alexametrics
33 C
Pontianak
Monday, June 27, 2022

Melihat Hati Dan Karakter

ROMA– Juventus memupus impian menjuarai Coppa Italia usai dikalahkan Napoli di final yang digelar di Stadio Olimpico, Kamis dini hari 18 Juni 2020. Juventus kalah adu penalti 2-4 (0-0).

Gennaro Gattuso baru saja meraih trofi pertamanya sebagai pelatih usai membawa Napoli juara.

Napoli berhasil mengangkat trofi Coppa Italia yang menjadi trofi pertama Gattuso sepanjang karier kepelatihannya. Dia juga mendapatkannya setelah enam bulan membesut Napoli untuk menggantikan Carlo Ancelotti.

Presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis, menyebut kehadiran Gattuso memang membawa perubahan positif bagi timnya. Menurutnya, kini Napoli lebih kompak.

“Sejak Rino Gattuso masuk, banyak hal yang sudah berubah dan semua orang bersatu untuknya, untuk klub, dan untuk filosofi Napoli,” kata De Laurentiis kepada RAI Sport.

Gennaro Gattuso tidak dapat menahan diri untuk mengucapkan terima kasih kepada para pemain yang telah memberinya gelar perdana sebagai pelatih. Ada baiknya juga pertandingan digelar tanpa penonton, karena mereka yang menyaksikan duel di televisi dapat mendengarkan komentar penuh gairah dari sang mantan gelandang Italia itu setelah pertandingan.

“Saya melihat hati dan saya melihat karakter,” ujarnya tentang pasukan Napoli dilansir Viva. “Ada pemain yang kontraknya segera berakhir dan akan pergi. Tetapi saya melihat mereka menangis. Saya sangat bangga.”

Gattuso menyatakan gelar itu membuatnya merasa kian erat terikat dengan sepak bola. “Sepak bola telah memberi saya begitu banyak dan itulah sebabnya saya memiliki banyak semangat untuk itu,” kata dia dilansir tempo.co. “Itu sesuatu yang tidak bisa saya lepaskan, bahkan untuk sedetik pun.”

Baca Juga :  Van de Beek Harus Memperjuangkan Posisinya

“Orang-orang yang memiliki pekerjaan ini harus menghargai itu karena kita beruntung. Saya ingin melihat orang-orang yang menaruh hasrat di dalamnya, saya menginginkan rasa memiliki dan rasa hormat.

Ketika Gattuso mengeluarkan puja-puji terhadap semangat para pemain, Pelatih Juventus Maurizio Sarri mengeluhkan kebugaran tim.  Sarri tak menutup kekecewaannya dengan hasil itu. Dia mengkritik lini serang Juventus yang tumpul dan gagal membuat peluang. “Ada kekecewaan dari klub, para pemain dan para penggemar. Saat ini kami tidak mampu berbuat banyak, kata Sarri, dikutip Goal Internasional

Sarri berasalan jeda kompetisi yang lama menjadi penyebab utama penampilan timnya kurang mengigit. Pun, itu sudah dirasakannya ketika di babak semifinal. Juventus juga gagal mencetak gol kala berhadapan dengan AC Milan.

Di babak adu penalti, dua penendang Juventus, Paolo Dybala dan Danilo gagal melaksanakan tugasnya, sementara Gianluigi Buffon, tak mampu menepis satu pun tendangan Napoli.

“Kami membuat pilihan berbeda dari biasanya. Serangan kami kurang intens, kami kurang kecemerlangan untuk membuat jumlah peluang yang membahayakan. Situasi ini tidak biasa, cukup unik bagi kami. Ketajaman kami berkurang setelah menjalani istirahat yang lama,” ucapnya.

Sarri juga mengomentari Cristiano Ronaldo yang tak memberikan kontribusi bagi Juventus dalam laga melawan Napoli. Dia cuma melepas tiga tembakan dengan satu yang mengarah ke gawang.

