alexametrics
26.7 C
Pontianak
Tuesday, May 17, 2022

Atlet dan Pelatih Pasrah, Terancam Dibajak Provinsi Lain

Midji: Solusinya di KONI

PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji akhirnya angkat bicara terkait kisruh penertiban dan pengosongan Mess PABSI Kalbar, dan terancam berdampak kepada pembinaan para  atlet dan pelatih di sana. Midji sapaan karibnya menyebutkan bahwa yang dilakukan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Kalbar lebih dari pada fungsi mengembalikan, salah satu aset milik daerah tersebut.

“Jadi begini. Untuk mess diperbolehkan sebagai sarana dan prasarana tempat tinggal para atlet. Tepati jangan sampai menjadi tempat tinggal. Ini kan sebelumnya keluarga tinggal di sana. Nah pemprov Kalbar hanya menjalankan aturan saja,” kata Midji kepada sejumlah awak media seusai menghadiri rapat Paripurna LHP APBD 2021 Pemprov Kalbar di Gedung DPRD Kalbar.

Midji menyebutkan seandainya dikembalikan kepada fungsi mess, terang saja diperbolehkan untuk dipakai. Para atlet dipersilahkan untuk menempati sesuai peruntukan mess. Nah, Pemprov Kalbar sendiri memang memiliki wewenang dalam melakukan penertiban aset pemerintah.

“Kalau disalahfungsikan dapat menjadi temuan BPK. Fungsi mess memang  untuk olahraga. Ya olahraga,” ujarnya sambil memandang Anggota BPK RI Pusat di Gedung DPRD Kalbar.

Mantan Walikota Pontianak dua periode ini malahan menyebutkan Pemprov Kalbar sendiri akan lebih merepresentatifkan fungsi GOR di Kawasan Gelora Khatulistiwa Kalimantan Barat ke depannya. Makanya langkah penertiban beberapa waktu lalu dilakukan menyeluruh. Caranya dengan terus membenahi sarana dan prasarana fasilitas atlet melalui APBD Kalbar.

Terkait dampak pengosongan Mess PABSI Kalbar, bakal keluarnya pelatih nasional dan atlet berpotensi dapat dibajak provinsi lain ? Midji mengatakan untuk solusi dampak dari pengosongan mess PABSI Kalbar, nanti Pemprov akan pertanyakan kepada KONI Kalbar.

“Untuk solusinya kami akan tanyakan kepada pengurus KONI Kalbar seperti apa. Cabor PABSI merupakan unggulan juga di Kalbar,” katanya.

Midji meminta langkah yang dilakukan pemerintah tidak dianggap salah dalam melakukan langkah penertiban dan pengosongan Mess PABSI Kalbar.

“Jangan beranggapan bahwa Pemprov salah melakukan langkah penertiban. Kalau jadi temuan, kita semuanya bakalan kerepotan,” tukasnya beralasan.

Atlet dan Pelatih Terancam Dibajak Provinsi Lain.

Bersikukuhnya Disporapar Kalbar melakukan pengosongan dan penghentian aktivitas di mess PABSI Kawasan Gelora Khatulistiwa Kalimantan Barat, rupanya sudah memunculkan dampak fsikologis kepada pelatih dan para atlet di sana. Mereka yang sudah puluhan tahun berjuang dan berdarah-darah mengharumkan nama Kalbar di kanca nasional dan internasional hanya pasrah, tidak bisa berbuat banyak.

“Tadi siang (kemarin), mess kami sudah diperiksa. Alasannya klise. Mess dituding dijadikan tempat usaha, keluarga menempati di sana dan lain-lain. Sepertinya kurang bijak dalam melakukan tuduhan. Harusnya tabayun atau croscek dulu, seperti apa kami (PABSI), membesarkan para atlet dari kosong hingga mampu bertarung di kanca Proprov, PON, Sea Games, Asian Games hingga Olimpiade. Banyak talenta-talenta atlet berbakat Kalbar lahir dari mess ini,” kata Ketua Pengprov PABSI Kalbar, Ahmadin Umar.

