alexametrics
32.8 C
Pontianak
Wednesday, August 10, 2022

Menakar Kontribusi si Kutu

BARCELONA, – Predikat pemain terbaik dalam The Best FIFA Awards yang diraih Lionel Messi langsung berimbas lurus dengan performa Barcelona. 24 jam setelah menerima penghargaan pada ajang yang dihelat di Milan itu, Messi berkontribusi terhadap kemenangan 2-1 Blaugrana atas Villarreal pada jornada keenam La Liga kemarin dini hari.

Si Kutu (julukan Messi) memang tidak mencetak gol. Tetapi, dia memberikan satu assist kepada striker anyar Barca Antoine Griezmann saat laga baru berusia enam menit. Kontribusi cukup apik. Mengingat laga yang digeber di Camp Nou itu adalah debut starter Messi musim ini setelah berkutat dengan cedera betis kanan sejak pramusim. Keberadaannya di lapangan sejak awal juga memantik spirit semua pemain Barca.

Sebelum ini, striker asal Argentina itu hanya tampil sebagai pengganti melawan Borussia Dortmund (matchday pertama fase grup Liga Champions 18/9) dan jornada kelima La Liga kontra Granada (22/9). Kehadiran Messi sejak awal seolah bertuah. Sebab, dua pertandingan dengan status cadangan tersebut membuat Barca gagal menang dan gagal mencetak gol.

Sekilas, kembalinya Messi memberi angin segar kepada Barca dan entrenador Ernesto Valverde. Tetapi, yang terjadi pada laga kemarin di luar dugaan. Striker 32 tahun itu kembali mendapat cedera. Kali ini, di bagian paha kiri.

Messi sudah merasa tidak nyaman terhadap bagian paha kirinya sejak memasuki menit ke-30 pada laga kemarin. Bahkan, dia sempat menepi sejenak untuk mendapat perawatan di pinggir lapangan. Untungnya, saat itu Barca sudah unggul 2-0. Satu gol lainnya dicetak Arthur Melo via cannon ball pada menit ke-15.

Baca Juga :  Mourinho: Tidak Bisa Harapkan Bale

Mimpi buruk Valverde jadi kenyataan. Messi harus digantikan Ousmane Dembele memasuki 45 menit kedua. Imbasnya sudah bisa ditebak. Barca kebobolan melalui gol Santi Cazorla semenit jelang jeda saat paha kiri Messi mulai bermasalah.

”Saat sesuatu terjadi pada Messi, semua mata dunia tertuju kepadanya. Pergantian Messi (pada babak kedua, Red) adalah tindakan pencegahan (agar cederanya tidak makin parah, Red) dan dia hanya mengalami gangguan ringan pada abductor-nya,” ucap Valverde seperti dilansir Marca.

Pernyataan Txingurri (Si Semut)–julukan Valverde–bisa saja hanya agar tidak ada yang cemas berlebihan terhadap cedera Messi. Tetapi, hal serupa juga dilakukan saat Messi menderita cedera betis kanan pada pramusim. Ternyata, dia harus absen nyaris dua bulan.

Berdasarkan Opta, Messi tercatat sudah enam kali ditarik keluar pada babak kedua pada laga yang dihelat di Camp Nou di semua ajang sejak 2016. Hasilnya, Barca hanya menang 3 kali sisanya 2 imbang dan sekali kalah.

Messi diprediksi tidak akan berlaga pada jornada ketujuh melawan Getafe (28/9). Apesnya, laga itu dihelat away. Sedangkan Barca musim ini belum sekali pun mencatatkan kemenangan ketika bertanding di luar Camp Nou di semua ajang. Total, empat pertandingan away Barca berakhir dengan 2 seri 2 kalah dan hanya mencetak 2 gol. Bahkan, Messi juga belum digaransi tampil melawan Inter Milan pada matchday kedua fase grup Liga Champions (3/9) meski dihelat di Camp Nou.

”Ketika berada di lapangan, dia (Messi, Red) bisa membuat perbedaan. Tanpa Messi, mereka (Barca, Red) tidak superior dan itu terbukti,” ucap entrenador Villarreal Javi Calleja.

Baca Juga :  Final Piala FA Milik Tim London

Dua cedera yang diderita Messi saat musim ini masih memasuki bulan September bisa jadi alarm bagi Barca. Sebab, dalam cedera pertamanya yang diderita sejak Agustus 2019 dan pulih pekan lalu saja dia membutuhkan sekitar 42 hari untuk pulih. Sedangkan estimasi pulih untuk cedera paha kiri yang baru terjadi kemarin adalah minimal sepekan. Artinya, Messi nyaris absen selama dua bulan musim ini.

Kali terakhir Messi menghabiskan waktu lebih dari dua bulan karena cedera terjadi pada musim 2015-2016. Kala itu, dia total mendapat lima cedera yang harus menepi hingga 75 hari. Sedangkan cedera terlama Messi terjadi pada musim 2006-2007 saat retak metatarsal dan harus absen selama 87 hari.

Fisik yang semakin menurun seolah membuat Messi sadar bahwa masa kejayaannya berlaga di level tertinggi tidak akan lama lagi. Sangat mungkin dia bisa hengkang musim depan ke Newell’s Old Boys menggunakan klausul kesepakatan dengan manajemen Barca seperti yang sudah bocor ke publik awal bulan ini. Messi bahkan tidak menutup pintu untuk jadi pelatih suatu hari nanti. Meski begitu, dia tetap berambisi memenangkan satu lagi Liga Champions sejak 2014-2015 sekaligus Copa America 2020 untuk tim tango sebelum gantung sepatu.

