alexametrics
23.2 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

AC Milan Campione d’Inverno, Juve Belum Menyerah

MILAN,-Liga Italia 2020/2021 sudah berlangsung setengah jalan. AC Milan muncul sebagai juara paruh musim atau biasa dikenal dengan istilah Campione d’inverno. AC Milan menjamu Atalanta di San Siro dalam pekan ke-19 Liga Italia (24/1). Rossoneri menelan hasil pahit dengan kekalahan 0-3, yakni lewat gol-gol atalanta yang dicetak oleh Cristian Romero, Josip Ilicic, dan Duvan Zapata.

 

Pelatih AC Milan Stefano Pioli mengakui, Atalanta bermain lebih baik ketimbang timnya. Pioli mengatakan, Milan sudah kalah setelah kemasukan gol kedua. “Saya pikir Atalanta adalah satu-satunya tim yang belum bisa kami kalahkan. Jadi jelas mereka menyulitkan kami,” Pioli mengungkapkan kepada Sky Sport Italia.

“Kami memulai dengan baik, menempatkan banyak pemain untuk menyerang. Mengecewakan cara kami kemasukan gol pembuka pada set-play, kemudian gol kedua menyudahi permainan. Kami memang punya waktu, tapi tidak mampu menemukan sebuah cara untuk kembali ke dalam permainan.”

“Atalanta bermain lebih baik daripada kami pada malam ini. Sebuah kekalahan memang bisa terjadi melawan sebuah tim yang tangguh. Ini mengecewakan, gol kedua, karena kami kehilangan keyakinan setelah itu,” sambung dia.

Meski kalah, Milan tetap di puncak klasemen dengan 43 poin. Tim besutan Stefano Pioli unggul dua angka dari Inter Milan di belakang yang bermain imbang 0-0 melawan Udinese. Milan pun dinyatakan sebagai juara paruh musim 2020/2021. 43 poin milik Milan sudah tidak bisa disamai oleh Juventus dan Napoli, yang baru bermain 17 kali.

Baca Juga :  Sudah Kembali ke PerformaTerbaik

Sejak musim 1947/1948, Il Diavolo tercatat sudah 17 kali keluar sebagai juara paruh musim. 10 di antaranya berakhir dengan Scudetto di akhir musim, yakni pada 1954/55, 1956/57, 1958/59, 1967/68, 1978/79, 1991/92, 1992/93, 1993/94, 1995/96, dan 2010-11.

Pada periode yang sama, Juventus menjadi tim terbanyak juara paruh musim dengan 31 kali. Inter Milan merasakannya 17 kali dan AS Roma enam kali.Striker Milan, Zlatan Ibrahimovic, menegaskan bahwa juara paruh musim tidak ada artinya. Perjalanan sulit Milan pun baru dimulai saat ini.

“Kami adalah juara musim dingin, tapi itu tidak berarti apa-apa bagi saya, selain saya kira kami telah melakukannya dengan baik sejauh ini. Bagian yang sulit dimulai sekarang,” kata Ibrahimovic kepada Sky Sport Italia.

Disisi lain Juventus tertatih-tatih mendekati puncak klasemen Liga Italia musim ini. Namun, itu tidak membuat Si Nyonya Tua menyerah untuk memenangi Scudetto.Juventus saat ini duduk di posisi kelima klasemen Liga Italia dengan 33 poin dari 17 pertandingan. Bianconeri tertinggal 10 angka dari AC Milan selaku pemuncak klasemen dengan 18 laga. Jarak yang jauh itu membuat peluang Juventus merebut Scudetto kesepuluh secara beruntun tampak menipis.

Baca Juga :  Van Ginkel dan CR7 Pilih Yang Dekat

Juventus belum tampil konsisten di bawah besutan Pirlo di musim ini. Hal tersebut menjadi sebab mereka tertahan di peringkat kelima Serie A. Si Nyonya Tua mengumpulkan 33 angka tertinggal 10 angka dari AC Milan di puncak klasemen Serie A Andrea Pirlo menilai bahwa pasang surutnya performa Bianconeri ini akibat dari jadwal padat yang harus dijalani skuadnya. Juventus sudah memainkan 10 laga di tiga minggu pertama tahun 2021. Hal ini jelas menguras kondisi fisik dan mental para pemain Juventus. Imbasnya pilar Juventus tak selalu mampu tampil optimal di setiap laga.

