alexametrics
32.8 C
Pontianak
Wednesday, August 10, 2022

Kemenangan Dari Bangku Cadangan

BRESCIA– Sejatinya, status striker AC Milan Ante Rebic dan striker Borussia Dortmund Erling Haaland berbeda. Meski sama-sama berstatus pemain baru musim ini, tetapi Rebic sudah sejak awal musim berkostum Milan. Sedangkan Haaland baru didatangkan Dortmund pada bursa transfer bulan ini.

Hanya, sensasi yang diciptakan keduanya hampir sama. Yakni, jadi supersub. Terbaru, keduanya kompak melakukan itu kemarin dini hari. Rebic mencetak satu-satunya gol kemenangan 1-0 Milan atas Brescia pada giornata ke-21 Serie A. Striker Kroasia itu masuk pada menit ke-58 menggantikan striker Rafael Leao dan golnya terjadi pada menit ke-71. Sedangkan Haaland memborong dua gol saat Die Borussen–julukan Dortmund–menghajar FC Koln 5-1 pada spieltag ke-19 Bundesliga. Eks striker RB Salzburg itu menggantikan wide attacker Thorgan Hazard pada menit ke-65. Dua gol Haaland lahir pada menit ke-77 dan 87′.

Performa itu melanjutkan tren serupa keduanya pekan lalu. Ketika menang 3-2 dari Udinese pada giornata ke-20 (19/1), Rebic yang baru masuk sejak awal babak kedua mencetak 2 gol dan salah satunya adalah gol kemenangan pada injury time. Haaland lebih dahsyat. Pada debutnya melawan Augsburg (18/1), striker asal Norwegia itu langsung mencetak hat-trick. Artinya, Haaland mencetak 5 gol untuk Dortmund hanya dalam 57 menit di lapangan. Itu menjadi rekor baru dalam sejarah Bundesliga.

Baca Juga :  Musim Bianconeri Sudah Usai

“Itu (lima gol dalam dua laga, Red) sangat luar biasa baginya. Kerja kerasnya selama latihan untuk mengembalikan kebugaran fisiknya terbayar,” puji kapten Dortmund Marco Reus kepada DAZN.

Pernyataan pemain timnas Jerman itu merujuk kepada fisik Haaland yang memang belum 100 persen. Sebab, kali terakhir Haaland bertanding melawan WSG Tirol di Bundesliga Austria pada 7 Desember 2019. Itu yang menjadi faktor der trainer Dortmund Lucien Favre belum memberinya posisi di starting line up.

Tetapi, debut starter Haaland tampaknya hanya menunggu waktu. Ada dua laga berikutnya yang bisa menjadi ajang pemain 19 tahun itu unjuk gigi dari awal laga. Yakni, spieltag ke-20 melawan Union Berlin (1/2) dan 16 besar DFB Pokal melawan Werder Bremen empat hari berselang.

Bagaimana dengan Rebic di Milan? Dari 11 laga di semua ajang, striker 26 tahun itu sudah merasakan 2 kali jadi starter meski tak pernah bermain penuh 90 menit. Artinya, ada 9 laga berstatus pengganti. Tetapi, 3 gol Rebic bersama Rossoneri baru tercipta dalam dua laga terakhir.

Baca Juga :  Murid Instan Lawan Murid Asli

Striker pinjaman Eintracht Frankfurt itu sangat mungkin dijadikan starter oleh allenatore Milan Stefano Pioli saat melawan Torino pada perempat final Coppa Italia (29/1). Sebab, berkaca kepada hasil di 8 besar melawan SPAL (16/1), Milan melakukan rotasi lini depan dengan mengistirahatkan Zlatan Ibrahimovic. Sebagai gantinya, Milan memainkan Krzysztof Piatek yang mencetak gol pada laga itu.

Nah, kehadiran Ibrahimovic diyakini jadi titik balik kebangkitan Rebic dan Milan. Bagaimana tidak. Sejak striker asal Swedia itu resmi kembali, Milan tak pernah kalah dalam 5 laga terakhir mereka di semua ajang dengan 4 di antaranya adalah kemenangan beruntun. Padahal, Milan sempat dibantai 0-5 oleh Atalanta (22/12) pada laga terakhir mereka sebelum kedatangan Ibra.

