alexametrics
27 C
Pontianak
Sunday, June 26, 2022

Lebih Puas Saat Jarang Menang

Pembalap Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi, mengaku puas dengan pencapaiannya saat ini meski tak lagi rutin menang. Pembalap berjuluk The Doctor tersebut sudah tidak pernah lagi menjadi pemenang balapan sejak MotoGP Belanda pada 2017. Situasi ini jelas berbanding terbalik jika dibandingkan dengan pencapaian Rossi pada masa lalu ketika dia bisa menang 11 kali dalam semusim.

“Di bagian awal karier, saya sering menang dan itu sangat indah. Sedikit pembalap juara yang berhasil menang sebanyak itu” kata Rossi dilansir BolaSport.com dari GPOne.

Masa paceklik bagi Rossi dimulai ketika memutuskan hijrah ke Ducati pada 2011. Dua musim penampilan di Ducati tak membuahkan satupun kemenangan bagi Rossi.

Baca Juga :  Maguire : Masih Dalam Persaingan Gelar Juara

Rossi kemudian mengalami kebangkitan setelah kembali pulang ke Yamaha. Rossi bahkan menjadi runner-up kejuaaraan pada 2014, 2015, 2016.

Tahun 2017 menandai penurunan pencapaian Rossi. Meski beberapa kali sanggup naik ke atas podium, Rossi harus mengalami puasa kemenangan yang panjang.

Meski hidupnya kini sepi dari perayaan kemenangan, Rossi tak merasa menyesal.

Pembalap berusia 41 tahun itu bahkan merasa lebih puas dengan pencapaiannya dibanding ketika menjadi kekuatan dominan dalam kejuaraan.

“Setelah itu, bisa disebut, tahun yang lebih sulit,” kata Rossi melanjutkan.

“Saya jarang menang dan lebih banyak kecewa tetapi mereka lebih membuat saya puas dibandingkan ketika saya menang 12 kali secara beruntun,” imbuhnya. (ist)

Pembalap Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi, mengaku puas dengan pencapaiannya saat ini meski tak lagi rutin menang. Pembalap berjuluk The Doctor tersebut sudah tidak pernah lagi menjadi pemenang balapan sejak MotoGP Belanda pada 2017. Situasi ini jelas berbanding terbalik jika dibandingkan dengan pencapaian Rossi pada masa lalu ketika dia bisa menang 11 kali dalam semusim.

“Di bagian awal karier, saya sering menang dan itu sangat indah. Sedikit pembalap juara yang berhasil menang sebanyak itu” kata Rossi dilansir BolaSport.com dari GPOne.

Masa paceklik bagi Rossi dimulai ketika memutuskan hijrah ke Ducati pada 2011. Dua musim penampilan di Ducati tak membuahkan satupun kemenangan bagi Rossi.

Baca Juga :  Maguire : Masih Dalam Persaingan Gelar Juara

Rossi kemudian mengalami kebangkitan setelah kembali pulang ke Yamaha. Rossi bahkan menjadi runner-up kejuaaraan pada 2014, 2015, 2016.

Tahun 2017 menandai penurunan pencapaian Rossi. Meski beberapa kali sanggup naik ke atas podium, Rossi harus mengalami puasa kemenangan yang panjang.

Meski hidupnya kini sepi dari perayaan kemenangan, Rossi tak merasa menyesal.

Pembalap berusia 41 tahun itu bahkan merasa lebih puas dengan pencapaiannya dibanding ketika menjadi kekuatan dominan dalam kejuaraan.

“Setelah itu, bisa disebut, tahun yang lebih sulit,” kata Rossi melanjutkan.

“Saya jarang menang dan lebih banyak kecewa tetapi mereka lebih membuat saya puas dibandingkan ketika saya menang 12 kali secara beruntun,” imbuhnya. (ist)

Most Read

Stok Vaksin Covid-19 Kosong

Cemilan UCU Laris Manis

Jangan Ada Keramaian

Artikel Terbaru

/