alexametrics
22.8 C
Pontianak
Saturday, August 13, 2022

“Turunkan” Target Liverpool

Pasca dibantai 4-1 dari Manchester City, Minggu (7/2) malam WIB, Manajer Liverpool, Jurgen Klopp langsung menurunkan target timnya untuk bertahan di empat besar pada klasemen akhir. Kekalahan dari City membuat Liverpool terpatri di posisi keempat dan berjarak 10 poin dari Man City di puncak klasemen. Bahkan, kans City untuk memperlebar jarak dengan the Reds amat terbuka lantaran mereka masih memiliki tabungan satu pertandingan lagi.

“Masuk empat besar adalah target utama kami Kami akan mencoba melakukan segalanya. Masih ada banyak pertandingan untuk mengamankan posisi ini, tapi kami harus kembali memenangkan pertandingan,” ujar Klopp seperti diwartakan Sky Sports, dikutip Vivagoal.

Klopp merasa masih banyak pertandingan yang belum dimainkan. Ia yakin anak asuhnya bisa memangkas jarak dengan City lantara pertandingan masih banyak yang belum dilalui.

Sementara itu, dilansir Bola.net,  sebuah komentar menarik dikeluarkan Jamie Carragher. Ia menilai Liverpool bakal menjadi pesaing terkuat Manchester City untuk gelar juara EPL musim ini, bukannya Manchester United.

Sejak awal musim kemarin, ada dua klub yang dijagokan menjadi juara EPL musim ini. Mereka adalah Manchester City dan Liverpool, dua klub yang tampil dominan di Inggris dalam tiga musim terakhir. Namun sejak bulan lalu, ada satu penantang gelar baru. Mereka adalah Manchester United, yang belakangan tampil apik di EPL.

Carragher menilai bahwa United bukan penantang gelar juara musim ini. “Saya rasa peluang Man United untuk menjadi juara sirna setelah laga ini [vs Everton, 3-3],” buka Carragher kepada Sky Sports.

Carragher menilai bahwa MU saat ini belum punya mentalitas untuk menjadi juara, sehingga mereka diyakini tidak siap bersaing di papan atas. “Saya rasa hanya Liverpool yang bisa menghentikan City [menjadi juara EPL]. Saya tidak melihat Man United bisa melakukan hal itu.

Baca Juga :  Tahan Pesta Juara City

Coba anda dengar komentar manajer mereka. MU hanya senang jadi penggembira di papan atas, dan saya tidak percaya mendengar perkataan itu,” katanya.

Menurut Carragher, Manchester City yang tengah on fire masih bisa dikejar.

Ia percaya The Citizens masih belum kembali ke performa terbaik mereka sehingga ada kemungkinan besar City bakal terpeleset.

“Musim lalu kita bisa mengatakan bahwa itu City tidak bermain dengan baik, sementara musim ini perolehan poin City hanya lebih banyak tiga poin daripada musim lalu. Jadi itu menunjukkan City tidak seperkasa mereka pada dua atau tiga tahun yang lalu.” ujarnya.

Di sisi lain, Liverpool diminta melupakan gelar juara Liga Inggris musim ini. Dengan skuad yang lebih segar musim depan, The Reds diyakini bisa bertarung lagi. Sportdetik melansir,

Liverpool baru saja menjuarai Liga Inggris musim lalu yang turut menuntaskan puasa gelar liga selama 30 tahun. Di musim itu, Liverpool begitu luar biasa karena meninggalkan lawan-lawannya termasuk Manchester City.

Ketika musim berakhir, Liverpool unggul 18 poin dari Manchester City dan selisih itu bisa jadi lebih lebar, jika tim asuhan Juergen Klopp itu tidak menurun performanya setelah jeda pandemi virus corona. Tapi musim 2020/2021 berjalan tidak menyenangkan untuk Liverpool setidaknya selepas memuncaki klasemen pada hari Natal lalu. Badai cedera yang menggerogoti pertahanan dan juga COVID-19 sudah membuat Liverpool turun drastis.

Baca Juga :  Salah Kejar Aubameyang dan Vardy

Sejak mengalahkan Crystal Palace 7-0 pertengahan Desember, Liverpool cuma menang dua kali dari delapan pertandingan terakhirnya.

Sudah begitu Liverpool juga kehilangan rekor tak terkalahkan di kandang dan kini sudah empat laga beruntun tanpa kemenangan. Liverpool kini tertahan di posisi keempat klasemen dengan 40 poin dari 23 laga, turun jauh dari torehan 67 angka yang didapat musim lalu di periode sama.

Menurut pandit Sky Sports sekaligus mantan pemain Manchester United, Gary Neville, apa yang dialami Liverpool adalah kewajaran. Setiap tim pasti akan melalui siklus menurun setelah 3-4 tahun digeber.

“Secara fisik, Liverpool saat ini tidak mampu kembali ke performa mereka sebelumnya. Para pemainnya masih sama, mereka punya hasrat yang sama. Saya persoalannya bukan hasrat pemain. Mereka cuma kelelahan secara fisik dan mental, mereka sudah habis-habisan,” ujar Neville.

Kini Liverpool hanya perlu melupakan gelar juara Liga Inggris musim ini dan fokus untuk bangkit musim depan dengan skuad lebih lengkap.

