alexametrics
31.7 C
Pontianak
Wednesday, May 18, 2022

Bisa Jadi Tambang Medali Indonesia

Dalam laman Olympics.com, ada dua nama orang Indonesia yang tercatat sebagai pemegang rekor dunia. Satu, Eko Yuli Irawan. Lifter kebanggaan Indonesia yang mempersembahkan medali perak dari angkat besi pada Olimpiade Tokyo 2020.

Selain menjadi satu-satunya orang Indonesia yang mengoleksi empat medali dari empat Olimpiade, Eko juga menggenggam rekor dunia clean & jerk yang hingga Tokyo 2020 pun belum terpecahkan.

Eko memegang rekor dunia angkatan clean and jerk kelas 61kg putra pada 174 kg yang dia ciptakan dalam kejuaraan dunia angkat besi di Ashgabat, Turkmenistan, pada 3 November 2018. Orang Indonesia kedua yang tercatat dalam laman Olympics.com sebagai pemegang rekor dunia adalah Veddriq Leonardo.

Veddriq adalah pemegang rekor dunia nomor speed panjat tebing yang baru dimainkan dalam Olimpiade pada Olimpiade Tokyo ini. Rekor dunia Veddriq adalah 5,20 detik. Sayang, tak ada satu pun wakil Indonesia, termasuk Veddriq, yang lolos Olimpiade Tokyo, lebih karena panjat tebing di Tokyo 2020 hanya melombakan satu nomor yang merupakan gabungan tiga disiplin panjat tebing, termasuk speed yang rekor dunianya dipegang Veddriq. Hanya dua medali emas panjat tebing yang diperebutkan di Tokyo, masing-masing satu putra dan satu putri. Padahal kalau tiga disiplin itu dimainkan terpisah, cerita Indonesia dalam Olimpiade Tokyo bisa lain, mendapatkan medali dari selain angkat besi dan bulu tangkis.

Baca Juga :  Peluang Raih Emas di Kelas Speed

Pada kejuaraan dunia panjat tebing 2021 di Salt Lake City, Amerika Serikat, Veddriq dan atlet Indonesia lainnya, Kiromal Katibin, bergantian mencetak rekor dunia. Waktu 5,208 detik yang digenggam Veddriq adalah pemecahan rekor yang sebelumnya diciptakan Kiromal pada babak kualifikasi kejuaraan dunia itu, yakni 5,258.

Indonesia kurang beruntung di Tokyo 2020 karena nomor spesialisasi Veddriq dan Kiromal tak dipertandingkan terpisah. Tapi bisa berbalik beruntung pada Olimpiade Paris 2024 ketika tiga disiplin panjat tebing dilombakan terpisah.
Jika Veddriq, Kiromal, dan atlet panjat tebing lainnya, konsisten dalam level terbaik selama tiga tahun ke depan, Indonesia bisa mendapatkan ladang baru medali selain bulu tangkis dan angkat besi.

Baca Juga :  Veddriq Leonardo; Juara Panjat Tebing di China

Ketua Umum Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) Yenny Wahid bahkan optimistis Indonesia merebut medali emas Olimpiade Paris 2024 dari panjat tebing.
“Indonesia diakui, dihormati, dan dianggap lawan yang berat di mata dunia untuk kategori speed,” kata Yenny dalam keterangan pers belum lama ini.

Yenny sendiri sudah ancang-ancang membawa atlet-atlet panjat tebing Indonesia mencapai level tertinggi di Paris dengan bersiap matang selama tiga tahun ke depan. FPTI sudah menyusun langkah strategis, termasuk membina secara intensif bakat-bakat muda panjat tebing yang diyakini bisa berbuat banyak di Paris 2024. (ant)

Dalam laman Olympics.com, ada dua nama orang Indonesia yang tercatat sebagai pemegang rekor dunia. Satu, Eko Yuli Irawan. Lifter kebanggaan Indonesia yang mempersembahkan medali perak dari angkat besi pada Olimpiade Tokyo 2020.

Selain menjadi satu-satunya orang Indonesia yang mengoleksi empat medali dari empat Olimpiade, Eko juga menggenggam rekor dunia clean & jerk yang hingga Tokyo 2020 pun belum terpecahkan.

Eko memegang rekor dunia angkatan clean and jerk kelas 61kg putra pada 174 kg yang dia ciptakan dalam kejuaraan dunia angkat besi di Ashgabat, Turkmenistan, pada 3 November 2018. Orang Indonesia kedua yang tercatat dalam laman Olympics.com sebagai pemegang rekor dunia adalah Veddriq Leonardo.

Veddriq adalah pemegang rekor dunia nomor speed panjat tebing yang baru dimainkan dalam Olimpiade pada Olimpiade Tokyo ini. Rekor dunia Veddriq adalah 5,20 detik. Sayang, tak ada satu pun wakil Indonesia, termasuk Veddriq, yang lolos Olimpiade Tokyo, lebih karena panjat tebing di Tokyo 2020 hanya melombakan satu nomor yang merupakan gabungan tiga disiplin panjat tebing, termasuk speed yang rekor dunianya dipegang Veddriq. Hanya dua medali emas panjat tebing yang diperebutkan di Tokyo, masing-masing satu putra dan satu putri. Padahal kalau tiga disiplin itu dimainkan terpisah, cerita Indonesia dalam Olimpiade Tokyo bisa lain, mendapatkan medali dari selain angkat besi dan bulu tangkis.

Baca Juga :  Vedriq, Atlet Panjat Tebing Kalbar Berpeluang Lolos Olimpiade

Pada kejuaraan dunia panjat tebing 2021 di Salt Lake City, Amerika Serikat, Veddriq dan atlet Indonesia lainnya, Kiromal Katibin, bergantian mencetak rekor dunia. Waktu 5,208 detik yang digenggam Veddriq adalah pemecahan rekor yang sebelumnya diciptakan Kiromal pada babak kualifikasi kejuaraan dunia itu, yakni 5,258.

Indonesia kurang beruntung di Tokyo 2020 karena nomor spesialisasi Veddriq dan Kiromal tak dipertandingkan terpisah. Tapi bisa berbalik beruntung pada Olimpiade Paris 2024 ketika tiga disiplin panjat tebing dilombakan terpisah.
Jika Veddriq, Kiromal, dan atlet panjat tebing lainnya, konsisten dalam level terbaik selama tiga tahun ke depan, Indonesia bisa mendapatkan ladang baru medali selain bulu tangkis dan angkat besi.

Baca Juga :  Veddriq Leonardo; Juara Panjat Tebing di China

Ketua Umum Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) Yenny Wahid bahkan optimistis Indonesia merebut medali emas Olimpiade Paris 2024 dari panjat tebing.
“Indonesia diakui, dihormati, dan dianggap lawan yang berat di mata dunia untuk kategori speed,” kata Yenny dalam keterangan pers belum lama ini.

Yenny sendiri sudah ancang-ancang membawa atlet-atlet panjat tebing Indonesia mencapai level tertinggi di Paris dengan bersiap matang selama tiga tahun ke depan. FPTI sudah menyusun langkah strategis, termasuk membina secara intensif bakat-bakat muda panjat tebing yang diyakini bisa berbuat banyak di Paris 2024. (ant)

Most Read

Artikel Terbaru

/