alexametrics
31 C
Pontianak
Friday, July 1, 2022

Menyukai 4-3-3 Semua Menyerang

Pelatih baru Juventus, Andrea Pirlo, melontarkan komentar pertama sejak penunjukkan mengejutkan pada akhir pekan lalu. Pirlo ditunjuk menggantikan pelatih terdahulu, Maurizio Sarri, yang baru semusim melatih Juventus. Sarri dipecat setelah Juve disingkirkan wakil Ligue 1 Prancis, Lyon, pada babak 16 besar Liga Champions, Sabtu (8/8) dini hari WIB.

Pirlo dikontrak selama dua tahun. Padahal sebelumnya, ia juga baru diresmikan sebagai pelatih tim U-23 Juventus sejak akhir Juli lalu. “Saya sangat bahagia dan terhormat menerima kepercayaan dari Juventus,” ucap Pirlo di akun media sosial-nya, Minggu (9/8). “Saya siap untuk kesempatan yang luar biasa ini!,” tambahnya seperti dilansir Goal.

Pirlo pernah membela Juventus pada periode 2011–2015. Ia membantu Bianconeri meraih empat Scudetto, satu Coppa Italia, dan dua Piala Super Italia.

Playmaker flamboyan itu lantas hengkang ke klub MLS, New York City. Tiga musim di Liga Amerika Serikat, ia memutuskan pensiun pada 2017.

Kini, Pirlo memulai karier kepelatihan langsung dengan Juventus.

Musim depan, pria 41 tahun itu bakal bentrok dengan pelatih yang juga eks rekan setimnya di AC Milan, yakni: Gennaro Gattuso [Napoli] dan Filippo Inzaghi [Benevento].

Belum diketahui gambaran seperti apa sepakbola yang akan ia implementasikan di Bianconeri, tetapi mantan playmaker timnas Italia tersebut pernah mendiskusikan hal tersebut dalam sebuah livestream bersama Fabio Cannavaro beberapa bulan lalu.

“Tergantung pada pemain, tetapi saya menyukai 4-3-3 dengan semua orang menyerang. Menguasai banyak bola, saya ingin para pemain terus mengumpan, bahkan di bangku cadangan jika diperlukan!,” ujarnya.

“Saya menyukai 4-3-3, tetapi tentu saja jika Anda menyadari bahwa pemain tidak benar-benar bisa melaksanakannya, Anda beradaptasi dan Anda menggunakan sistem berbeda.

Baca Juga :  Vois dan Hukum Untan Terdepan

“Jika Anda terlalu terpaku pada sebuah sistem dan para pemain Anda tidak bisa menjalankannya, maka Anda membuang waktu dan tidak mengeluarkan yang terbaik dari mereka.”

Tantangan berat menanti Pirlo dalam peran barunya. Juventus merajai Liga Italia dengan merengkuh sembilan Scudetto tanpa putus, tetapi sejauh ini selalu gagal mewujudkan ambisi menjuarai Liga Champions. Terakhir kali Tim Putih-HItam jadi kampiun Eropa adalah pada 1996.

Sementara itu, dilansir Vivagoal, dingkatnya Pirlo sebagai pelatih baru Juventus kembali menuai komentar dari mantan rekannya semasa bermain. Kali ini giliran Luca Toni yang memberikan pendapatnya soal Pirlo yang menjadi pelatih Juve.

Mantan penyerang Italia, Luca Toni mengklaim pelatih baru Juventus, Andrea Pirlo sangat beruntung bisa karena sempat dilatih oleh beberapa pelatih hebat di masa lalu. Tak hanya itu, Pirlo dianggap lebih mirip seorang Pep Guardiola ketimbang Antonio Conte.

Toni sendiri pernah bermain bersama Pirlo, baik di level klub maupun saat berseragam Timnas Italia. Kedunya berperan penting saat tim Azzurri menjadi juara Piala Dunia 2006.

Meski belum pernah dilatih oleh Guardiola, Toni justru merasa Pirlo seperti Pep Guardiola. Padahal, Pirlo selama bertahun-tahun dilatih oleh Antonio Conte saat bermain di Juventus.

“Karakter bijak, Ia lebih mip Pep (Guardiola). Tetapi, Antonio (Conte) berhasil membuat Pirlo kagum selama tiga musim berada di Juventus,”ujar Toni dilansir dari Football Italia.

“Tetapi dalam hal mengorganisir sebuah tim, dia cukup beruntung karena pernah dilatih oleh dua pelatih hebat, Carlo Ancelotti dan Massimiliano Allegri.

