alexametrics
31.7 C
Pontianak
Monday, August 15, 2022

Bukti Rapuhnya Pertahanan Setan Merah

 DUEL Manchester United melawan Everton, di Old Trafford dalam lanjutan Premier League, Minggu (7/2) dini hari WIB diwarnai drama enam gol. MU yang sempat unggul dua gol akhirnya harus puas dengan hasil akhir 3-3. MU unggul lebih dulu 2-0 di babak pertama lewat Edinson Cavani dan Bruno Fernandes. Tetapi di babak kedua, Everton membalas lewat Abdoulaye Doucoure dan James Rodriguez.

Scott McTominay sempat mengembalikan keunggulan MU. Kemenangan MU yang sudah di depan mata dibuyarkan oleh Dominic Calvert-Lewin yang menjebol gawang David de Gea di penghujung masa injury time. Sejumlah pemain MU menorehkan catatan positif lewat gol-gol yang tercipta ke gawang Everton. Namun, di sisi lain, ada catatan negatif terkait lini belakang MU.

Ini bukan kali pertama Manchester United gagal menang di Old Trafford setelah sempat unggul dua gol. Tiga gol yang bersarang di gawang David de Gea juga menegaskan rapuhnya pertahanan Setan Merah. BBC mencatat bahwa ini adalah keempat kalinya Manchester United unggul setidaknya dua gol di laga kandang Premier League dan gagal menang. Everton terlibat dalam dua laga terakhir (4-4 pada April 2012). MU sudah kebobolan 18 gol dalam 12 laga kandang di liga musim ini, satu gol lebih banyak daripada di sepanjang musim lalu di Old Trafford.

Ole Gunnar Solskjaer menilai Manchester United pantas menang atas Everton. Tapi, sepakbola terkadang kejam buat mereka yang membuang-buang peluang. Solskjaer tak bisa menyembunyikan kekecewaannya, meski harus diakui MU juga tidak mampu memaksimalkan peluang yang ada untuk mencetak gol sebanyak-banyaknya.

Baca Juga :  Maguire : Masih Dalam Persaingan Gelar Juara

“Kami pantas menang memang, tapi inilah sepakbola. Anda harus bisa memaksimalkan kesempatan yang dipunya dan jangan kebobolan,” ujar Ole Gunnar Solskjaer seperti dikutip BBC Sport.

“Saya merasa kami tidak sepenuhnya bermain bagus di babak pertama, tapi dua golnya fantastis. Anda unggul 2-0 saat jeda dan merasa seharusnya bisa lebih. Setelah skor 2-2, kami baru bermain lebih baik hingga akhirnya gol di detik akhir melukai kami. Kami pulang dengan kecewa,” sambung manajer asal Norwegia itu.

Paul Scholes jengkel bukan main dengan Manchester United yang kerap kali membuang poin dengan cara-cara bodoh, padahal punya kans di jalur juara. Legenda Manchester United Paul Scholes geram setengah mati dengan klub kesayangannya ini karena kembali membuang poin penting dalam usaha mereka memburu gelar juara Liga Primer Inggris musim ini.

Kali ini, Setan Merah ditahan imbang Everton tiga sama di Old Trafford. Skuad Ole Gunnar Solskjaer sebetulnya punya peluang menyamai perolehan poin sang tetangga Manchester City di puncak klasemen bila memenangkan laga itu.  Nahas, di pengujung pertandingan, striker Dominic Calvert-Lewin mencetak gol yang memaksa pertandingan berakhir sama kuat, 3-3. Selepas laga, Schoels mengekspresikan rasa kesalnya melihat pasukan Ole kembali menyia-nyiakan peluang di jalur juara.

“Itu pukulan telak. Ketika Anda bicara mengenai harapan juara, maka ini adalah pukulan telak bagi mereka, tentu saja,” tegas Scholes kepada Premier League Productions. “Saya menilai Paul Pogba meninggalkan lapangan merupakan momen penting dalam pertandingan. Saya kira, mereka memiliki kendali penuh saat itu. Fred masuk, mereka pun kehilangan kontrol di lini tengah lapangan,” katanya lagi.

Baca Juga :  Tujuh Pekan, Liverpool Belum Terhentikan

“[Andre] Gomes, Doucoure, [Tom] Davies benar-benar mulai mengambil kontrol pertandingan dan itu jadi tamparan keras bagi United. Kecolongan gol di menit akhir itu bukanlah pemandangan yang enak,” tegasnya. “Saya kira mulai sekarang akan jadi lebih sulit. Namun, mereka harus terus melaju, mereka harus terus berjuang, mereka harus terus yakin,” serunya.

Lebih lanjut, Scholes mulai sangsi dengan peluang juara Man United pascahasil imbang kontra Everton. Sang legenda melihat peluangnya sekarang jadi 50-50 bagi tim kesayangannya ini.

“Ada banyak hal positif di laga itu, tentu berkaitan dengan di posisi mana mereka sekarang, tapi mereka akan kecewa [setelah ditahan imbang Everton],” lanjut Scholes.

“Sekali lagi, ini adalah laga kandang, menyia-nyiakan [poin di] laga-laga besar di kandang sendiri. Saya kira, mereka akan menuju akhir musim dan berpikir ‘apa jadinya jika?’, sebab begitu banyak poin yang mereka buang dengan cara bodoh di kandang sendiri,” Scholes bernada geram.