”Aku ingin semuanya (Liga Champions dan Copa America, Red). Untuk jadi pelatih, saya selalu mengatakan tidak. Tetapi, kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi,” kata Messi. (io)

BARCELONA, – Predikat pemain terbaik dalam The Best FIFA Awards yang diraih Lionel Messi langsung berimbas lurus dengan performa Barcelona. 24 jam setelah menerima penghargaan pada ajang yang dihelat di Milan itu, Messi berkontribusi terhadap kemenangan 2-1 Blaugrana atas Villarreal pada jornada keenam La Liga kemarin dini hari.

Si Kutu (julukan Messi) memang tidak mencetak gol. Tetapi, dia memberikan satu assist kepada striker anyar Barca Antoine Griezmann saat laga baru berusia enam menit. Kontribusi cukup apik. Mengingat laga yang digeber di Camp Nou itu adalah debut starter Messi musim ini setelah berkutat dengan cedera betis kanan sejak pramusim. Keberadaannya di lapangan sejak awal juga memantik spirit semua pemain Barca.

Sebelum ini, striker asal Argentina itu hanya tampil sebagai pengganti melawan Borussia Dortmund (matchday pertama fase grup Liga Champions 18/9) dan jornada kelima La Liga kontra Granada (22/9). Kehadiran Messi sejak awal seolah bertuah. Sebab, dua pertandingan dengan status cadangan tersebut membuat Barca gagal menang dan gagal mencetak gol.

Sekilas, kembalinya Messi memberi angin segar kepada Barca dan entrenador Ernesto Valverde. Tetapi, yang terjadi pada laga kemarin di luar dugaan. Striker 32 tahun itu kembali mendapat cedera. Kali ini, di bagian paha kiri.

Messi sudah merasa tidak nyaman terhadap bagian paha kirinya sejak memasuki menit ke-30 pada laga kemarin. Bahkan, dia sempat menepi sejenak untuk mendapat perawatan di pinggir lapangan. Untungnya, saat itu Barca sudah unggul 2-0. Satu gol lainnya dicetak Arthur Melo via cannon ball pada menit ke-15.

Baca Juga :  Rossi: Pembalap Lain Sangat Cepat!

Mimpi buruk Valverde jadi kenyataan. Messi harus digantikan Ousmane Dembele memasuki 45 menit kedua. Imbasnya sudah bisa ditebak. Barca kebobolan melalui gol Santi Cazorla semenit jelang jeda saat paha kiri Messi mulai bermasalah.

”Saat sesuatu terjadi pada Messi, semua mata dunia tertuju kepadanya. Pergantian Messi (pada babak kedua, Red) adalah tindakan pencegahan (agar cederanya tidak makin parah, Red) dan dia hanya mengalami gangguan ringan pada abductor-nya,” ucap Valverde seperti dilansir Marca.

Pernyataan Txingurri (Si Semut)–julukan Valverde–bisa saja hanya agar tidak ada yang cemas berlebihan terhadap cedera Messi. Tetapi, hal serupa juga dilakukan saat Messi menderita cedera betis kanan pada pramusim. Ternyata, dia harus absen nyaris dua bulan.

Berdasarkan Opta, Messi tercatat sudah enam kali ditarik keluar pada babak kedua pada laga yang dihelat di Camp Nou di semua ajang sejak 2016. Hasilnya, Barca hanya menang 3 kali sisanya 2 imbang dan sekali kalah.

Messi diprediksi tidak akan berlaga pada jornada ketujuh melawan Getafe (28/9). Apesnya, laga itu dihelat away. Sedangkan Barca musim ini belum sekali pun mencatatkan kemenangan ketika bertanding di luar Camp Nou di semua ajang. Total, empat pertandingan away Barca berakhir dengan 2 seri 2 kalah dan hanya mencetak 2 gol. Bahkan, Messi juga belum digaransi tampil melawan Inter Milan pada matchday kedua fase grup Liga Champions (3/9) meski dihelat di Camp Nou.

”Ketika berada di lapangan, dia (Messi, Red) bisa membuat perbedaan. Tanpa Messi, mereka (Barca, Red) tidak superior dan itu terbukti,” ucap entrenador Villarreal Javi Calleja.

Baca Juga :  Kurang Maksimal

Dua cedera yang diderita Messi saat musim ini masih memasuki bulan September bisa jadi alarm bagi Barca. Sebab, dalam cedera pertamanya yang diderita sejak Agustus 2019 dan pulih pekan lalu saja dia membutuhkan sekitar 42 hari untuk pulih. Sedangkan estimasi pulih untuk cedera paha kiri yang baru terjadi kemarin adalah minimal sepekan. Artinya, Messi nyaris absen selama dua bulan musim ini.

Kali terakhir Messi menghabiskan waktu lebih dari dua bulan karena cedera terjadi pada musim 2015-2016. Kala itu, dia total mendapat lima cedera yang harus menepi hingga 75 hari. Sedangkan cedera terlama Messi terjadi pada musim 2006-2007 saat retak metatarsal dan harus absen selama 87 hari.

Fisik yang semakin menurun seolah membuat Messi sadar bahwa masa kejayaannya berlaga di level tertinggi tidak akan lama lagi. Sangat mungkin dia bisa hengkang musim depan ke Newell’s Old Boys menggunakan klausul kesepakatan dengan manajemen Barca seperti yang sudah bocor ke publik awal bulan ini. Messi bahkan tidak menutup pintu untuk jadi pelatih suatu hari nanti. Meski begitu, dia tetap berambisi memenangkan satu lagi Liga Champions sejak 2014-2015 sekaligus Copa America 2020 untuk tim tango sebelum gantung sepatu.

”Aku ingin semuanya (Liga Champions dan Copa America, Red). Untuk jadi pelatih, saya selalu mengatakan tidak. Tetapi, kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi,” kata Messi. (io)

Most Read

Artikel Terbaru

/