alexametrics
33 C
Pontianak
Wednesday, August 10, 2022

Harinya Ibracadabra

MILAN–Zlatan Ibrahimovic sudah menanti 7 tahun 9 bulan 3 hari lamanya supaya bisa menikmati lagi atmosfer seperti dini hari nanti WIB. Ya, kali terakhir Ibra merasakannya di Derby della Madonnina pada 6 Mei 2012 silam. Seperti kali ini, dia menjalani derbi terakhirnya di Italia itu bersama AC Milan.

Sayang, saat itu dia mengucap “addio” ke Serie A dengan kekalahan 2-4 dari Inter Milan pada giornata 38 Serie A 2011 – 2012. Gara-gara kekalahan itu, Ibra juga baru musim itu kalah derbi Milan secara back to back di Serie A dalam semusim. Padahal, di balik kekalahan itu, Ibra dua kali menjebol gawang Nerazzurri, julukan Inter.

Nah, saat derbi Milan ke-296 ini pantaslah Ibra menebus kegagalan itu (siaran langsung RCTI/beIN Sports 2 pukul 02.45 WIB). ”Saya sudah ingin menuntaskannya,” ucap Ibra, seperti dilansir laman AFP. Bagi Ibra, ini derbi Milan kesembilan yang sudah pernah dia jalani di Serie A. Baik di saat mengenakan jersey biru Inter, atau setelah berganti jadi merah bersama Milan.

”Derbi yang penting untukku,” sebut Ibracadabra, julukannya. Begitu penting makna dari derbi ini, Ibra disebut-sebut rela absen ketika Alessio Romagnoli dkk ditahan Hellas Verona 1-1 pada giornata 22, sepekan lalu (2/2). Meskipun, alasan yang dikemukakan dia terkena serangan flu.

Baca Juga :  Lubang Besar Lini Belakang Napoli

”Ibra hanya ingin fit demi derbi dan jadi pembeda,” sebut laman La Gazzetta dello Sport. ”Meski saya paham, mereka (Inter) tentu sudah tahu saya masih adaptasi dengan permainan tim ini. Namun percayalah, ini bukan sekadar sesumbar,” koar attaccante yang mengoleksi lima gol di derbi Milan itu.

Legenda Milan, Kaka, mengacungi jempol spirit yang dimiliki Ibra itu. Apalagi saat usia 38 tahun ini. Kaka pensiun pada usia 35 tahun, tiga tahun silam. ”Begitu indah melihat motivasi Ibra tetao terjaga,” katanya kepada La Gazzetta dello Sport. Allenatore Milan Stefano Pioli juga sampai menyebut sesumbar Ibra itu sebagai pemicu spirit anak asuhnya.

”Dia (Ibra) inspirasi kami,” harap Pioli, yang juga senasib seperti Ibra pernah jadi bagian skuad Inter pada 2016 – 2017 itu. ”Karena kami paham, derbi ini lebih dari sekadar tiga angka,” imbuh Pioli yang selalu imbang dari dua kali derbi Milan bersama Inter itu. Antonio Conte jadi satu-satunya handicap Ibra.

Pasalnya saat melawan tim mana pun yang ditangani Conte, baik Juventus atau Chelsea, Ibra tak pernah jadi pembeda. Entah gol atau assist. ”Dia (Conte) selalu punya taktik yang jitu. Saya tak khawatir. Kami hanya perlu bermain lebih solid, dan jadi lebih berbahaya,” tutur Pioli. Spesialnya, Ibra akan menghadapi sesama mantan rekan setimnya di Manchester United.

Baca Juga :  Manchester United Merugi Terbanyak

The Godfather, julukan Conte, disebut menurunkan Romelu Lukaku dan Alexis Sanchez di lini depan. Di Carrington, kamp latihan United, Ibra semusim latihan bareng Lukaku. Separo musim dia berlatih dengan Alexis. Bagi Lukaku, derbi Milan keduanya musim ini tersebut juga penting.

Terlebih, jika dia mampu membuka kran golnya dalam laga home pada 2020 ini. Lukaku bisa masuk dalam catatan sejarah derbi berusia 111 tahun itu. Lukaku akan jadi pemain keenam  yang selalu mencetak gol pada dua derbi pertamanya. Dia bakal sejajar dengan Youri Djorkaeff, Ronaldo, Diego Simeone, Diego Milito, dan ironisnya ada nama Ibra juga!

