alexametrics
26 C
Pontianak
Saturday, July 2, 2022

Deja vu dan Aturan Baru

MANCHESTER,– Etihad kemarin WIB (18/8) seperti mengulang momen 18 April. Ya, ketika itu, Manchester City gagal melaju ke semifinal Liga Champions setelah “dikalahkan” teknologi Video Assistant Referee’s (VAR). Gol Raheem Sterling pada menit ketiga injury time dianulir wasit karena VAR merekomendasikan posisi Sterling sudah offside.

Nah, dengan lawan yang sama, Tottenham Hotspur, VAR kembali membuyarkan pesta di Etihad. Gol yang dianulir itu juga terjadi saat injury time, menit kedua. Bedanya, wasit Michael Oliver menganulir gol Gabriel Jesus karena monitor VAR melihat ada sentuhan tangan Aymeric Laporte ketika duel heading dengan gelandang 18 tahun Spurs Oliver Skipp.
Bola dari duel Laporte itu yang dituntaskan Jesus. ”VAR masih layak dipakai. Asalkan di dalamnya aturan yang dipakai harus jelas. Jika bola menyentuh tangan salah satu pemain Spurs, maka itu bukan penalti. Tapi, jika menyentuh tangan kami, itu yang tak diperbolehkan. Saya tak mengerti sebagai pemain, itu sangat membingungkan,” keluh gelandang City Kevin De Bruyne, kepada Sky Sports. ”Aturan yang merugikan tim menyerang,” sambung gelandang City lainnya, Ilkay Guendogan, dalam cuitan Twitter-nya.

Baca Juga :  Pembuktian Trio RJV

Ya, aturan baru Premier League tentang handball-lah yang jadi dasar keputusan VAR itu. ”Setiap gol yang dicetak memakai tangan atau lengan akan dianulir meskitidak disengaja,” tulis situs resmi Premier League tadi malam menjelaskan kembali tentang aturan handball anyarnya. Dari tayangan ulang, bola memang terkena tangan Laporte.
Posisi tangan Laporte pun bisa jadi pendukung bahwa keputusan Oliver via rekomendasi VAR itu sudah tepat. ”IFAB mengatakan, pelanggaran dijatuhkan jika posisi tangan atau lengan si pemain berada di atas tinggi bahu,” tambah situs resmi Premier League. ”Sulit untuk diterima (keputusan VAR) karena kami mencetak gol telat. Tetapi tanyakan ke orang-orang VAR, jangan pada saya. Penerapan VAR harus diperbaiki,” sembur tactician City Pep Guardiola, dilansir dari BBC Sport.

Baca Juga :  Harinya Ibracadabra

Pep juga masih belum paham dengan aturan baru soal handball itu. Dia membandingkan dengan musim lalu. ”Jika ini gara-gara tangan Laporte, mengapa tidak dengan tangan Fernando Llorente musim lalu?” kritik pelatih Spanyol tersukses di Premier League itu. Yang Pep maksud adalah momen ketika tangan Llorente menyentuh bola sebelum menjebol gawang Ederson, saat 18 April. (ren)

MANCHESTER,– Etihad kemarin WIB (18/8) seperti mengulang momen 18 April. Ya, ketika itu, Manchester City gagal melaju ke semifinal Liga Champions setelah “dikalahkan” teknologi Video Assistant Referee’s (VAR). Gol Raheem Sterling pada menit ketiga injury time dianulir wasit karena VAR merekomendasikan posisi Sterling sudah offside.

Nah, dengan lawan yang sama, Tottenham Hotspur, VAR kembali membuyarkan pesta di Etihad. Gol yang dianulir itu juga terjadi saat injury time, menit kedua. Bedanya, wasit Michael Oliver menganulir gol Gabriel Jesus karena monitor VAR melihat ada sentuhan tangan Aymeric Laporte ketika duel heading dengan gelandang 18 tahun Spurs Oliver Skipp.
Bola dari duel Laporte itu yang dituntaskan Jesus. ”VAR masih layak dipakai. Asalkan di dalamnya aturan yang dipakai harus jelas. Jika bola menyentuh tangan salah satu pemain Spurs, maka itu bukan penalti. Tapi, jika menyentuh tangan kami, itu yang tak diperbolehkan. Saya tak mengerti sebagai pemain, itu sangat membingungkan,” keluh gelandang City Kevin De Bruyne, kepada Sky Sports. ”Aturan yang merugikan tim menyerang,” sambung gelandang City lainnya, Ilkay Guendogan, dalam cuitan Twitter-nya.

Baca Juga :  Bundesliga Aman, DFB Pokal Menanti

Ya, aturan baru Premier League tentang handball-lah yang jadi dasar keputusan VAR itu. ”Setiap gol yang dicetak memakai tangan atau lengan akan dianulir meskitidak disengaja,” tulis situs resmi Premier League tadi malam menjelaskan kembali tentang aturan handball anyarnya. Dari tayangan ulang, bola memang terkena tangan Laporte.
Posisi tangan Laporte pun bisa jadi pendukung bahwa keputusan Oliver via rekomendasi VAR itu sudah tepat. ”IFAB mengatakan, pelanggaran dijatuhkan jika posisi tangan atau lengan si pemain berada di atas tinggi bahu,” tambah situs resmi Premier League. ”Sulit untuk diterima (keputusan VAR) karena kami mencetak gol telat. Tetapi tanyakan ke orang-orang VAR, jangan pada saya. Penerapan VAR harus diperbaiki,” sembur tactician City Pep Guardiola, dilansir dari BBC Sport.

Baca Juga :  Kemenangan Dari Bangku Cadangan

Pep juga masih belum paham dengan aturan baru soal handball itu. Dia membandingkan dengan musim lalu. ”Jika ini gara-gara tangan Laporte, mengapa tidak dengan tangan Fernando Llorente musim lalu?” kritik pelatih Spanyol tersukses di Premier League itu. Yang Pep maksud adalah momen ketika tangan Llorente menyentuh bola sebelum menjebol gawang Ederson, saat 18 April. (ren)

Most Read

Artikel Terbaru

/