alexametrics
33 C
Pontianak
Monday, June 27, 2022

Resmi Terima Tropi Juara Liga Premier Setelah 30 Tahun

LIVERPOOL,-Sebagai Juara Resmi sudah Liverpool diserahi trofi juara Liga Premier di Anfield, Rabu malam waktu setempat atau Kamis dini hari WIB (23/7) usai pertandingan melawan Chelsea yang menciptakan thriller delapan gol di mana The Reds menang 5-2.Ini trofi juara liga yang pertama Liverpool dalam kurun 30 tahun terakhir.

Trofi  Premier League menandai sukses besar Liverpol meraih empat trofi dalam setahun terakhir. Tapi, itu saja tak cukup, karena Si Merah mau lebih banyak trofi ke depannya. Setelah pertandingan itu, para pemain Liverpool melakukan pengalungan medali dan juga penyerahan trofi juara kepada kapten Jordan Henderson. Ini adalah trofi keempat yang direbut Liverpool dalam setahun terakhir.

Usai tujuh tahun puasa gelar, Liverpool menuntaskan dengan trofi Liga Champions Juni 2019 saat mengalahkan Tottenham Hotspur di final, yang dilanjutkan kemenangan atas Chelsea di Piala Super Eropa, dan trofi Piala Dunia Antarklub akhir tahun kemarin usai menaklukkan Flamengo.

Empat trofi itu tentu memuaskan Juergen Klopp sebagai manajer karena dia berhasil memenuhi janjinya, memberikan satu trofi setelah empat tahun melatih klub itu. Tapi, Klopp enggan para pemainnya berbesar kepala.Sebab, tugas berat sudah menanti Liverpool untuk bisa meraih trofi lebih banyak lagi di musim-musim mendatang.”Kami tidak akan berhenti. Tidak akan. Kami punya banyak tantangan, tantangan di dalam. Tentu saja kami bisa lebih baik lagi,” ujar Klopp kepada Sky Sports.

Baca Juga :  Pede Meski Myanmar Lebih Bugar

“Naby Keita lebih sering bermain di paruh akhir musim ioni. Kami punya banyak pemain yang bisa lebih baik lagi. Kami harus melakukan itu karena tim-tim lain takkan tinggal diam, Tidak ada jaminan untuk apapun, maka itu kami akan coba meraihnya lagi,” sambungnya.

Jelas ini penantian yang sangat lama, dan sudah jelas pula siapa tokoh utama di balik sukses besar Liverpool ini. Dan orang itu adalah pelatihnya sendiri, si Jerman Juergen Klopp. Kolumnis sepakbola yang juga Chief Football Writer BBC Phil McNulty membedah bagaimana Klopp menjadi otak di balik transformasi Liverpool yang membuat tim raksasa ini menjadi kekuatan menakutkan terutama dalam dua musim terakhir. Dan inilah saduran dari tulisannya dalam laman BBC.

Liverpool dan manajer mereka terpaksa menunggu tiga bulan ekstra untuk dinobatkan sebagai juara liga karena kompetisi harus diinterupsi gara-gara pandemi global virus corona. Namun, anugerah yang mereka peroleh sungguh sebuah penghargaan atas revitalisasi klub dan pendukungnya.

Pada musim 2017-2018, Liverpool mencetak 13 gol dan sekaligus kebobolan 12 dari bola mati atau set-piece. Tetapi setelah fokus diubah dan inovasi diciptakan setelah Piala Dunia itu, mereka berubah produktif dan sekaligus sulit sekali dibobol. Angkanya adalah 29 gol dan hanya kebobolan delapan gol pada musim berikutnya, dari set-piece.

Sejak Klopp datang, bisnis transfer Liverpool dipredikasi hemat. Januari ini, sebelum pesaing-pesaing bergerak, mereka keluarkan 7,5 juta pound guna mendapatkan pemain Red Bull Salzburg Takumi Minamino yang bergabung tepat pada hari pertama bulan itu. Hal sama berlaku saat mengeluarkan 75 juta pound untuk memperoleh Van Dijk dari Southampton. Kesepakatan diumumkan 27 Desember 2017, lalu ditandatangani 1 Januari 2018.

Baca Juga :  Menantang Si Anak Hilang

Dan ini sebagian besar disebabkan oleh apa yang disebut orang-orang di belakang layar Anfield sebagai “Holy Trinity” Liverpool. Yakni Klopp, Direktur Olahraga Michael Edwards dan Mike Gordon sang pemilik kedua terbesar klub ini.

Gordon adalah orang kepercayaan pemilik utama klub John W. Henry dan chairman Tom Werner.Pada Februari 2017, Liverpool menyusun daftar bidikan transfernya, termasuk pemain-pemain seperti Julian Brandt dari Bayer Leverkusen dan Christian Pulisic yang menjadi terkenal di Borussia Dortmund dan kini bersama Chelsea. Tetapi nama pemain Roma Mohamed Salah yang justru membuat radar Liverpool kepincut.