Hasil ini membuat Ronaldo tercatat sudah empat kali secara beruntun tidak mencetak gol. Bahkan, pada laga melawan Milan, mantan pemain Real Madrid itu gagal mencetak gol dari tendangan penalti.

Baca Juga :  Comeback Epik Mengao

“Dia (Ronaldo) dalam kondisi yang sama dengan yang lain. Sama seperti Paulo Dybala dan Douglas Costa, dia kurang memiliki ketajaman untuk melakukan apa yang terbaik untuknya,” jelas mantan pelatih Napoli dan Chelsea itu.

Di sisi lain, bagi Juventus kekalahan ini merupakan kegagalan kedua mereka di Coppa Italia dalam dua edisi terakhir. Pada edisi 2018/2019, Juventus gugur di babak 8 Besar usai kalah 0-3 dari Atalanta.

Kekalahan ini disinyalir sulit diterima Bintang Juventus, Juan Cuadrado. Dia mengatakan, Juventus bermain lebih baik tapi harus kesulitan karena Napoli bermain bertahan total.

“Kami bertanding dengan gairah untuk memenangkan pertandingan. Tapi Napoli bertahan dengan 11 orang. Itu bikin kami sulit menemukan ruang,” kata Cuadrado seperti dilansir Football Italia dikutip Viva.

“Ada rasa pahit (karena kegagalan ini). Karena kami ingin selalu meraih trofi juara. Tapi sekarang kami harus melihat ke depan. Kami masih memiliki Serie A dan Liga Champions,” lanjutnya.

Kegagalan ini pun menjadi sorotan. Sebab Juventus kembali gagal mencetak gol dalam sebuah pertandingan. Sebelumnya, Juventus ditahan imbang AC Milan 0-0 di Coppa Italia, pekan lalu.

“Saya pikir kami sudah memainkan sepakbola yang bagus. mengalirkan bola dengan cepat seperti yang diminta pelatih. Tapi kami memang harus lebih baik lagi dalam melakukan penyelesaian akhir,” jelas Cuadrado. (IST)

ROMA– Juventus memupus impian menjuarai Coppa Italia usai dikalahkan Napoli di final yang digelar di Stadio Olimpico, Kamis dini hari 18 Juni 2020. Juventus kalah adu penalti 2-4 (0-0).

Gennaro Gattuso baru saja meraih trofi pertamanya sebagai pelatih usai membawa Napoli juara.

Napoli berhasil mengangkat trofi Coppa Italia yang menjadi trofi pertama Gattuso sepanjang karier kepelatihannya. Dia juga mendapatkannya setelah enam bulan membesut Napoli untuk menggantikan Carlo Ancelotti.

Presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis, menyebut kehadiran Gattuso memang membawa perubahan positif bagi timnya. Menurutnya, kini Napoli lebih kompak.

“Sejak Rino Gattuso masuk, banyak hal yang sudah berubah dan semua orang bersatu untuknya, untuk klub, dan untuk filosofi Napoli,” kata De Laurentiis kepada RAI Sport.

Gennaro Gattuso tidak dapat menahan diri untuk mengucapkan terima kasih kepada para pemain yang telah memberinya gelar perdana sebagai pelatih. Ada baiknya juga pertandingan digelar tanpa penonton, karena mereka yang menyaksikan duel di televisi dapat mendengarkan komentar penuh gairah dari sang mantan gelandang Italia itu setelah pertandingan.

“Saya melihat hati dan saya melihat karakter,” ujarnya tentang pasukan Napoli dilansir Viva. “Ada pemain yang kontraknya segera berakhir dan akan pergi. Tetapi saya melihat mereka menangis. Saya sangat bangga.”

Gattuso menyatakan gelar itu membuatnya merasa kian erat terikat dengan sepak bola. “Sepak bola telah memberi saya begitu banyak dan itulah sebabnya saya memiliki banyak semangat untuk itu,” kata dia dilansir tempo.co. “Itu sesuatu yang tidak bisa saya lepaskan, bahkan untuk sedetik pun.”

