alexametrics
32.8 C
Pontianak
Wednesday, August 10, 2022

Sainz Amankan Gelar Ketiga

Juara Bertahan Kehilangan Singgasana

QIDDIYA — Carlos Sainz mengukir prestasi besar di usianya yang tidak lagi muda, 57 tahun. Ayah kandung pembalap McLaren Carlos Sainz jr itu mengakhiri Reli Dakar 2020 sebagai juara kategori mobil. Bersama kompatriotnya Lucas Cruz, pereli Spanyol itu menaklukkan total jarak sejauh 7.900 kilometer yang terbagi dalam 12 etape dalam 13 hari penyelenggaraan.

Pada etape pemungkas kemarin (17/1), dia hanya finis keenam. Walaupun begitu, Sainz masih leading 6 menit 21 detik di klasemen akhir dari Nasser Al Attiyah yang kemarin mencatatkan waktu tercepat dari Haradh menuju Qiddiya.

Sainz cukup kenyang pengalaman di pentas reli dunia. Dia juga merupakan salah satu jagoan reli dunia. Sebelum tampil di Dakar, dia tercatat dua kali menyabet gelar World Rally Championship (WRC) pada 1990 dan 1992. Khusus di reli Dakar, Sainz yang kini menjadi bagian tim Bahrain JCW X-Raid Team itu sudah dua kali tampil sebagai juara di tiga edisi berbeda. Termasuk di Arab Saudi tahun ini.

Baca Juga :  Dari Keterbatasan, Membanggakan Tanah Air

Yang menarik adalah tiga kesempatan tersebut dia lalui bersama tiga pabrikan berbeda. Yakni pada 2010 bersama Volkswagen, 2018 (Peugeot) dan tahun ini dengan Mini. Pabrikan asal Inggris itu sudah membantu dia menang di lima etape dalam 13 hari terakhir.

“Tentu aku senang. Ada banyak usaha di balik semua ini. Kami banyak berlatih dan menjalani latihan fisik,” sebut Sainz sebagaimana dikutip situs resmi Dakar. Selanjutnya, dia ingin menikmati sejenak momen juara tahun ini sebelum menatap ajang yang sama setahun berikutnya.

Keberhasilan Sainz pada tahun ini membuat Al Attiyah turun dari singgasananya. Pereli Qatar itu sempat berkoar bahwa dia lebih paham jalur di Arab Saudi ketimbang pereli yang lain. Faktanya, dia gagal mempertahankan gelar tahun lalu.

Baca Juga :  Pergi Jika Jarang Dimainkan

“Kami bekerja dengan baik untuk finis kedua (di klasemen akhir), meski kami juga ingin menang,” terangnya. Al Attiyah menyebut dia membuat sejumlah kesalahan dan beberapa kali ban kempes selama melahap 13 etape.

Tetapi, berlomba di Arab Saudi merupakan seperti sebuah mimpi yang menjadi kenyataan. “Aku akan kembali untuk menang tahun depan. Aku hanya butuh sedikit lebih beruntung,” terangnya.

Sedangkan di peringkat ketiga, ada rekan setim Sainz, Stephane Peterhansel/Paulo Fiuza yang berjarak 9 menit 58 detik di klasemen akhir. Secara keseluruhan, keberadaan Sainz, Al Attiyah dan Peterhansel tahun ini mendominasi persaingan selama 13 hari berlangsungnya Reli Dakar 2020

Sementara itu, mantan juara Formula 1 Fernando Alonso tak mampu menembus top 10 pada kesempatan pertamanya di ajang Dakar. Dia mengemas total catatan waktu 47 jam 42 menit 4 detik atau terpaut 4 jam 4 menit 19 detik dari Sainz. (nap)

Juara Bertahan Kehilangan Singgasana

QIDDIYA — Carlos Sainz mengukir prestasi besar di usianya yang tidak lagi muda, 57 tahun. Ayah kandung pembalap McLaren Carlos Sainz jr itu mengakhiri Reli Dakar 2020 sebagai juara kategori mobil. Bersama kompatriotnya Lucas Cruz, pereli Spanyol itu menaklukkan total jarak sejauh 7.900 kilometer yang terbagi dalam 12 etape dalam 13 hari penyelenggaraan.

Pada etape pemungkas kemarin (17/1), dia hanya finis keenam. Walaupun begitu, Sainz masih leading 6 menit 21 detik di klasemen akhir dari Nasser Al Attiyah yang kemarin mencatatkan waktu tercepat dari Haradh menuju Qiddiya.

Sainz cukup kenyang pengalaman di pentas reli dunia. Dia juga merupakan salah satu jagoan reli dunia. Sebelum tampil di Dakar, dia tercatat dua kali menyabet gelar World Rally Championship (WRC) pada 1990 dan 1992. Khusus di reli Dakar, Sainz yang kini menjadi bagian tim Bahrain JCW X-Raid Team itu sudah dua kali tampil sebagai juara di tiga edisi berbeda. Termasuk di Arab Saudi tahun ini.

Baca Juga :  Tak Kantongi Izin Operasional, Arena Permainan Ketangkasan Disegel

Yang menarik adalah tiga kesempatan tersebut dia lalui bersama tiga pabrikan berbeda. Yakni pada 2010 bersama Volkswagen, 2018 (Peugeot) dan tahun ini dengan Mini. Pabrikan asal Inggris itu sudah membantu dia menang di lima etape dalam 13 hari terakhir.

“Tentu aku senang. Ada banyak usaha di balik semua ini. Kami banyak berlatih dan menjalani latihan fisik,” sebut Sainz sebagaimana dikutip situs resmi Dakar. Selanjutnya, dia ingin menikmati sejenak momen juara tahun ini sebelum menatap ajang yang sama setahun berikutnya.

Keberhasilan Sainz pada tahun ini membuat Al Attiyah turun dari singgasananya. Pereli Qatar itu sempat berkoar bahwa dia lebih paham jalur di Arab Saudi ketimbang pereli yang lain. Faktanya, dia gagal mempertahankan gelar tahun lalu.

Baca Juga :  Resmi Bergabung Petronas Yamaha

“Kami bekerja dengan baik untuk finis kedua (di klasemen akhir), meski kami juga ingin menang,” terangnya. Al Attiyah menyebut dia membuat sejumlah kesalahan dan beberapa kali ban kempes selama melahap 13 etape.

Tetapi, berlomba di Arab Saudi merupakan seperti sebuah mimpi yang menjadi kenyataan. “Aku akan kembali untuk menang tahun depan. Aku hanya butuh sedikit lebih beruntung,” terangnya.

Sedangkan di peringkat ketiga, ada rekan setim Sainz, Stephane Peterhansel/Paulo Fiuza yang berjarak 9 menit 58 detik di klasemen akhir. Secara keseluruhan, keberadaan Sainz, Al Attiyah dan Peterhansel tahun ini mendominasi persaingan selama 13 hari berlangsungnya Reli Dakar 2020

Sementara itu, mantan juara Formula 1 Fernando Alonso tak mampu menembus top 10 pada kesempatan pertamanya di ajang Dakar. Dia mengemas total catatan waktu 47 jam 42 menit 4 detik atau terpaut 4 jam 4 menit 19 detik dari Sainz. (nap)

Most Read

Artikel Terbaru

/