alexametrics
25.3 C
Pontianak
Friday, August 12, 2022

Setelah Salahkan Pelatih, Kini Salahkan Kostum

LAS VEGAS–Ucapan Deontay Wilder yang menyebut dirinya sendiri seorang pejuang sejati harus direvisi. Setelah kehilangan sabuk juara dunia kelas berat WBC yang dia kuasai lima tahun terakhir, Wilder mulai menyalahkan banyak pihak di luar dirinya. Yang paling baru Selasa kemarin (25/2) petinju asal Tuscaloosa, Amerika Serikat (AS) tersebut menyalahkan kostum yang dia kenakan sebelum duel berlangsung.

Saat masuk ke arena laga kontra Tyson Fury di MGM Grand Garden Arena pada Minggu (22/2), Wilder memang mengenakan kostum istimewa. Seperti baju perang berwarna hitam dengan bobot 40 pon atau 18,1 kg. Kostum itu dia kenakan sekaligus untuk memperingati Black History Month yang saat ini tengah diperingati di AS.

Namun, Wilder Selasa kemarin malah berucap dirinya tidak menyangka kostum tersebut akan seberat itu. Dia mengaku baru mengetahui dan mencoba sekali yakni di malam sehari sebelum pertarungan berlangsung. Duel itu sendiri berakhir dengan kekalahan TKO untuk Wilder di ronde ketujuh.

“Kalian harus tahu, dia (Fury) tidak menyakitiku. Tapi faktanya kostum yang aku kenakan (sebelum pertarungan) terlalu berat. Kakiku sudah lelah sejak awal pertarungan,” ucap petinju 34 tahun tersebut dilansir Yahoo Sports.

Wilder menambahkan, di ronde ketiga kakinya makin kelelahan. Tapi dia terus berusaha untuk menahannya. “Itu karena aku adalah pejuang sejati. Semua orang tahu akan itu,” tambahnya.

Baca Juga :  Akan Terus Dekati Messi

Menanggapi ucapan Wilder, Melissa Anglesea, designer kostum Fury sebelum pertarungan angkat bicara. Dia menyebut alasan itu mengada-ada. Menurutnya, kostum dengan performa seorang petinju di atas ring sama sekali tidak nyambung.

“Mari kita jujur, untuk seorang pria setinggi 6,7 feet (201 cm) seperti Wilder, kostum seberat 3 stone (19 kg) itu tidak berarti apa-apa,” ucapnya dilansir BBC Radio 5.

Anglesea mengaku pernah ikut merancang kostum petinju kelas berat lain yakni Dillian White pada 2018. Dia menyebut saat itu bobot kostum tersebut jauh lebih berat karena ada 30.000 kristal yang tersemat. “Tapi dia (White) masih bisa menang KO atas Dereck Chisora,” ucapnya.

Sebelum menyalahkan kostum, Wilder sudah lebih dulu membuat alasan lain terkait kekalahan pertamanya sepanjang karir ini. Dia mengaku sebenarnya masih kuat bertarung. Tapi asisten pelatihnya yakni Mark Breland, terlalu buru-buru melempar handuk tanda menyerah di ronde ketujuh. Wilder bahkan mengaku sudah tidak mau lagi mantan juara dunia kelas welter tersebut ada dalam timnya di pertarungan selanjutnya.

Aksi lempar handuk Breland ini memang sempat jadi perbincangan panas. Itu karena pelatih utama Wilder yakni Jay Deas menyatakan Breland tidak izin kepadanya dahulu sebelum melempar handuk. Wilder mengaku sakit hati dengan aksi Breland tersebut.

Baca Juga :  Siap Berlaga di Ring Tinju Thailand, Daud akan Tampil dengan Tampilan Berbeda

Tapi, tidak sedikit pula yang menyebut keputusan Breland sudah tepat. Itu lantaran Wilder saat itu memang sudah tidak mampu lagi melawan Fury. Darah dari telingan kirinya juga terus mengucur.  “Tapi ini adalah hidup dan karirku. Aku tahu dia memikirkan keselamatanku. Tapi dia harus tahu cara melakukannya dengan benar,” ucap Wilder dilansir The Independent.

Kasus-kasus yang dialami Wilder ini membuat promotor Anthony Joshua, juara dunia kelas berat versi WBA, WBO, dan IBF ikut angkat suara. Menurutnya, apa yang dialami Wilder ini adalah akibat kerja buruk orang-orang di sekitar Wilder sendiri.

“Ini sungguh aneh. Jelas dia (Wilder) memiliki cara kerja tim public relations (PR) yang sangat buruk dalam sejarah,” ucap Hearn kepada BBC.

