alexametrics
25 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Harus Loloskan Dua Pasangan ke Olimpiade

JAKARTA–Sektor ganda campuran memiliki waktu yang lebih panjang dalam masa persiapan menuju All England. Tepatnya satu bulan bagi pasangan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja dan satu setengah bulan persiapan bagi Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti.

Anak asuh Richard Mainaky tersebut tidak turut membela Indonesia pada Badminton Asia Team Championships 2020 di Manila, Filipina lalu. Mereka juga tidak turun di Barcelona Spain Masters 2020. Praktis kurun waktu itu digunakan untuk latihan, mulai dari menggenjot fisik pemain, daya tahan, hingga kematangan teknik mereka.

Seperti diketahui sektor ganda campuran, khususnya Praveen/Melati, membuka awal tahun ini dengan hasil yang tidak memuaskan. Faktor terlalu banyak libur akhir tahun membuat kondisi para atlet menurun. Tidak mau tren terulang, mereka benar-benar disiapkan secara maksimal untuk tampil di Birmingham Arena pada 11-15 Maret mendatang.

Baca Juga :  Incar Peringkat 20 Besar Dunia

Tetapi sebelum terjun di turnamen super 1000, kedua pasangan unggulan ganda campuran itu akan lebih dulu turun di German Open. Turnamen yang digelar mulai 3-8 Maret tersebut bakal jadi ajang pemanasan bagi mereka.

“Pengaruh juga lama tidak tanding. Makanya perlu pemanasan dulu sambil mengambil hasil maksimal, karena latihan sudah bagus dan lama juga proses persiapannya,” ujar pelatih yang akrab disapa Icad tersebut.

Secara pasti Icad menginginkan ada hasil baik yang dipetik oleh dua pasangan proyeksi Olimpiade Tokyo 2020 itu. Target terutama diberikan pada Hafiz/Gloria. Tahun lalu pasangan peringkat delapan dunia ini menembus final, tetapi berakhir sebagai runner-up setelah dikalahkan pasangan Seo Seung-jae/Chae Yu-jung. Nah, tahun ini mereka dituntut minimal harus tembus semifinal. Hal itu tidak lepas dari peringkat mereka yang rawan di geser pada babak kualifikasi olimpiade.

Baca Juga :  Menanti Kejutan Lainnya

“Bagaimana pun caranya ganda campuran harus lolos dua. Hafiz/Glo yang harus kejar. Di enam turnamen terakhir ini ada yang harus masuk semifinal saja. Mudah-mudahan semifinal (German Open) dan semifinal (All England) itu sudah aman. Kalau Praveen/Melati tinggal menjaga saja, jangan sampai babak pertama kalah,” papar Icad.

Demi memuluskan target tersebut, Icad juga menambah porsi latihan per individu sesuai kebutuhan. Biasanya dilakukan sekitar pukul 14.00 WIB sebelum sesi latihan sore. Hafiz, Gloria, Praveen, maupun Melati menjalani program itu selama sebulan terakhir. “Latihan lebih berat, lebih dikuatkan individunya. Progresnya tidak bisa dilihat, sih, kalau sekarang. Tapi hasilnya akan terlihat di pertandingan,” kata Melati. (feb)

JAKARTA–Sektor ganda campuran memiliki waktu yang lebih panjang dalam masa persiapan menuju All England. Tepatnya satu bulan bagi pasangan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja dan satu setengah bulan persiapan bagi Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti.

Anak asuh Richard Mainaky tersebut tidak turut membela Indonesia pada Badminton Asia Team Championships 2020 di Manila, Filipina lalu. Mereka juga tidak turun di Barcelona Spain Masters 2020. Praktis kurun waktu itu digunakan untuk latihan, mulai dari menggenjot fisik pemain, daya tahan, hingga kematangan teknik mereka.

Seperti diketahui sektor ganda campuran, khususnya Praveen/Melati, membuka awal tahun ini dengan hasil yang tidak memuaskan. Faktor terlalu banyak libur akhir tahun membuat kondisi para atlet menurun. Tidak mau tren terulang, mereka benar-benar disiapkan secara maksimal untuk tampil di Birmingham Arena pada 11-15 Maret mendatang.

Baca Juga :  Ayo Hilangkan Ego

Tetapi sebelum terjun di turnamen super 1000, kedua pasangan unggulan ganda campuran itu akan lebih dulu turun di German Open. Turnamen yang digelar mulai 3-8 Maret tersebut bakal jadi ajang pemanasan bagi mereka.

“Pengaruh juga lama tidak tanding. Makanya perlu pemanasan dulu sambil mengambil hasil maksimal, karena latihan sudah bagus dan lama juga proses persiapannya,” ujar pelatih yang akrab disapa Icad tersebut.

Secara pasti Icad menginginkan ada hasil baik yang dipetik oleh dua pasangan proyeksi Olimpiade Tokyo 2020 itu. Target terutama diberikan pada Hafiz/Gloria. Tahun lalu pasangan peringkat delapan dunia ini menembus final, tetapi berakhir sebagai runner-up setelah dikalahkan pasangan Seo Seung-jae/Chae Yu-jung. Nah, tahun ini mereka dituntut minimal harus tembus semifinal. Hal itu tidak lepas dari peringkat mereka yang rawan di geser pada babak kualifikasi olimpiade.

Baca Juga :  Olimpiade Tokyo 2020, Hampir Pasti Tetap Juli

“Bagaimana pun caranya ganda campuran harus lolos dua. Hafiz/Glo yang harus kejar. Di enam turnamen terakhir ini ada yang harus masuk semifinal saja. Mudah-mudahan semifinal (German Open) dan semifinal (All England) itu sudah aman. Kalau Praveen/Melati tinggal menjaga saja, jangan sampai babak pertama kalah,” papar Icad.

Demi memuluskan target tersebut, Icad juga menambah porsi latihan per individu sesuai kebutuhan. Biasanya dilakukan sekitar pukul 14.00 WIB sebelum sesi latihan sore. Hafiz, Gloria, Praveen, maupun Melati menjalani program itu selama sebulan terakhir. “Latihan lebih berat, lebih dikuatkan individunya. Progresnya tidak bisa dilihat, sih, kalau sekarang. Tapi hasilnya akan terlihat di pertandingan,” kata Melati. (feb)

Most Read

Artikel Terbaru

/