Baca Juga :  Langkah Firzanur Atlet Anggar Kalbar Terhenti di 16 Besar

Menurutnya sebagai pelatih yang diminta Pemprov Kalbar dan melatih selama 35 tahun lebih di Kalbar, bahwa penempatan mess PABSI tersebut karena berdasarkan surat Gubenur Kalbar Almarhum Aspar Aswin dan Ketua PABBSI dahulu almarhum Hendri Usman. Waktu itu, dirinya datang ke Kalbar melatih atlet dan berhasil menyumbangkan 13 medali emas di PON Palembang. Pada PON berikut, medali emas, perak, dan perunggu terus menambah perbendaharaan lemari Provinsi Kalbar.

“Hadiahnya mess ini. Dengan syarat biaya listrik, air,  vitamin, makan minum atlet, pelatih dan biaya lain-lain kami cari sendiri-sendiri. Nah tahu sendiri bagaimana besarnya operasional pembiayaan atlet. Vitamin dan makannya saja setiap hari tidak boleh sembarangan. Belum asupan susu, vitamin dan lain-lain,” ujarnya bercerita.

Mencari asupan makan dan vitamin atlet PABSI sendiri tidaklah serampangan dan sembarangan. Usaha menjalankan pelatihan mobil untuk masyarakat pernah dilakukan. Dituding dengan dijadikan tempat usaha penyewaan baju tradisional sampai MUA, diakui dilakukannya.

“Tetapi itu sudah berhenti beberapa tahun lalu. Tak juga bisa membantu banyak. Lebih banyak pengeluaran daripada pemasukan. Kalau itupun dijadikan alasan melakukan penertiban rasanya, kurang masuk akal saja. Apa daya kami (PABSI), tidak bisa melawan kehendak pemerintah,” ucap dia.

PABSI cabor angkat besi sendiri sebelumnya bergabung dengan angkat berat dan binaraga. Dari tangan PABSI Kalbar (dahulunya PABBSI) banyak melahirkan atlet-atlet tingkat dunia sampai ke Sea Games dan Olimpiade. Dulu ada nama Lorens hijrah ke Kaltim diberikan rumah, usaha, bonus menawan dan pekerjaan tetap sebagai ASN di sana. Ada juga Kartono, dan Ami AB dibajak provinsi lain Sultra, Makasar dan Kaltim dengan alasan serupa. Beberapa atlet tersebut justru fasilitas dan kesejahteraannya diperhatikan provinsi lain.

“Bukan tidak mungkin juga beberapa atlet PABSI sekarang dibajak provinsi lain. Saya tidak bisa jamin itu. Sebab, keberadaan saya di sini bersama pelatih PB PABSI belum tentu akan selamanya. Tempat kami saja diobok-obok dengan alasan klise,” ucapnya.

Ahmadin Umar sendiri sebenarnya juga sudah lama dibidik PB PABSI dan provinsi lain seperti Aceh, Papua hingga kampung halamannya di Lampung termasuk dari provinsi di Kalimantan. Fasilitas, bonus menjanjikan sampai jaminan masa depan juga berani diberikan provinsi lain. Namun kecintaannya terhadap Kalbar hingga memiliki anak dan cucu, membuatnya mencintai Kalbar ini.

Baca Juga :  Persiapan Matang di Eropa, #55 Galang Hendra Pratama Siap Balapan di WorldSSP Aragon Musim 2021

“Tetapi saya akan ke PB PABSI dulu. Koordinasi. Kalau saya terpaksa harus cabut dari Kalbar, mau apa dikata. Beberapa atlet asal Kalbar yang sedang berlaga di Sea Games dan Angkat Berat dunia, kabarnya juga mau ikut,” ujarnya.

Sukandi salah satu pelatih PB PABSI yang diperbantukan ke Pengprov PABSI Kalbar memperlihatkan alat-alat bantuan dari Kemenpora, PB PABSI guna membantu prestasi atlet angkat besi Kalbar.
(Istimewa)

Pelatih PB PABSI “Pulang”

Terpisah, Sukandi pelatih dari Pengurus Besar (PB) PABSI di Jakarta yang ditugaskan membantu atlet-atlet junior PPLP dan senior Kalbar juga berencana kembali ke markas besar, jika keberadaan dirinya disini kurang dihargai.

