alexametrics
26 C
Pontianak
Saturday, July 2, 2022

Ginting Bungkam Malaysia di Perempatfinal Piala Thomas

ANTHONY Sinisuka Ginting tampil impresif pada laga perdana perempatfinal Piala Thomas 2020. Ginting membungkam tunggal pertama Malaysia Lee Zii Jia dalam dua game langsung 21-14, 21-17 mengantarkan Indonesia unggul 1-0 atas Malaysia. Bertanding di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Jumat (15/10) Ginting lebih percaya diri menghadapi pemain ranking delapan dunia itu. Lee memang sempat mengalahkannya dengan telak dua game langsung Piala Sudirman lalu.

“Puji syukur saya bisa menyelesaikan pertandingan dengan baik dan tanpa cedera. Saya bisa menyumbang angka. Dari awal saya diminta pelatih lebih agresif. Hanya saja untuk mendapatkan angka saya harus siap capek,” kata Ginting.

Pada awal game pertama, kedudukan sempat sama kuat 5-5. Setelah itu Ginting bisa memimpin dengan merebut enam angka beruntun. Tiga di antaranya lewat smes yang telak ke arah kanan Lee. Pada interval game pertama, Ginting unggul dengan skor 11-5.

Baca Juga :  Penyekatan Cegah Penyebaran Covid-19

Ginting, pemain rangking 5 dunia ini terus memegang kendali pemainan dan makin menjauh dan unggul 15-12 dan 19-13. Smes Lee yang melebar, akhirnya mengantarkan Ginting menang di game pertama dengan skor 21-14.

Game kedua berjalan tetap sengit. Kejar-kejaran angka terus berlangsung. Ginting sempat tertinggal 6-8. Ginting terus berjuang hingga memimpin 9-8.

Namun Lee kembali mendapat 3 angka beruntun dan menutup interval game kedua dengan keunggulan 11-9. Pada awal game kedua ini, kelingking kanan Lee cedera dan berdarah. Darah itu bahkan sampai menetes di lapangan.

Setelah interval, Ginting yang tertinggal kemudian bisa menyamakan skor 16-16. Bahkan dia mengunci lawan di posisi 17 hingga memenangi pertarungan game kedua dengan kedudukan 21-17.

“Saya lebih fokus sejak game pertama dan sudah dapat polanya. Cuma saya harus memaksa diri siap capek karena Lee juga bagus,” kata Ginting.

Baca Juga :  Kisruh Pagar Tutup Jalan Pemilik Tokok Sempat Berkilah

“Kekalahan saya di Piala Sudirman lalu bukan menjadi trauma. Saya di sini lebih menyiapkan fisik dan mental lebih untuk menghadapi Lee. Apalagi Lee penampilannya juga tidak seapik di Piala Sudirman lalu,” tambah Ginting.

Selain itu, kata Ginting, shuttlecock yang berkarakter lambat di Aarhus, lebih mendukung permainan menyerangnya. Ginting mengatakan lebih menyukai shuttlecock di Denmark ketimbang yang tersedia di Vantaa, Finlandia, tuan rumah Piala Sudirman lalu.

“Saya bisa lebih menyerang dan saya terus mencoba memberikan yang terbaik untuk Indonesia,” ucap Ginting.

Menurut pelatih tunggal putra Irwansyah, kunci kemenangan Ginting adalah karena sejak masuk lapangan, dia sudah langsung in dengan strategi menyerang. Ginting juga mampu mengontrol total permainan sejak awal sampai akhir.

“Ginting bisa mengontrol permainan dan serang balik saat ada kesempatan. Bermain lebih agresif ini mengantarkan Ginting menang atas Lee,” tegas Irwansyah .(jp)

ANTHONY Sinisuka Ginting tampil impresif pada laga perdana perempatfinal Piala Thomas 2020. Ginting membungkam tunggal pertama Malaysia Lee Zii Jia dalam dua game langsung 21-14, 21-17 mengantarkan Indonesia unggul 1-0 atas Malaysia. Bertanding di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Jumat (15/10) Ginting lebih percaya diri menghadapi pemain ranking delapan dunia itu. Lee memang sempat mengalahkannya dengan telak dua game langsung Piala Sudirman lalu.

“Puji syukur saya bisa menyelesaikan pertandingan dengan baik dan tanpa cedera. Saya bisa menyumbang angka. Dari awal saya diminta pelatih lebih agresif. Hanya saja untuk mendapatkan angka saya harus siap capek,” kata Ginting.

Pada awal game pertama, kedudukan sempat sama kuat 5-5. Setelah itu Ginting bisa memimpin dengan merebut enam angka beruntun. Tiga di antaranya lewat smes yang telak ke arah kanan Lee. Pada interval game pertama, Ginting unggul dengan skor 11-5.

Baca Juga :  Kasus Covid-19 Meningkat, Jam Malam Diberlakukan Kembali

Ginting, pemain rangking 5 dunia ini terus memegang kendali pemainan dan makin menjauh dan unggul 15-12 dan 19-13. Smes Lee yang melebar, akhirnya mengantarkan Ginting menang di game pertama dengan skor 21-14.

Game kedua berjalan tetap sengit. Kejar-kejaran angka terus berlangsung. Ginting sempat tertinggal 6-8. Ginting terus berjuang hingga memimpin 9-8.

Namun Lee kembali mendapat 3 angka beruntun dan menutup interval game kedua dengan keunggulan 11-9. Pada awal game kedua ini, kelingking kanan Lee cedera dan berdarah. Darah itu bahkan sampai menetes di lapangan.

Setelah interval, Ginting yang tertinggal kemudian bisa menyamakan skor 16-16. Bahkan dia mengunci lawan di posisi 17 hingga memenangi pertarungan game kedua dengan kedudukan 21-17.

“Saya lebih fokus sejak game pertama dan sudah dapat polanya. Cuma saya harus memaksa diri siap capek karena Lee juga bagus,” kata Ginting.

Baca Juga :  Cabup Junaidi: Saya Berhenti dari DPRD Karena Mau Urus Rakyat

“Kekalahan saya di Piala Sudirman lalu bukan menjadi trauma. Saya di sini lebih menyiapkan fisik dan mental lebih untuk menghadapi Lee. Apalagi Lee penampilannya juga tidak seapik di Piala Sudirman lalu,” tambah Ginting.

Selain itu, kata Ginting, shuttlecock yang berkarakter lambat di Aarhus, lebih mendukung permainan menyerangnya. Ginting mengatakan lebih menyukai shuttlecock di Denmark ketimbang yang tersedia di Vantaa, Finlandia, tuan rumah Piala Sudirman lalu.

“Saya bisa lebih menyerang dan saya terus mencoba memberikan yang terbaik untuk Indonesia,” ucap Ginting.

Menurut pelatih tunggal putra Irwansyah, kunci kemenangan Ginting adalah karena sejak masuk lapangan, dia sudah langsung in dengan strategi menyerang. Ginting juga mampu mengontrol total permainan sejak awal sampai akhir.

“Ginting bisa mengontrol permainan dan serang balik saat ada kesempatan. Bermain lebih agresif ini mengantarkan Ginting menang atas Lee,” tegas Irwansyah .(jp)

Most Read

Artikel Terbaru

/