“Anda bisa saja mengira mereka cuma sensasi semusim dan takkan bisa tampil hebat lagi. Itu tidak tepat dikatakan saat ini. Tim Liverpool saat ini sudah tampil hebat selama tiga tahun dan butuh “diformat ulang” dalam beberapa bulan ke depan, untuk bangkit lagi musim depan,” tutupnya. (ist/*)

Pasca dibantai 4-1 dari Manchester City, Minggu (7/2) malam WIB, Manajer Liverpool, Jurgen Klopp langsung menurunkan target timnya untuk bertahan di empat besar pada klasemen akhir. Kekalahan dari City membuat Liverpool terpatri di posisi keempat dan berjarak 10 poin dari Man City di puncak klasemen. Bahkan, kans City untuk memperlebar jarak dengan the Reds amat terbuka lantaran mereka masih memiliki tabungan satu pertandingan lagi.

“Masuk empat besar adalah target utama kami Kami akan mencoba melakukan segalanya. Masih ada banyak pertandingan untuk mengamankan posisi ini, tapi kami harus kembali memenangkan pertandingan,” ujar Klopp seperti diwartakan Sky Sports, dikutip Vivagoal.

Klopp merasa masih banyak pertandingan yang belum dimainkan. Ia yakin anak asuhnya bisa memangkas jarak dengan City lantara pertandingan masih banyak yang belum dilalui.

Sementara itu, dilansir Bola.net,  sebuah komentar menarik dikeluarkan Jamie Carragher. Ia menilai Liverpool bakal menjadi pesaing terkuat Manchester City untuk gelar juara EPL musim ini, bukannya Manchester United.

Sejak awal musim kemarin, ada dua klub yang dijagokan menjadi juara EPL musim ini. Mereka adalah Manchester City dan Liverpool, dua klub yang tampil dominan di Inggris dalam tiga musim terakhir. Namun sejak bulan lalu, ada satu penantang gelar baru. Mereka adalah Manchester United, yang belakangan tampil apik di EPL.

Carragher menilai bahwa United bukan penantang gelar juara musim ini. “Saya rasa peluang Man United untuk menjadi juara sirna setelah laga ini [vs Everton, 3-3],” buka Carragher kepada Sky Sports.

Carragher menilai bahwa MU saat ini belum punya mentalitas untuk menjadi juara, sehingga mereka diyakini tidak siap bersaing di papan atas. “Saya rasa hanya Liverpool yang bisa menghentikan City [menjadi juara EPL]. Saya tidak melihat Man United bisa melakukan hal itu.

Baca Juga :  CHELSEA VS MAN.CITY, Tim Tamu Kehilangan Lima Pilar

Coba anda dengar komentar manajer mereka. MU hanya senang jadi penggembira di papan atas, dan saya tidak percaya mendengar perkataan itu,” katanya.

Menurut Carragher, Manchester City yang tengah on fire masih bisa dikejar.

Ia percaya The Citizens masih belum kembali ke performa terbaik mereka sehingga ada kemungkinan besar City bakal terpeleset.

“Musim lalu kita bisa mengatakan bahwa itu City tidak bermain dengan baik, sementara musim ini perolehan poin City hanya lebih banyak tiga poin daripada musim lalu. Jadi itu menunjukkan City tidak seperkasa mereka pada dua atau tiga tahun yang lalu.” ujarnya.

Di sisi lain, Liverpool diminta melupakan gelar juara Liga Inggris musim ini. Dengan skuad yang lebih segar musim depan, The Reds diyakini bisa bertarung lagi. Sportdetik melansir,

Liverpool baru saja menjuarai Liga Inggris musim lalu yang turut menuntaskan puasa gelar liga selama 30 tahun. Di musim itu, Liverpool begitu luar biasa karena meninggalkan lawan-lawannya termasuk Manchester City.

Ketika musim berakhir, Liverpool unggul 18 poin dari Manchester City dan selisih itu bisa jadi lebih lebar, jika tim asuhan Juergen Klopp itu tidak menurun performanya setelah jeda pandemi virus corona. Tapi musim 2020/2021 berjalan tidak menyenangkan untuk Liverpool setidaknya selepas memuncaki klasemen pada hari Natal lalu. Badai cedera yang menggerogoti pertahanan dan juga COVID-19 sudah membuat Liverpool turun drastis.

Baca Juga :  Balapan Pertama Tanpa Penonton

Sejak mengalahkan Crystal Palace 7-0 pertengahan Desember, Liverpool cuma menang dua kali dari delapan pertandingan terakhirnya.

Sudah begitu Liverpool juga kehilangan rekor tak terkalahkan di kandang dan kini sudah empat laga beruntun tanpa kemenangan. Liverpool kini tertahan di posisi keempat klasemen dengan 40 poin dari 23 laga, turun jauh dari torehan 67 angka yang didapat musim lalu di periode sama.

Menurut pandit Sky Sports sekaligus mantan pemain Manchester United, Gary Neville, apa yang dialami Liverpool adalah kewajaran. Setiap tim pasti akan melalui siklus menurun setelah 3-4 tahun digeber.

“Secara fisik, Liverpool saat ini tidak mampu kembali ke performa mereka sebelumnya. Para pemainnya masih sama, mereka punya hasrat yang sama. Saya persoalannya bukan hasrat pemain. Mereka cuma kelelahan secara fisik dan mental, mereka sudah habis-habisan,” ujar Neville.

Kini Liverpool hanya perlu melupakan gelar juara Liga Inggris musim ini dan fokus untuk bangkit musim depan dengan skuad lebih lengkap.

“Anda bisa saja mengira mereka cuma sensasi semusim dan takkan bisa tampil hebat lagi. Itu tidak tepat dikatakan saat ini. Tim Liverpool saat ini sudah tampil hebat selama tiga tahun dan butuh “diformat ulang” dalam beberapa bulan ke depan, untuk bangkit lagi musim depan,” tutupnya. (ist/*)

Most Read

Artikel Terbaru

/