“Ibra membawa menghadirkan kualitas, tekad, dan karakter positif kepada tim ini. Lebih jauh, seluruh pemain juga telah bersatu untuk pulih dari kekalahan traumatis melawan Atalanta,” ucap Pioli. (io/tom)

BRESCIA– Sejatinya, status striker AC Milan Ante Rebic dan striker Borussia Dortmund Erling Haaland berbeda. Meski sama-sama berstatus pemain baru musim ini, tetapi Rebic sudah sejak awal musim berkostum Milan. Sedangkan Haaland baru didatangkan Dortmund pada bursa transfer bulan ini.

Hanya, sensasi yang diciptakan keduanya hampir sama. Yakni, jadi supersub. Terbaru, keduanya kompak melakukan itu kemarin dini hari. Rebic mencetak satu-satunya gol kemenangan 1-0 Milan atas Brescia pada giornata ke-21 Serie A. Striker Kroasia itu masuk pada menit ke-58 menggantikan striker Rafael Leao dan golnya terjadi pada menit ke-71. Sedangkan Haaland memborong dua gol saat Die Borussen–julukan Dortmund–menghajar FC Koln 5-1 pada spieltag ke-19 Bundesliga. Eks striker RB Salzburg itu menggantikan wide attacker Thorgan Hazard pada menit ke-65. Dua gol Haaland lahir pada menit ke-77 dan 87′.

Performa itu melanjutkan tren serupa keduanya pekan lalu. Ketika menang 3-2 dari Udinese pada giornata ke-20 (19/1), Rebic yang baru masuk sejak awal babak kedua mencetak 2 gol dan salah satunya adalah gol kemenangan pada injury time. Haaland lebih dahsyat. Pada debutnya melawan Augsburg (18/1), striker asal Norwegia itu langsung mencetak hat-trick. Artinya, Haaland mencetak 5 gol untuk Dortmund hanya dalam 57 menit di lapangan. Itu menjadi rekor baru dalam sejarah Bundesliga.

Baca Juga :  Persikat Ketapang Gagal Lolos

“Itu (lima gol dalam dua laga, Red) sangat luar biasa baginya. Kerja kerasnya selama latihan untuk mengembalikan kebugaran fisiknya terbayar,” puji kapten Dortmund Marco Reus kepada DAZN.

Pernyataan pemain timnas Jerman itu merujuk kepada fisik Haaland yang memang belum 100 persen. Sebab, kali terakhir Haaland bertanding melawan WSG Tirol di Bundesliga Austria pada 7 Desember 2019. Itu yang menjadi faktor der trainer Dortmund Lucien Favre belum memberinya posisi di starting line up.

Tetapi, debut starter Haaland tampaknya hanya menunggu waktu. Ada dua laga berikutnya yang bisa menjadi ajang pemain 19 tahun itu unjuk gigi dari awal laga. Yakni, spieltag ke-20 melawan Union Berlin (1/2) dan 16 besar DFB Pokal melawan Werder Bremen empat hari berselang.

Bagaimana dengan Rebic di Milan? Dari 11 laga di semua ajang, striker 26 tahun itu sudah merasakan 2 kali jadi starter meski tak pernah bermain penuh 90 menit. Artinya, ada 9 laga berstatus pengganti. Tetapi, 3 gol Rebic bersama Rossoneri baru tercipta dalam dua laga terakhir.

Baca Juga :  Bank Kalbar Beri Dukungan untuk Kancil BBK

Striker pinjaman Eintracht Frankfurt itu sangat mungkin dijadikan starter oleh allenatore Milan Stefano Pioli saat melawan Torino pada perempat final Coppa Italia (29/1). Sebab, berkaca kepada hasil di 8 besar melawan SPAL (16/1), Milan melakukan rotasi lini depan dengan mengistirahatkan Zlatan Ibrahimovic. Sebagai gantinya, Milan memainkan Krzysztof Piatek yang mencetak gol pada laga itu.

Nah, kehadiran Ibrahimovic diyakini jadi titik balik kebangkitan Rebic dan Milan. Bagaimana tidak. Sejak striker asal Swedia itu resmi kembali, Milan tak pernah kalah dalam 5 laga terakhir mereka di semua ajang dengan 4 di antaranya adalah kemenangan beruntun. Padahal, Milan sempat dibantai 0-5 oleh Atalanta (22/12) pada laga terakhir mereka sebelum kedatangan Ibra.

“Ibra membawa menghadirkan kualitas, tekad, dan karakter positif kepada tim ini. Lebih jauh, seluruh pemain juga telah bersatu untuk pulih dari kekalahan traumatis melawan Atalanta,” ucap Pioli. (io/tom)

Most Read

Artikel Terbaru

/