“Kami mengalami pasang surut. Ini seperti yang dialami tim lainnya musim ini.Hal itu karena jadwal yang padat dan kurangnya persiapan. Setiap pemain merasakan kelelahan secara mental.Tak mudah untuk setiap pemain bisa tetap berkonsentrasi selama 90 menit dengan terus bermain setiap tiga hari sekali. Namun, kami akan tetap berusaha untuk melakukan itu,” ujar Pirlo dikutip dari Football Italia.(int)

MILAN,-Liga Italia 2020/2021 sudah berlangsung setengah jalan. AC Milan muncul sebagai juara paruh musim atau biasa dikenal dengan istilah Campione d’inverno. AC Milan menjamu Atalanta di San Siro dalam pekan ke-19 Liga Italia (24/1). Rossoneri menelan hasil pahit dengan kekalahan 0-3, yakni lewat gol-gol atalanta yang dicetak oleh Cristian Romero, Josip Ilicic, dan Duvan Zapata.

 

Pelatih AC Milan Stefano Pioli mengakui, Atalanta bermain lebih baik ketimbang timnya. Pioli mengatakan, Milan sudah kalah setelah kemasukan gol kedua. “Saya pikir Atalanta adalah satu-satunya tim yang belum bisa kami kalahkan. Jadi jelas mereka menyulitkan kami,” Pioli mengungkapkan kepada Sky Sport Italia.

“Kami memulai dengan baik, menempatkan banyak pemain untuk menyerang. Mengecewakan cara kami kemasukan gol pembuka pada set-play, kemudian gol kedua menyudahi permainan. Kami memang punya waktu, tapi tidak mampu menemukan sebuah cara untuk kembali ke dalam permainan.”

“Atalanta bermain lebih baik daripada kami pada malam ini. Sebuah kekalahan memang bisa terjadi melawan sebuah tim yang tangguh. Ini mengecewakan, gol kedua, karena kami kehilangan keyakinan setelah itu,” sambung dia.

Meski kalah, Milan tetap di puncak klasemen dengan 43 poin. Tim besutan Stefano Pioli unggul dua angka dari Inter Milan di belakang yang bermain imbang 0-0 melawan Udinese. Milan pun dinyatakan sebagai juara paruh musim 2020/2021. 43 poin milik Milan sudah tidak bisa disamai oleh Juventus dan Napoli, yang baru bermain 17 kali.

Baca Juga :  Ferguson Menyesal Tak Rekrut Henderson

Sejak musim 1947/1948, Il Diavolo tercatat sudah 17 kali keluar sebagai juara paruh musim. 10 di antaranya berakhir dengan Scudetto di akhir musim, yakni pada 1954/55, 1956/57, 1958/59, 1967/68, 1978/79, 1991/92, 1992/93, 1993/94, 1995/96, dan 2010-11.

Pada periode yang sama, Juventus menjadi tim terbanyak juara paruh musim dengan 31 kali. Inter Milan merasakannya 17 kali dan AS Roma enam kali.Striker Milan, Zlatan Ibrahimovic, menegaskan bahwa juara paruh musim tidak ada artinya. Perjalanan sulit Milan pun baru dimulai saat ini.

“Kami adalah juara musim dingin, tapi itu tidak berarti apa-apa bagi saya, selain saya kira kami telah melakukannya dengan baik sejauh ini. Bagian yang sulit dimulai sekarang,” kata Ibrahimovic kepada Sky Sport Italia.

Disisi lain Juventus tertatih-tatih mendekati puncak klasemen Liga Italia musim ini. Namun, itu tidak membuat Si Nyonya Tua menyerah untuk memenangi Scudetto.Juventus saat ini duduk di posisi kelima klasemen Liga Italia dengan 33 poin dari 17 pertandingan. Bianconeri tertinggal 10 angka dari AC Milan selaku pemuncak klasemen dengan 18 laga. Jarak yang jauh itu membuat peluang Juventus merebut Scudetto kesepuluh secara beruntun tampak menipis.

Baca Juga :  Lautaro Penyelamat Blaugrana

Juventus belum tampil konsisten di bawah besutan Pirlo di musim ini. Hal tersebut menjadi sebab mereka tertahan di peringkat kelima Serie A. Si Nyonya Tua mengumpulkan 33 angka tertinggal 10 angka dari AC Milan di puncak klasemen Serie A Andrea Pirlo menilai bahwa pasang surutnya performa Bianconeri ini akibat dari jadwal padat yang harus dijalani skuadnya. Juventus sudah memainkan 10 laga di tiga minggu pertama tahun 2021. Hal ini jelas menguras kondisi fisik dan mental para pemain Juventus. Imbasnya pilar Juventus tak selalu mampu tampil optimal di setiap laga.

“Kami mengalami pasang surut. Ini seperti yang dialami tim lainnya musim ini.Hal itu karena jadwal yang padat dan kurangnya persiapan. Setiap pemain merasakan kelelahan secara mental.Tak mudah untuk setiap pemain bisa tetap berkonsentrasi selama 90 menit dengan terus bermain setiap tiga hari sekali. Namun, kami akan tetap berusaha untuk melakukan itu,” ujar Pirlo dikutip dari Football Italia.(int)

Most Read

Artikel Terbaru

/