“Mereka kalah di empat laga kandang, sekarang mereka membuang-buang poin dengan bodoh, Sheffield United pekan lalu, ada Tottenham, Crystal Palace, kalah dari tim Arsenal yang sebetulnya tidak berada di dekat mereka,” pungkasnya.(goal/*)

 DUEL Manchester United melawan Everton, di Old Trafford dalam lanjutan Premier League, Minggu (7/2) dini hari WIB diwarnai drama enam gol. MU yang sempat unggul dua gol akhirnya harus puas dengan hasil akhir 3-3. MU unggul lebih dulu 2-0 di babak pertama lewat Edinson Cavani dan Bruno Fernandes. Tetapi di babak kedua, Everton membalas lewat Abdoulaye Doucoure dan James Rodriguez.

Scott McTominay sempat mengembalikan keunggulan MU. Kemenangan MU yang sudah di depan mata dibuyarkan oleh Dominic Calvert-Lewin yang menjebol gawang David de Gea di penghujung masa injury time. Sejumlah pemain MU menorehkan catatan positif lewat gol-gol yang tercipta ke gawang Everton. Namun, di sisi lain, ada catatan negatif terkait lini belakang MU.

Ini bukan kali pertama Manchester United gagal menang di Old Trafford setelah sempat unggul dua gol. Tiga gol yang bersarang di gawang David de Gea juga menegaskan rapuhnya pertahanan Setan Merah. BBC mencatat bahwa ini adalah keempat kalinya Manchester United unggul setidaknya dua gol di laga kandang Premier League dan gagal menang. Everton terlibat dalam dua laga terakhir (4-4 pada April 2012). MU sudah kebobolan 18 gol dalam 12 laga kandang di liga musim ini, satu gol lebih banyak daripada di sepanjang musim lalu di Old Trafford.

Ole Gunnar Solskjaer menilai Manchester United pantas menang atas Everton. Tapi, sepakbola terkadang kejam buat mereka yang membuang-buang peluang. Solskjaer tak bisa menyembunyikan kekecewaannya, meski harus diakui MU juga tidak mampu memaksimalkan peluang yang ada untuk mencetak gol sebanyak-banyaknya.

Baca Juga :  Rahasia The Daddies Masih Aman

“Kami pantas menang memang, tapi inilah sepakbola. Anda harus bisa memaksimalkan kesempatan yang dipunya dan jangan kebobolan,” ujar Ole Gunnar Solskjaer seperti dikutip BBC Sport.

“Saya merasa kami tidak sepenuhnya bermain bagus di babak pertama, tapi dua golnya fantastis. Anda unggul 2-0 saat jeda dan merasa seharusnya bisa lebih. Setelah skor 2-2, kami baru bermain lebih baik hingga akhirnya gol di detik akhir melukai kami. Kami pulang dengan kecewa,” sambung manajer asal Norwegia itu.

Paul Scholes jengkel bukan main dengan Manchester United yang kerap kali membuang poin dengan cara-cara bodoh, padahal punya kans di jalur juara. Legenda Manchester United Paul Scholes geram setengah mati dengan klub kesayangannya ini karena kembali membuang poin penting dalam usaha mereka memburu gelar juara Liga Primer Inggris musim ini.

Kali ini, Setan Merah ditahan imbang Everton tiga sama di Old Trafford. Skuad Ole Gunnar Solskjaer sebetulnya punya peluang menyamai perolehan poin sang tetangga Manchester City di puncak klasemen bila memenangkan laga itu.  Nahas, di pengujung pertandingan, striker Dominic Calvert-Lewin mencetak gol yang memaksa pertandingan berakhir sama kuat, 3-3. Selepas laga, Schoels mengekspresikan rasa kesalnya melihat pasukan Ole kembali menyia-nyiakan peluang di jalur juara.

“Itu pukulan telak. Ketika Anda bicara mengenai harapan juara, maka ini adalah pukulan telak bagi mereka, tentu saja,” tegas Scholes kepada Premier League Productions. “Saya menilai Paul Pogba meninggalkan lapangan merupakan momen penting dalam pertandingan. Saya kira, mereka memiliki kendali penuh saat itu. Fred masuk, mereka pun kehilangan kontrol di lini tengah lapangan,” katanya lagi.

Baca Juga :  Real Madrid Mau Son Heung-min

“[Andre] Gomes, Doucoure, [Tom] Davies benar-benar mulai mengambil kontrol pertandingan dan itu jadi tamparan keras bagi United. Kecolongan gol di menit akhir itu bukanlah pemandangan yang enak,” tegasnya. “Saya kira mulai sekarang akan jadi lebih sulit. Namun, mereka harus terus melaju, mereka harus terus berjuang, mereka harus terus yakin,” serunya.

Lebih lanjut, Scholes mulai sangsi dengan peluang juara Man United pascahasil imbang kontra Everton. Sang legenda melihat peluangnya sekarang jadi 50-50 bagi tim kesayangannya ini.

“Ada banyak hal positif di laga itu, tentu berkaitan dengan di posisi mana mereka sekarang, tapi mereka akan kecewa [setelah ditahan imbang Everton],” lanjut Scholes.

“Sekali lagi, ini adalah laga kandang, menyia-nyiakan [poin di] laga-laga besar di kandang sendiri. Saya kira, mereka akan menuju akhir musim dan berpikir ‘apa jadinya jika?’, sebab begitu banyak poin yang mereka buang dengan cara bodoh di kandang sendiri,” Scholes bernada geram.

“Mereka kalah di empat laga kandang, sekarang mereka membuang-buang poin dengan bodoh, Sheffield United pekan lalu, ada Tottenham, Crystal Palace, kalah dari tim Arsenal yang sebetulnya tidak berada di dekat mereka,” pungkasnya.(goal/*)

Most Read

Artikel Terbaru

/