alexametrics
25 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Latihan Bisa Jadi Pintu Masuk

LONDON,– Pekan lalu regulator Premier League mengumumkan sisa 92 pertandingan akan tuntas 31 Juli. Bak gayung besambut, Arsenal kemarin (26/4) mengumumkan kalau hari ini (27/4) lokasi latihan mereka, Colney, akan dibuka kembali buat para pemain.

Jika dihitung sejak ditutup 12 Maret lalu, maka Colney dioperasikan lagi setelah 46 hari. Dan dengan berlatihnya The Gunners—julukan Arsenal—mereka menjadi tim Premier League pertama yang melakukannya.

Seperti diberitakan Daily Mail diizinkannya Colney untuk menggelar latihan buat Pierre-Emerick Aubameyang dkk diikuti berbagai standar pengoperasiannya. Mulai akses yang terbatas untuk pemain, pelatih serta staf serta sistem penggiliran untuk pemakaian fasilitas, sampai hanya berlatih dalam grup kecil.

“Pemain datang sendirian, mengerjakan program latihan individu, lalu kembali ke rumah. Hanya itu yang bisa mereka lakukan dan semuanya dilakukan dengan kondisi (Colney) tertutup,” kata jurubicara Arsenal dikutip Daily Mail.

Baca Juga :  Miyabi Tepati Janji, Kembali Datang Dukung Indonesia

Pembukaan izin pemakaian berlatih di Colney sekaligus menjadi upaya preventif klub agar para pemainnya tak berlatih di fasilitas publik. Seperti ditulis 90 Minutes tiga pemain Arsenal sudah melanggar pemerintah Inggris aturan soal tetap di rumah selama pandemi Covid-19 ini.

Bek David Luiz dan gelandang Granit Xhaka terjepret berlatih bersama di Southgate, London Utara Selasa (21/4) lalu. Kemudian winger Nicolas Pepe malah mengunggah fotonya bermain-main di lapangan artifisial yang ada di Collingdale’s Graham Park.

“Secara individu ketiganya sudah melakukan klarifikasi dan meminta maaf kepada publik soal pelanggaran yang dibuatnya. Meski pihak klub sendiri tidak melakukan pernyataan apapun buat kelalaian pemainnya,” tuliss 90 Minutes.

Baca Juga :  Dedikasi untuk Reyes dan Puerta

Di sisi lain, salah satu pemain Arsenal kepada The Athletic mengatakan belum adanya titik temu mengenai pemotongan gaji akan bisa terurai dengan adanya latihan ini. “Percakapan di grup WhatsApp memang sangat sengit. Dan tentu akan berbeda jika antarindividu bertemu saat latihan,” tutur si pemain kepada The Athletic.

Salah satu pemain yang vokal menolak pemotongan gaji 12,5 persen adalah Mesut Oezil. Melalui sang agen, pemain bergaji tertinggi Arsenal itu mementahkan wacana itu. Meski sang pelatih Mikel Arteta secara individu menghubungi para pemain lewat telepon dan meminta kerelaan pemain dipotong gaji. (dra)

LONDON,– Pekan lalu regulator Premier League mengumumkan sisa 92 pertandingan akan tuntas 31 Juli. Bak gayung besambut, Arsenal kemarin (26/4) mengumumkan kalau hari ini (27/4) lokasi latihan mereka, Colney, akan dibuka kembali buat para pemain.

Jika dihitung sejak ditutup 12 Maret lalu, maka Colney dioperasikan lagi setelah 46 hari. Dan dengan berlatihnya The Gunners—julukan Arsenal—mereka menjadi tim Premier League pertama yang melakukannya.

Seperti diberitakan Daily Mail diizinkannya Colney untuk menggelar latihan buat Pierre-Emerick Aubameyang dkk diikuti berbagai standar pengoperasiannya. Mulai akses yang terbatas untuk pemain, pelatih serta staf serta sistem penggiliran untuk pemakaian fasilitas, sampai hanya berlatih dalam grup kecil.

“Pemain datang sendirian, mengerjakan program latihan individu, lalu kembali ke rumah. Hanya itu yang bisa mereka lakukan dan semuanya dilakukan dengan kondisi (Colney) tertutup,” kata jurubicara Arsenal dikutip Daily Mail.

Baca Juga :  Awali Musim dengan Kemenangan

Pembukaan izin pemakaian berlatih di Colney sekaligus menjadi upaya preventif klub agar para pemainnya tak berlatih di fasilitas publik. Seperti ditulis 90 Minutes tiga pemain Arsenal sudah melanggar pemerintah Inggris aturan soal tetap di rumah selama pandemi Covid-19 ini.

Bek David Luiz dan gelandang Granit Xhaka terjepret berlatih bersama di Southgate, London Utara Selasa (21/4) lalu. Kemudian winger Nicolas Pepe malah mengunggah fotonya bermain-main di lapangan artifisial yang ada di Collingdale’s Graham Park.

“Secara individu ketiganya sudah melakukan klarifikasi dan meminta maaf kepada publik soal pelanggaran yang dibuatnya. Meski pihak klub sendiri tidak melakukan pernyataan apapun buat kelalaian pemainnya,” tuliss 90 Minutes.

Baca Juga :  Klopp: Liverpool Harus Jadi Juara Liga Musim Ini

Di sisi lain, salah satu pemain Arsenal kepada The Athletic mengatakan belum adanya titik temu mengenai pemotongan gaji akan bisa terurai dengan adanya latihan ini. “Percakapan di grup WhatsApp memang sangat sengit. Dan tentu akan berbeda jika antarindividu bertemu saat latihan,” tutur si pemain kepada The Athletic.

Salah satu pemain yang vokal menolak pemotongan gaji 12,5 persen adalah Mesut Oezil. Melalui sang agen, pemain bergaji tertinggi Arsenal itu mementahkan wacana itu. Meski sang pelatih Mikel Arteta secara individu menghubungi para pemain lewat telepon dan meminta kerelaan pemain dipotong gaji. (dra)

Most Read

Artikel Terbaru

/