahun tersebut. (ant)

Most Read

Artikel Terbaru

/