Salah pun dibeli dan Klopp sangat senang untuk kemudian memuji habis-habisan penilaian tajam Edwards bahwa Mohamed Salah inilah pemain yang berpotensi mengubah pendulum Liverpool.(ant)

LIVERPOOL,-Sebagai Juara Resmi sudah Liverpool diserahi trofi juara Liga Premier di Anfield, Rabu malam waktu setempat atau Kamis dini hari WIB (23/7) usai pertandingan melawan Chelsea yang menciptakan thriller delapan gol di mana The Reds menang 5-2.Ini trofi juara liga yang pertama Liverpool dalam kurun 30 tahun terakhir.

Trofi  Premier League menandai sukses besar Liverpol meraih empat trofi dalam setahun terakhir. Tapi, itu saja tak cukup, karena Si Merah mau lebih banyak trofi ke depannya. Setelah pertandingan itu, para pemain Liverpool melakukan pengalungan medali dan juga penyerahan trofi juara kepada kapten Jordan Henderson. Ini adalah trofi keempat yang direbut Liverpool dalam setahun terakhir.

Usai tujuh tahun puasa gelar, Liverpool menuntaskan dengan trofi Liga Champions Juni 2019 saat mengalahkan Tottenham Hotspur di final, yang dilanjutkan kemenangan atas Chelsea di Piala Super Eropa, dan trofi Piala Dunia Antarklub akhir tahun kemarin usai menaklukkan Flamengo.

Empat trofi itu tentu memuaskan Juergen Klopp sebagai manajer karena dia berhasil memenuhi janjinya, memberikan satu trofi setelah empat tahun melatih klub itu. Tapi, Klopp enggan para pemainnya berbesar kepala.Sebab, tugas berat sudah menanti Liverpool untuk bisa meraih trofi lebih banyak lagi di musim-musim mendatang.”Kami tidak akan berhenti. Tidak akan. Kami punya banyak tantangan, tantangan di dalam. Tentu saja kami bisa lebih baik lagi,” ujar Klopp kepada Sky Sports.

Baca Juga :  Insting Manis Mancisidor

“Naby Keita lebih sering bermain di paruh akhir musim ioni. Kami punya banyak pemain yang bisa lebih baik lagi. Kami harus melakukan itu karena tim-tim lain takkan tinggal diam, Tidak ada jaminan untuk apapun, maka itu kami akan coba meraihnya lagi,” sambungnya.

Jelas ini penantian yang sangat lama, dan sudah jelas pula siapa tokoh utama di balik sukses besar Liverpool ini. Dan orang itu adalah pelatihnya sendiri, si Jerman Juergen Klopp. Kolumnis sepakbola yang juga Chief Football Writer BBC Phil McNulty membedah bagaimana Klopp menjadi otak di balik transformasi Liverpool yang membuat tim raksasa ini menjadi kekuatan menakutkan terutama dalam dua musim terakhir. Dan inilah saduran dari tulisannya dalam laman BBC.

Liverpool dan manajer mereka terpaksa menunggu tiga bulan ekstra untuk dinobatkan sebagai juara liga karena kompetisi harus diinterupsi gara-gara pandemi global virus corona. Namun, anugerah yang mereka peroleh sungguh sebuah penghargaan atas revitalisasi klub dan pendukungnya.

Pada musim 2017-2018, Liverpool mencetak 13 gol dan sekaligus kebobolan 12 dari bola mati atau set-piece. Tetapi setelah fokus diubah dan inovasi diciptakan setelah Piala Dunia itu, mereka berubah produktif dan sekaligus sulit sekali dibobol. Angkanya adalah 29 gol dan hanya kebobolan delapan gol pada musim berikutnya, dari set-piece.

Sejak Klopp datang, bisnis transfer Liverpool dipredikasi hemat. Januari ini, sebelum pesaing-pesaing bergerak, mereka keluarkan 7,5 juta pound guna mendapatkan pemain Red Bull Salzburg Takumi Minamino yang bergabung tepat pada hari pertama bulan itu. Hal sama berlaku saat mengeluarkan 75 juta pound untuk memperoleh Van Dijk dari Southampton. Kesepakatan diumumkan 27 Desember 2017, lalu ditandatangani 1 Januari 2018.

Baca Juga :  Saatnya Pastikan Kelolosan

Dan ini sebagian besar disebabkan oleh apa yang disebut orang-orang di belakang layar Anfield sebagai “Holy Trinity” Liverpool. Yakni Klopp, Direktur Olahraga Michael Edwards dan Mike Gordon sang pemilik kedua terbesar klub ini.

Gordon adalah orang kepercayaan pemilik utama klub John W. Henry dan chairman Tom Werner.Pada Februari 2017, Liverpool menyusun daftar bidikan transfernya, termasuk pemain-pemain seperti Julian Brandt dari Bayer Leverkusen dan Christian Pulisic yang menjadi terkenal di Borussia Dortmund dan kini bersama Chelsea. Tetapi nama pemain Roma Mohamed Salah yang justru membuat radar Liverpool kepincut.

Salah pun dibeli dan Klopp sangat senang untuk kemudian memuji habis-habisan penilaian tajam Edwards bahwa Mohamed Salah inilah pemain yang berpotensi mengubah pendulum Liverpool.(ant)

Most Read

Artikel Terbaru

/