alexametrics
27.8 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Menantang Si Anak Hilang

LONDON – Garis nasib Tammy Abraham tak jauh beda dengan Mohamed Salah. Jebolan akademi Chelsea ini, sempat disia-siakan saat promosi ke skuad utama. Tamster, julukan Tammy-pun harus rela ”dibuang” ke klub lain dengan status pinjaman. Bristol City (2016 – 2017), Swansea City (2017 – 2018) dan Aston Villa (2018 – 2019) adalah tiga klub pembuangannya.

Namun, setelah pulang ke Chelsea musim ini, Si Anak Hilang itu justru menjadi mesin gol andalan. Penyerang 21 tahun itu telah mengoleksi tujuh gol dari lima matchweek Premier League. Dia juga tak pernah berhenti jadi pembeda bagi Chelsea dalam tiga matchweek terakhir.

Salah pada musim-musim awalnya bersama Chelsea juga demikian. Gagal bersaing di skuad utama, Salah sempat menjalani masa ”pembuangan” di Fiorentina (2015) dan AS Roma (2015-2016). Bedanya, setelah masa peminjamannya habis, Salah tak kembali ke Chelsea. Dia memilih bergabung dengan Liverpool. .

Nah, di Stamford Bridge, London, malam nanti WIB, akan menjadi panggung pembuktian Si Anak Hilang. Tammy jelas menjadi sorotan. Dia harus membuktikan, apakah dia akan seperti saat Swansea dihancurkan Liverpool dengan setengah lusin gol pada matchweek 20 musim 2017 – 2018. Atau, Tammy yang cuma jadi pengganti saat kalah adu penalti dalam Piala Super Eropa (15/8).

Baca Juga :  Cetak Sejarah Hat-Trick Kemenangan

”Tammy yang membuat kami bisa melupakan Eden (Hazard) dengan banyak gol-golnya. Kami tahu, dia takkan berhenti melakukannya musim ini,” sebut wide attacker Chelsea Willian, dalam situs resmi klub. Setelah produktivitasnya meledak, Liverpool menjadi klub papan atas pertama di Premier League yang jadi bidikannya. Apalagi, dari total 12 golnya selama bermain di Premier League, dia belum pernah mampu menjebol gawang klub big six.

Selain Tammy, musim ini Chelsea juga memamerkan dua alumnus akademi lainnya yang juga bersinar. Kedua pemain itu adalah Mason Mount dan Fikayo Tomori. Sama seperti Tammy, dua pemain itu juga kenyang dengan status pinjaman. Musim lalu, Mount dan Tomori jadi bagian skuad Derby County yang juga diasuh Frank Lampard, tactician Chelsea musim ini.

Der trainer Liverpool Juergen Klopp dibuat terkagum-kagum dengan tiga pemain itu. Di dalam artikel Liverpool Echo Klopp yakin apabila tiga pemain tersebut bisa jadi “bahan jualan” Chelsea kelak. Tammy misalnya. ”Dia (Tammy) kini bisa bernilai GBP 60 juta (Rp 1,05 triliun) sama seperti Mason (Mount). Bahkan, Callum Hudson-Odoi bisa lebih dari itu,” klaim Klopp.

Baca Juga :  Brazil Siap Perang dengan Uruguay

Kloppo, sapaan karib Klopp, teringat saat masih membesut Borussia Dortmund (2008 – 2015). Kala itu Klopp pun berhasil mengorbitkan beberapa pemain muda. Mario Gotze salah satunya. ”Jika ada klub yang tak terpengaruh dengan larangan transfer, maka Chelsea-lah klub itu,” puji Klopp.

Head to head dengan Salah di Premier League, Tammy didukung tren unbeaten Chelsea. The Reds, julukan Liverpool, tak pernah membungkam Stamford Bridge sejak Premier League 2016 – 2017. Atau sudah dua musim. Selama berbaju Liverpool, Salah juga tak pernah mampu mencetak gol di kandang Chelsea.

Lampard menyebut Salah termasuk yang tak beruntung di Chelsea. ”Tapi, setelah dirinya bermain di klub selain Chelsea, dia pergi ke Italia dan kembali ke sini (Premier League) dengan membuktikan status superstar-nya,” tutur Frankie, sapaan akrab Lampard. Dia pun meminta agar tak lagi menganggap Chelsea sebagai klub masa kelam Salah.