Berbagai pengalamannya menjadi salah satu gelandang tengah terbaik itu, menurut Toni akan dimanfaatkan oleh Pirlo dengan baik. Ia yakin Pirlo bakal tetap menjadi dirinya sendiri meski menjadi pelatih.

Baca Juga :  Tak Menyangka Jadi Andalan

“Semua pengalamannya berguna, tapi pada akhirnya, Ia tetap jadi dirinya sendiri. Dia bakal menjadi Pirlo dan menggunakan caranya sendiri. Tapi berpura-pura atau meniru orang lain,” ungkapnya.

Secara permainan, Pirlo memberikan sedikit kisi-kisi soal pola permainan yang akan Ia terapkan di Juventus. Menurutnya dirinya ingin lebih banyak bermain passing serta penguasaan bola dan total menyerang.

Pirlo yang awalnya diproyeksikan melatih Juventus U-23 itu jelas belum memiliki pengalaman yang membuat dirinya diakui sebagai salah satu pelatih dunia terbaik.

Namun, sepertinya ini adalah optimisme dari manajemen untuk meniru langkah Madrid kala menunjuk Zidane sebagai pelatih. Situasinya hampir mirip di mana pelatih asal Prancis itu juga minim pengalaman.  Meski demikian, Zidane kemudian berhasil membawa Madrid bangkit, salah satunya dengan torehan tiga trofi Liga Champions secara beruntun.

Perbandingan antara Pirlo dengan Zidane pun dirasa tak adil oleh Alessandro Del Piero. Menurutnya mantan rekannya tersebut tak memiliki kesempatan melatih sebanyak Zidane kala menangani Madrid.

“Ini bukan perbandingan yang adil, sebab Zizou sudah pernah bekerja dengan tim muda Madrid dan setelahnya menjadi asisten Carlo Ancelotti. Walau seperti itu Pirlo memiliki segalanya untuk jadi lebih baik dari Zidane,” kata Del Piero. “Dia sudah mengenal klub, para pemain, para petinggi, jadi saya kira komunikasinya bakal sangat jelas. Sejujurnya, saya sendiri tidak akan bertaruh bahwa dia bakal jadi pelatih. Saya pun terkejut,” tutupnya. (ist)

 

Pelatih baru Juventus, Andrea Pirlo, melontarkan komentar pertama sejak penunjukkan mengejutkan pada akhir pekan lalu. Pirlo ditunjuk menggantikan pelatih terdahulu, Maurizio Sarri, yang baru semusim melatih Juventus. Sarri dipecat setelah Juve disingkirkan wakil Ligue 1 Prancis, Lyon, pada babak 16 besar Liga Champions, Sabtu (8/8) dini hari WIB.

Pirlo dikontrak selama dua tahun. Padahal sebelumnya, ia juga baru diresmikan sebagai pelatih tim U-23 Juventus sejak akhir Juli lalu. “Saya sangat bahagia dan terhormat menerima kepercayaan dari Juventus,” ucap Pirlo di akun media sosial-nya, Minggu (9/8). “Saya siap untuk kesempatan yang luar biasa ini!,” tambahnya seperti dilansir Goal.

Pirlo pernah membela Juventus pada periode 2011–2015. Ia membantu Bianconeri meraih empat Scudetto, satu Coppa Italia, dan dua Piala Super Italia.

Playmaker flamboyan itu lantas hengkang ke klub MLS, New York City. Tiga musim di Liga Amerika Serikat, ia memutuskan pensiun pada 2017.

Kini, Pirlo memulai karier kepelatihan langsung dengan Juventus.

Musim depan, pria 41 tahun itu bakal bentrok dengan pelatih yang juga eks rekan setimnya di AC Milan, yakni: Gennaro Gattuso [Napoli] dan Filippo Inzaghi [Benevento].

Belum diketahui gambaran seperti apa sepakbola yang akan ia implementasikan di Bianconeri, tetapi mantan playmaker timnas Italia tersebut pernah mendiskusikan hal tersebut dalam sebuah livestream bersama Fabio Cannavaro beberapa bulan lalu.

“Tergantung pada pemain, tetapi saya menyukai 4-3-3 dengan semua orang menyerang. Menguasai banyak bola, saya ingin para pemain terus mengumpan, bahkan di bangku cadangan jika diperlukan!,” ujarnya.