“Rasanya mau pulang dulu mas ke Jakarta dan berkoordinasi ke PB PABSI. Kalauj perintah PB PABSI saya harus kembali melatih di sana, akan saya jalani. Di sini saya sudah cocok dengan pak Ahmadin (Ketua Pengprov dan Pelatih) PABSI Kalbar. Diobok-obok begini, rasanya kayak apa gitu,” tukasnya.

Dia mengatakan bahwa Pengprov PABSI di daerah-daerah seperti Lampung, Kaltim, Aceh, hingga Papua dijamin pemerintah provinsi setempat dengan segala fasilitas lengkapnya. Di sini keberadaannya di Mess PABSI Kalbar saja, sudah tidak nyaman melatih, makan, minum dan tidur. Penyebanya jelas dampak pengosongan dan penertiban tanpa ada solusi jelas.

Sukandi sendiri merupakan pelatih PB PABSI berlabel nasional dan dunia. Dari tangan dinginya nama atlet semacam Riska Oktaviana Atlet Cabor Angkat Besi yunior yang bertarung di angkag besi kanca dunia seperti di Thailand, dan eropa termasuk Restu Anggi, atlet angkat besi Kalbar yang bertarung di Sea Games Vietnam 2022 lahir.

Para atlet tersebut merupakan binaan dan didikannya sejak dari nol hingga berpretasi di kanca dunia. Sebelumnya juga banyakk atlet-atlet nasional dilatih Sukandi di Sea Games dan Olimpiade di Jakarta yakni Pelatnas PABSI.

Rencana Sukandi untuk pulang ke PB PABSI akan dilakukan jika masalah di Kalbar sudah terlampau pelik tidak bisa dituntaskan. Dia juga akan berpikir ulang untuk kembali melatih atlet junior usia sekolah PPLP di Kalbar. Masalahnya anggaran PPLP sendiri datangnya dari Kemenpora bekerjasama dengan PB PABSI di Jakarta.

“Intinya saya akan sowan ke Jakarta. Mungkin bersama pak Ahmadin juga. Kami akan koordinasi seperti apa kami di Kalbar,” ucapnya. (den)

Midji: Solusinya di KONI

PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji akhirnya angkat bicara terkait kisruh penertiban dan pengosongan Mess PABSI Kalbar, dan terancam berdampak kepada pembinaan para  atlet dan pelatih di sana. Midji sapaan karibnya menyebutkan bahwa yang dilakukan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Kalbar lebih dari pada fungsi mengembalikan, salah satu aset milik daerah tersebut.

“Jadi begini. Untuk mess diperbolehkan sebagai sarana dan prasarana tempat tinggal para atlet. Tepati jangan sampai menjadi tempat tinggal. Ini kan sebelumnya keluarga tinggal di sana. Nah pemprov Kalbar hanya menjalankan aturan saja,” kata Midji kepada sejumlah awak media seusai menghadiri rapat Paripurna LHP APBD 2021 Pemprov Kalbar di Gedung DPRD Kalbar.

Midji menyebutkan seandainya dikembalikan kepada fungsi mess, terang saja diperbolehkan untuk dipakai. Para atlet dipersilahkan untuk menempati sesuai peruntukan mess. Nah, Pemprov Kalbar sendiri memang memiliki wewenang dalam melakukan penertiban aset pemerintah.

“Kalau disalahfungsikan dapat menjadi temuan BPK. Fungsi mess memang  untuk olahraga. Ya olahraga,” ujarnya sambil memandang Anggota BPK RI Pusat di Gedung DPRD Kalbar.

Mantan Walikota Pontianak dua periode ini malahan menyebutkan Pemprov Kalbar sendiri akan lebih merepresentatifkan fungsi GOR di Kawasan Gelora Khatulistiwa Kalimantan Barat ke depannya. Makanya langkah penertiban beberapa waktu lalu dilakukan menyeluruh. Caranya dengan terus membenahi sarana dan prasarana fasilitas atlet melalui APBD Kalbar.