Di lain sisi, Komisi Atlet Nevada kemarin mengeluarkan sanksi medis untuk Wilder. Dia dilarang berlatih apalagi bertanding selama enam minggu ke depan untuk memulihkan cedera yang dia alami saat takluk di tangan Fury. “Wilder dilarang berlatih sampai 8 April. Dia juga dilarang bertanding sampai 23 April,” tulis Komisi Atlet Nevada dalam rilis resmi. (irr)

LAS VEGAS–Ucapan Deontay Wilder yang menyebut dirinya sendiri seorang pejuang sejati harus direvisi. Setelah kehilangan sabuk juara dunia kelas berat WBC yang dia kuasai lima tahun terakhir, Wilder mulai menyalahkan banyak pihak di luar dirinya. Yang paling baru Selasa kemarin (25/2) petinju asal Tuscaloosa, Amerika Serikat (AS) tersebut menyalahkan kostum yang dia kenakan sebelum duel berlangsung.

Saat masuk ke arena laga kontra Tyson Fury di MGM Grand Garden Arena pada Minggu (22/2), Wilder memang mengenakan kostum istimewa. Seperti baju perang berwarna hitam dengan bobot 40 pon atau 18,1 kg. Kostum itu dia kenakan sekaligus untuk memperingati Black History Month yang saat ini tengah diperingati di AS.

Namun, Wilder Selasa kemarin malah berucap dirinya tidak menyangka kostum tersebut akan seberat itu. Dia mengaku baru mengetahui dan mencoba sekali yakni di malam sehari sebelum pertarungan berlangsung. Duel itu sendiri berakhir dengan kekalahan TKO untuk Wilder di ronde ketujuh.

“Kalian harus tahu, dia (Fury) tidak menyakitiku. Tapi faktanya kostum yang aku kenakan (sebelum pertarungan) terlalu berat. Kakiku sudah lelah sejak awal pertarungan,” ucap petinju 34 tahun tersebut dilansir Yahoo Sports.

Wilder menambahkan, di ronde ketiga kakinya makin kelelahan. Tapi dia terus berusaha untuk menahannya. “Itu karena aku adalah pejuang sejati. Semua orang tahu akan itu,” tambahnya.

Baca Juga :  Atlet Indonesia Kembali Menjadi Juara pada Piala Dunia Panjat Tebing

Menanggapi ucapan Wilder, Melissa Anglesea, designer kostum Fury sebelum pertarungan angkat bicara. Dia menyebut alasan itu mengada-ada. Menurutnya, kostum dengan performa seorang petinju di atas ring sama sekali tidak nyambung.

“Mari kita jujur, untuk seorang pria setinggi 6,7 feet (201 cm) seperti Wilder, kostum seberat 3 stone (19 kg) itu tidak berarti apa-apa,” ucapnya dilansir BBC Radio 5.

Anglesea mengaku pernah ikut merancang kostum petinju kelas berat lain yakni Dillian White pada 2018. Dia menyebut saat itu bobot kostum tersebut jauh lebih berat karena ada 30.000 kristal yang tersemat. “Tapi dia (White) masih bisa menang KO atas Dereck Chisora,” ucapnya.

Sebelum menyalahkan kostum, Wilder sudah lebih dulu membuat alasan lain terkait kekalahan pertamanya sepanjang karir ini. Dia mengaku sebenarnya masih kuat bertarung. Tapi asisten pelatihnya yakni Mark Breland, terlalu buru-buru melempar handuk tanda menyerah di ronde ketujuh. Wilder bahkan mengaku sudah tidak mau lagi mantan juara dunia kelas welter tersebut ada dalam timnya di pertarungan selanjutnya.

Aksi lempar handuk Breland ini memang sempat jadi perbincangan panas. Itu karena pelatih utama Wilder yakni Jay Deas menyatakan Breland tidak izin kepadanya dahulu sebelum melempar handuk. Wilder mengaku sakit hati dengan aksi Breland tersebut.

Baca Juga :  Membungkam Mulut Ibra

Tapi, tidak sedikit pula yang menyebut keputusan Breland sudah tepat. Itu lantaran Wilder saat itu memang sudah tidak mampu lagi melawan Fury. Darah dari telingan kirinya juga terus mengucur.  “Tapi ini adalah hidup dan karirku. Aku tahu dia memikirkan keselamatanku. Tapi dia harus tahu cara melakukannya dengan benar,” ucap Wilder dilansir The Independent.

Kasus-kasus yang dialami Wilder ini membuat promotor Anthony Joshua, juara dunia kelas berat versi WBA, WBO, dan IBF ikut angkat suara. Menurutnya, apa yang dialami Wilder ini adalah akibat kerja buruk orang-orang di sekitar Wilder sendiri.

“Ini sungguh aneh. Jelas dia (Wilder) memiliki cara kerja tim public relations (PR) yang sangat buruk dalam sejarah,” ucap Hearn kepada BBC.

Di lain sisi, Komisi Atlet Nevada kemarin mengeluarkan sanksi medis untuk Wilder. Dia dilarang berlatih apalagi bertanding selama enam minggu ke depan untuk memulihkan cedera yang dia alami saat takluk di tangan Fury. “Wilder dilarang berlatih sampai 8 April. Dia juga dilarang bertanding sampai 23 April,” tulis Komisi Atlet Nevada dalam rilis resmi. (irr)

Most Read

Artikel Terbaru

/