Baca Juga :  Comeback Epik Mengao

“Orang-orang yang memiliki pekerjaan ini harus menghargai itu karena kita beruntung. Saya ingin melihat orang-orang yang menaruh hasrat di dalamnya, saya menginginkan rasa memiliki dan rasa hormat.

Ketika Gattuso mengeluarkan puja-puji terhadap semangat para pemain, Pelatih Juventus Maurizio Sarri mengeluhkan kebugaran tim.  Sarri tak menutup kekecewaannya dengan hasil itu. Dia mengkritik lini serang Juventus yang tumpul dan gagal membuat peluang. “Ada kekecewaan dari klub, para pemain dan para penggemar. Saat ini kami tidak mampu berbuat banyak, kata Sarri, dikutip Goal Internasional

Sarri berasalan jeda kompetisi yang lama menjadi penyebab utama penampilan timnya kurang mengigit. Pun, itu sudah dirasakannya ketika di babak semifinal. Juventus juga gagal mencetak gol kala berhadapan dengan AC Milan.

Di babak adu penalti, dua penendang Juventus, Paolo Dybala dan Danilo gagal melaksanakan tugasnya, sementara Gianluigi Buffon, tak mampu menepis satu pun tendangan Napoli.

“Kami membuat pilihan berbeda dari biasanya. Serangan kami kurang intens, kami kurang kecemerlangan untuk membuat jumlah peluang yang membahayakan. Situasi ini tidak biasa, cukup unik bagi kami. Ketajaman kami berkurang setelah menjalani istirahat yang lama,” ucapnya.

Sarri juga mengomentari Cristiano Ronaldo yang tak memberikan kontribusi bagi Juventus dalam laga melawan Napoli. Dia cuma melepas tiga tembakan dengan satu yang mengarah ke gawang.

Hasil ini membuat Ronaldo tercatat sudah empat kali secara beruntun tidak mencetak gol. Bahkan, pada laga melawan Milan, mantan pemain Real Madrid itu gagal mencetak gol dari tendangan penalti.

Baca Juga :  Umtiti Positif COVID-19

“Dia (Ronaldo) dalam kondisi yang sama dengan yang lain. Sama seperti Paulo Dybala dan Douglas Costa, dia kurang memiliki ketajaman untuk melakukan apa yang terbaik untuknya,” jelas mantan pelatih Napoli dan Chelsea itu.

Di sisi lain, bagi Juventus kekalahan ini merupakan kegagalan kedua mereka di Coppa Italia dalam dua edisi terakhir. Pada edisi 2018/2019, Juventus gugur di babak 8 Besar usai kalah 0-3 dari Atalanta.

Kekalahan ini disinyalir sulit diterima Bintang Juventus, Juan Cuadrado. Dia mengatakan, Juventus bermain lebih baik tapi harus kesulitan karena Napoli bermain bertahan total.

“Kami bertanding dengan gairah untuk memenangkan pertandingan. Tapi Napoli bertahan dengan 11 orang. Itu bikin kami sulit menemukan ruang,” kata Cuadrado seperti dilansir Football Italia dikutip Viva.

“Ada rasa pahit (karena kegagalan ini). Karena kami ingin selalu meraih trofi juara. Tapi sekarang kami harus melihat ke depan. Kami masih memiliki Serie A dan Liga Champions,” lanjutnya.

Kegagalan ini pun menjadi sorotan. Sebab Juventus kembali gagal mencetak gol dalam sebuah pertandingan. Sebelumnya, Juventus ditahan imbang AC Milan 0-0 di Coppa Italia, pekan lalu.

“Saya pikir kami sudah memainkan sepakbola yang bagus. mengalirkan bola dengan cepat seperti yang diminta pelatih. Tapi kami memang harus lebih baik lagi dalam melakukan penyelesaian akhir,” jelas Cuadrado. (IST)

Most Read

Artikel Terbaru

/