Terkait dampak pengosongan Mess PABSI Kalbar, bakal keluarnya pelatih nasional dan atlet berpotensi dapat dibajak provinsi lain ? Midji mengatakan untuk solusi dampak dari pengosongan mess PABSI Kalbar, nanti Pemprov akan pertanyakan kepada KONI Kalbar.

“Untuk solusinya kami akan tanyakan kepada pengurus KONI Kalbar seperti apa. Cabor PABSI merupakan unggulan juga di Kalbar,” katanya.

Midji meminta langkah yang dilakukan pemerintah tidak dianggap salah dalam melakukan langkah penertiban dan pengosongan Mess PABSI Kalbar.

“Jangan beranggapan bahwa Pemprov salah melakukan langkah penertiban. Kalau jadi temuan, kita semuanya bakalan kerepotan,” tukasnya beralasan.

Atlet dan Pelatih Terancam Dibajak Provinsi Lain.

Bersikukuhnya Disporapar Kalbar melakukan pengosongan dan penghentian aktivitas di mess PABSI Kawasan Gelora Khatulistiwa Kalimantan Barat, rupanya sudah memunculkan dampak fsikologis kepada pelatih dan para atlet di sana. Mereka yang sudah puluhan tahun berjuang dan berdarah-darah mengharumkan nama Kalbar di kanca nasional dan internasional hanya pasrah, tidak bisa berbuat banyak.

“Tadi siang (kemarin), mess kami sudah diperiksa. Alasannya klise. Mess dituding dijadikan tempat usaha, keluarga menempati di sana dan lain-lain. Sepertinya kurang bijak dalam melakukan tuduhan. Harusnya tabayun atau croscek dulu, seperti apa kami (PABSI), membesarkan para atlet dari kosong hingga mampu bertarung di kanca Proprov, PON, Sea Games, Asian Games hingga Olimpiade. Banyak talenta-talenta atlet berbakat Kalbar lahir dari mess ini,” kata Ketua Pengprov PABSI Kalbar, Ahmadin Umar.

Baca Juga :  Dua Atlet Renang Junior Bersiap Ikuti O2SN Nasional

Menurutnya sebagai pelatih yang diminta Pemprov Kalbar dan melatih selama 35 tahun lebih di Kalbar, bahwa penempatan mess PABSI tersebut karena berdasarkan surat Gubenur Kalbar Almarhum Aspar Aswin dan Ketua PABBSI dahulu almarhum Hendri Usman. Waktu itu, dirinya datang ke Kalbar melatih atlet dan berhasil menyumbangkan 13 medali emas di PON Palembang. Pada PON berikut, medali emas, perak, dan perunggu terus menambah perbendaharaan lemari Provinsi Kalbar.

“Hadiahnya mess ini. Dengan syarat biaya listrik, air,  vitamin, makan minum atlet, pelatih dan biaya lain-lain kami cari sendiri-sendiri. Nah tahu sendiri bagaimana besarnya operasional pembiayaan atlet. Vitamin dan makannya saja setiap hari tidak boleh sembarangan. Belum asupan susu, vitamin dan lain-lain,” ujarnya bercerita.

Mencari asupan makan dan vitamin atlet PABSI sendiri tidaklah serampangan dan sembarangan. Usaha menjalankan pelatihan mobil untuk masyarakat pernah dilakukan. Dituding dengan dijadikan tempat usaha penyewaan baju tradisional sampai MUA, diakui dilakukannya.

“Tetapi itu sudah berhenti beberapa tahun lalu. Tak juga bisa membantu banyak. Lebih banyak pengeluaran daripada pemasukan. Kalau itupun dijadikan alasan melakukan penertiban rasanya, kurang masuk akal saja. Apa daya kami (PABSI), tidak bisa melawan kehendak pemerintah,” ucap dia.

PABSI cabor angkat besi sendiri sebelumnya bergabung dengan angkat berat dan binaraga. Dari tangan PABSI Kalbar (dahulunya PABBSI) banyak melahirkan atlet-atlet tingkat dunia sampai ke Sea Games dan Olimpiade. Dulu ada nama Lorens hijrah ke Kaltim diberikan rumah, usaha, bonus menawan dan pekerjaan tetap sebagai ASN di sana. Ada juga Kartono, dan Ami AB dibajak provinsi lain Sultra, Makasar dan Kaltim dengan alasan serupa. Beberapa atlet tersebut justru fasilitas dan kesejahteraannya diperhatikan provinsi lain.