Tapi, bomber berkebangsaan Belgia itu tetap merendah. Apalagi, ditanya perjumpaannya  dengan Ibra. Sosok yang selalu memberinya saran semasa di United. ”Senang bisa bermain jadi lawan baginya (Ibra). Hormatku untuknya. Dia akan selalu jadi panutanku,” ungkap Lukaku, di dalam wawancara dengan Tiki Taka. (ren)

MILAN–Zlatan Ibrahimovic sudah menanti 7 tahun 9 bulan 3 hari lamanya supaya bisa menikmati lagi atmosfer seperti dini hari nanti WIB. Ya, kali terakhir Ibra merasakannya di Derby della Madonnina pada 6 Mei 2012 silam. Seperti kali ini, dia menjalani derbi terakhirnya di Italia itu bersama AC Milan.

Sayang, saat itu dia mengucap “addio” ke Serie A dengan kekalahan 2-4 dari Inter Milan pada giornata 38 Serie A 2011 – 2012. Gara-gara kekalahan itu, Ibra juga baru musim itu kalah derbi Milan secara back to back di Serie A dalam semusim. Padahal, di balik kekalahan itu, Ibra dua kali menjebol gawang Nerazzurri, julukan Inter.

Nah, saat derbi Milan ke-296 ini pantaslah Ibra menebus kegagalan itu (siaran langsung RCTI/beIN Sports 2 pukul 02.45 WIB). ”Saya sudah ingin menuntaskannya,” ucap Ibra, seperti dilansir laman AFP. Bagi Ibra, ini derbi Milan kesembilan yang sudah pernah dia jalani di Serie A. Baik di saat mengenakan jersey biru Inter, atau setelah berganti jadi merah bersama Milan.

”Derbi yang penting untukku,” sebut Ibracadabra, julukannya. Begitu penting makna dari derbi ini, Ibra disebut-sebut rela absen ketika Alessio Romagnoli dkk ditahan Hellas Verona 1-1 pada giornata 22, sepekan lalu (2/2). Meskipun, alasan yang dikemukakan dia terkena serangan flu.

Baca Juga :  Manchester United Merugi Terbanyak

”Ibra hanya ingin fit demi derbi dan jadi pembeda,” sebut laman La Gazzetta dello Sport. ”Meski saya paham, mereka (Inter) tentu sudah tahu saya masih adaptasi dengan permainan tim ini. Namun percayalah, ini bukan sekadar sesumbar,” koar attaccante yang mengoleksi lima gol di derbi Milan itu.

Legenda Milan, Kaka, mengacungi jempol spirit yang dimiliki Ibra itu. Apalagi saat usia 38 tahun ini. Kaka pensiun pada usia 35 tahun, tiga tahun silam. ”Begitu indah melihat motivasi Ibra tetao terjaga,” katanya kepada La Gazzetta dello Sport. Allenatore Milan Stefano Pioli juga sampai menyebut sesumbar Ibra itu sebagai pemicu spirit anak asuhnya.

”Dia (Ibra) inspirasi kami,” harap Pioli, yang juga senasib seperti Ibra pernah jadi bagian skuad Inter pada 2016 – 2017 itu. ”Karena kami paham, derbi ini lebih dari sekadar tiga angka,” imbuh Pioli yang selalu imbang dari dua kali derbi Milan bersama Inter itu. Antonio Conte jadi satu-satunya handicap Ibra.

Pasalnya saat melawan tim mana pun yang ditangani Conte, baik Juventus atau Chelsea, Ibra tak pernah jadi pembeda. Entah gol atau assist. ”Dia (Conte) selalu punya taktik yang jitu. Saya tak khawatir. Kami hanya perlu bermain lebih solid, dan jadi lebih berbahaya,” tutur Pioli. Spesialnya, Ibra akan menghadapi sesama mantan rekan setimnya di Manchester United.

Baca Juga :  Lubang Besar Lini Belakang Napoli

The Godfather, julukan Conte, disebut menurunkan Romelu Lukaku dan Alexis Sanchez di lini depan. Di Carrington, kamp latihan United, Ibra semusim latihan bareng Lukaku. Separo musim dia berlatih dengan Alexis. Bagi Lukaku, derbi Milan keduanya musim ini tersebut juga penting.

Terlebih, jika dia mampu membuka kran golnya dalam laga home pada 2020 ini. Lukaku bisa masuk dalam catatan sejarah derbi berusia 111 tahun itu. Lukaku akan jadi pemain keenam  yang selalu mencetak gol pada dua derbi pertamanya. Dia bakal sejajar dengan Youri Djorkaeff, Ronaldo, Diego Simeone, Diego Milito, dan ironisnya ada nama Ibra juga!

Tapi, bomber berkebangsaan Belgia itu tetap merendah. Apalagi, ditanya perjumpaannya  dengan Ibra. Sosok yang selalu memberinya saran semasa di United. ”Senang bisa bermain jadi lawan baginya (Ibra). Hormatku untuknya. Dia akan selalu jadi panutanku,” ungkap Lukaku, di dalam wawancara dengan Tiki Taka. (ren)

Most Read

Artikel Terbaru

/