“Saya menyukai 4-3-3, tetapi tentu saja jika Anda menyadari bahwa pemain tidak benar-benar bisa melaksanakannya, Anda beradaptasi dan Anda menggunakan sistem berbeda.

Baca Juga :  Korban Insiden Speedboat Terbakar Ditemukan Meninggal

“Jika Anda terlalu terpaku pada sebuah sistem dan para pemain Anda tidak bisa menjalankannya, maka Anda membuang waktu dan tidak mengeluarkan yang terbaik dari mereka.”

Tantangan berat menanti Pirlo dalam peran barunya. Juventus merajai Liga Italia dengan merengkuh sembilan Scudetto tanpa putus, tetapi sejauh ini selalu gagal mewujudkan ambisi menjuarai Liga Champions. Terakhir kali Tim Putih-HItam jadi kampiun Eropa adalah pada 1996.

Sementara itu, dilansir Vivagoal, dingkatnya Pirlo sebagai pelatih baru Juventus kembali menuai komentar dari mantan rekannya semasa bermain. Kali ini giliran Luca Toni yang memberikan pendapatnya soal Pirlo yang menjadi pelatih Juve.

Mantan penyerang Italia, Luca Toni mengklaim pelatih baru Juventus, Andrea Pirlo sangat beruntung bisa karena sempat dilatih oleh beberapa pelatih hebat di masa lalu. Tak hanya itu, Pirlo dianggap lebih mirip seorang Pep Guardiola ketimbang Antonio Conte.

Toni sendiri pernah bermain bersama Pirlo, baik di level klub maupun saat berseragam Timnas Italia. Kedunya berperan penting saat tim Azzurri menjadi juara Piala Dunia 2006.

Meski belum pernah dilatih oleh Guardiola, Toni justru merasa Pirlo seperti Pep Guardiola. Padahal, Pirlo selama bertahun-tahun dilatih oleh Antonio Conte saat bermain di Juventus.

“Karakter bijak, Ia lebih mip Pep (Guardiola). Tetapi, Antonio (Conte) berhasil membuat Pirlo kagum selama tiga musim berada di Juventus,”ujar Toni dilansir dari Football Italia.

“Tetapi dalam hal mengorganisir sebuah tim, dia cukup beruntung karena pernah dilatih oleh dua pelatih hebat, Carlo Ancelotti dan Massimiliano Allegri.

Berbagai pengalamannya menjadi salah satu gelandang tengah terbaik itu, menurut Toni akan dimanfaatkan oleh Pirlo dengan baik. Ia yakin Pirlo bakal tetap menjadi dirinya sendiri meski menjadi pelatih.

Baca Juga :  Vois dan Hukum Untan Terdepan

“Semua pengalamannya berguna, tapi pada akhirnya, Ia tetap jadi dirinya sendiri. Dia bakal menjadi Pirlo dan menggunakan caranya sendiri. Tapi berpura-pura atau meniru orang lain,” ungkapnya.

Secara permainan, Pirlo memberikan sedikit kisi-kisi soal pola permainan yang akan Ia terapkan di Juventus. Menurutnya dirinya ingin lebih banyak bermain passing serta penguasaan bola dan total menyerang.

Pirlo yang awalnya diproyeksikan melatih Juventus U-23 itu jelas belum memiliki pengalaman yang membuat dirinya diakui sebagai salah satu pelatih dunia terbaik.

Namun, sepertinya ini adalah optimisme dari manajemen untuk meniru langkah Madrid kala menunjuk Zidane sebagai pelatih. Situasinya hampir mirip di mana pelatih asal Prancis itu juga minim pengalaman.  Meski demikian, Zidane kemudian berhasil membawa Madrid bangkit, salah satunya dengan torehan tiga trofi Liga Champions secara beruntun.

Perbandingan antara Pirlo dengan Zidane pun dirasa tak adil oleh Alessandro Del Piero. Menurutnya mantan rekannya tersebut tak memiliki kesempatan melatih sebanyak Zidane kala menangani Madrid.

“Ini bukan perbandingan yang adil, sebab Zizou sudah pernah bekerja dengan tim muda Madrid dan setelahnya menjadi asisten Carlo Ancelotti. Walau seperti itu Pirlo memiliki segalanya untuk jadi lebih baik dari Zidane,” kata Del Piero. “Dia sudah mengenal klub, para pemain, para petinggi, jadi saya kira komunikasinya bakal sangat jelas. Sejujurnya, saya sendiri tidak akan bertaruh bahwa dia bakal jadi pelatih. Saya pun terkejut,” tutupnya. (ist)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/