“Bukan tidak mungkin juga beberapa atlet PABSI sekarang dibajak provinsi lain. Saya tidak bisa jamin itu. Sebab, keberadaan saya di sini bersama pelatih PB PABSI belum tentu akan selamanya. Tempat kami saja diobok-obok dengan alasan klise,” ucapnya.

Ahmadin Umar sendiri sebenarnya juga sudah lama dibidik PB PABSI dan provinsi lain seperti Aceh, Papua hingga kampung halamannya di Lampung termasuk dari provinsi di Kalimantan. Fasilitas, bonus menjanjikan sampai jaminan masa depan juga berani diberikan provinsi lain. Namun kecintaannya terhadap Kalbar hingga memiliki anak dan cucu, membuatnya mencintai Kalbar ini.

Baca Juga :  Derrick Connery, Binaragawan Menuai Prestasi; Ingin Berat Badan Turun, Malah Tubuh jadi Atletis

“Tetapi saya akan ke PB PABSI dulu. Koordinasi. Kalau saya terpaksa harus cabut dari Kalbar, mau apa dikata. Beberapa atlet asal Kalbar yang sedang berlaga di Sea Games dan Angkat Berat dunia, kabarnya juga mau ikut,” ujarnya.

Sukandi salah satu pelatih PB PABSI yang diperbantukan ke Pengprov PABSI Kalbar memperlihatkan alat-alat bantuan dari Kemenpora, PB PABSI guna membantu prestasi atlet angkat besi Kalbar.
(Istimewa)

Pelatih PB PABSI “Pulang”

Terpisah, Sukandi pelatih dari Pengurus Besar (PB) PABSI di Jakarta yang ditugaskan membantu atlet-atlet junior PPLP dan senior Kalbar juga berencana kembali ke markas besar, jika keberadaan dirinya disini kurang dihargai.

“Rasanya mau pulang dulu mas ke Jakarta dan berkoordinasi ke PB PABSI. Kalauj perintah PB PABSI saya harus kembali melatih di sana, akan saya jalani. Di sini saya sudah cocok dengan pak Ahmadin (Ketua Pengprov dan Pelatih) PABSI Kalbar. Diobok-obok begini, rasanya kayak apa gitu,” tukasnya.

Dia mengatakan bahwa Pengprov PABSI di daerah-daerah seperti Lampung, Kaltim, Aceh, hingga Papua dijamin pemerintah provinsi setempat dengan segala fasilitas lengkapnya. Di sini keberadaannya di Mess PABSI Kalbar saja, sudah tidak nyaman melatih, makan, minum dan tidur. Penyebanya jelas dampak pengosongan dan penertiban tanpa ada solusi jelas.

Sukandi sendiri merupakan pelatih PB PABSI berlabel nasional dan dunia. Dari tangan dinginya nama atlet semacam Riska Oktaviana Atlet Cabor Angkat Besi yunior yang bertarung di angkag besi kanca dunia seperti di Thailand, dan eropa termasuk Restu Anggi, atlet angkat besi Kalbar yang bertarung di Sea Games Vietnam 2022 lahir.

Para atlet tersebut merupakan binaan dan didikannya sejak dari nol hingga berpretasi di kanca dunia. Sebelumnya juga banyakk atlet-atlet nasional dilatih Sukandi di Sea Games dan Olimpiade di Jakarta yakni Pelatnas PABSI.

Rencana Sukandi untuk pulang ke PB PABSI akan dilakukan jika masalah di Kalbar sudah terlampau pelik tidak bisa dituntaskan. Dia juga akan berpikir ulang untuk kembali melatih atlet junior usia sekolah PPLP di Kalbar. Masalahnya anggaran PPLP sendiri datangnya dari Kemenpora bekerjasama dengan PB PABSI di Jakarta.

“Intinya saya akan sowan ke Jakarta. Mungkin bersama pak Ahmadin juga. Kami akan koordinasi seperti apa kami di Kalbar,” ucapnya. (den)

Most Read

Artikel Terbaru

/