”Karena dia sudah jadi bintang di Liverpool. Itu sudah cukup,” tambah pelatih yang memburu kemenangan pertamanya lawan sesama klub papan atas Premier League itu. (ren/bas)

LONDON – Garis nasib Tammy Abraham tak jauh beda dengan Mohamed Salah. Jebolan akademi Chelsea ini, sempat disia-siakan saat promosi ke skuad utama. Tamster, julukan Tammy-pun harus rela ”dibuang” ke klub lain dengan status pinjaman. Bristol City (2016 – 2017), Swansea City (2017 – 2018) dan Aston Villa (2018 – 2019) adalah tiga klub pembuangannya.

Namun, setelah pulang ke Chelsea musim ini, Si Anak Hilang itu justru menjadi mesin gol andalan. Penyerang 21 tahun itu telah mengoleksi tujuh gol dari lima matchweek Premier League. Dia juga tak pernah berhenti jadi pembeda bagi Chelsea dalam tiga matchweek terakhir.

Salah pada musim-musim awalnya bersama Chelsea juga demikian. Gagal bersaing di skuad utama, Salah sempat menjalani masa ”pembuangan” di Fiorentina (2015) dan AS Roma (2015-2016). Bedanya, setelah masa peminjamannya habis, Salah tak kembali ke Chelsea. Dia memilih bergabung dengan Liverpool. .

Nah, di Stamford Bridge, London, malam nanti WIB, akan menjadi panggung pembuktian Si Anak Hilang. Tammy jelas menjadi sorotan. Dia harus membuktikan, apakah dia akan seperti saat Swansea dihancurkan Liverpool dengan setengah lusin gol pada matchweek 20 musim 2017 – 2018. Atau, Tammy yang cuma jadi pengganti saat kalah adu penalti dalam Piala Super Eropa (15/8).

Baca Juga :  Cetak Sejarah Hat-Trick Kemenangan

”Tammy yang membuat kami bisa melupakan Eden (Hazard) dengan banyak gol-golnya. Kami tahu, dia takkan berhenti melakukannya musim ini,” sebut wide attacker Chelsea Willian, dalam situs resmi klub. Setelah produktivitasnya meledak, Liverpool menjadi klub papan atas pertama di Premier League yang jadi bidikannya. Apalagi, dari total 12 golnya selama bermain di Premier League, dia belum pernah mampu menjebol gawang klub big six.

Selain Tammy, musim ini Chelsea juga memamerkan dua alumnus akademi lainnya yang juga bersinar. Kedua pemain itu adalah Mason Mount dan Fikayo Tomori. Sama seperti Tammy, dua pemain itu juga kenyang dengan status pinjaman. Musim lalu, Mount dan Tomori jadi bagian skuad Derby County yang juga diasuh Frank Lampard, tactician Chelsea musim ini.

Der trainer Liverpool Juergen Klopp dibuat terkagum-kagum dengan tiga pemain itu. Di dalam artikel Liverpool Echo Klopp yakin apabila tiga pemain tersebut bisa jadi “bahan jualan” Chelsea kelak. Tammy misalnya. ”Dia (Tammy) kini bisa bernilai GBP 60 juta (Rp 1,05 triliun) sama seperti Mason (Mount). Bahkan, Callum Hudson-Odoi bisa lebih dari itu,” klaim Klopp.

Baca Juga :  Tanjung Apresiasi Atlet Sepak Bola Popda Kalbar

Kloppo, sapaan karib Klopp, teringat saat masih membesut Borussia Dortmund (2008 – 2015). Kala itu Klopp pun berhasil mengorbitkan beberapa pemain muda. Mario Gotze salah satunya. ”Jika ada klub yang tak terpengaruh dengan larangan transfer, maka Chelsea-lah klub itu,” puji Klopp.

Head to head dengan Salah di Premier League, Tammy didukung tren unbeaten Chelsea. The Reds, julukan Liverpool, tak pernah membungkam Stamford Bridge sejak Premier League 2016 – 2017. Atau sudah dua musim. Selama berbaju Liverpool, Salah juga tak pernah mampu mencetak gol di kandang Chelsea.

Lampard menyebut Salah termasuk yang tak beruntung di Chelsea. ”Tapi, setelah dirinya bermain di klub selain Chelsea, dia pergi ke Italia dan kembali ke sini (Premier League) dengan membuktikan status superstar-nya,” tutur Frankie, sapaan akrab Lampard. Dia pun meminta agar tak lagi menganggap Chelsea sebagai klub masa kelam Salah.

”Karena dia sudah jadi bintang di Liverpool. Itu sudah cukup,” tambah pelatih yang memburu kemenangan pertamanya lawan sesama klub papan atas Premier League itu. (ren/bas)

Most Read

Artikel Terbaru

/