alexametrics
25 C
Pontianak
Friday, August 19, 2022

Ducati Kepincut Marquez

SELAMA enam musim MotoGP sejak debutnya pada 2013, Marc Marquez hanya sekali kehilangan singgasananya. Yakni pada musim 2015, ketika kalah dari Jorge Lorenzo yang kala itu masih bersama Yamaha. Situasi itu membuat tim lain harus berupaya keras untuk menyaingi Honda. Namun, Ducati punya ide liar.

Mereka berupaya keras untuk mendatangkan Marquez di akhir musim 2020, saat kontraknya habis dengan Honda. Apalagi setelah investasi superbesar yang dikeluarkan Ducati belum membuahkan hasil. Seperti investasi di aspek aerodinamika, dan pengembangan departemen teknik hingga mendatangkan Jorge Lorenzo (2017-2018). Tidak ada satupun yang mampu membuat Ducati merengkuh juara dunia.

“Di akhir 2015 dan awal 2016, Ducati mengevaluasi sejumlah peluang. Kami mulai memikirkannya. Tetapi situasi tidak memungkinkan,” kata Direktur Sport Ducati, Paolo Ciabatti kepada Corriere dello Sport dikutip Motorcycle Sport. Keinginan Ducati mendatangkan Marquez semakin menjadi sejak saat itu. Peluang itu datang saat berakhirnya musim 2020, di mana kontrak Marquez berakhir bersama Honda.

Baca Juga :  Eriksen Penentu Singkirkan AC Milan

Salah satu media Italia, Tutto Motori Web memastikan Ducati bakal menjajaki deal dengan Marquez. Yakni dengan tawaran senilai EUR 15 juta (sekitar Rp 232,6 miliar, kurs EUR 1 = Rp 15.510).

“Sesungguhnya saya punya pendapat terkait nilai tersebut, tetapi itu pendapat subjektif. Tidak diragukan lagi, lebih dari EUR 10 juta (sekitar Rp 155,1 miliar, kurs EUR 1 = Rp 15.510) per tahun,” beber Ciabbtti. (nap)

SELAMA enam musim MotoGP sejak debutnya pada 2013, Marc Marquez hanya sekali kehilangan singgasananya. Yakni pada musim 2015, ketika kalah dari Jorge Lorenzo yang kala itu masih bersama Yamaha. Situasi itu membuat tim lain harus berupaya keras untuk menyaingi Honda. Namun, Ducati punya ide liar.

Mereka berupaya keras untuk mendatangkan Marquez di akhir musim 2020, saat kontraknya habis dengan Honda. Apalagi setelah investasi superbesar yang dikeluarkan Ducati belum membuahkan hasil. Seperti investasi di aspek aerodinamika, dan pengembangan departemen teknik hingga mendatangkan Jorge Lorenzo (2017-2018). Tidak ada satupun yang mampu membuat Ducati merengkuh juara dunia.

“Di akhir 2015 dan awal 2016, Ducati mengevaluasi sejumlah peluang. Kami mulai memikirkannya. Tetapi situasi tidak memungkinkan,” kata Direktur Sport Ducati, Paolo Ciabatti kepada Corriere dello Sport dikutip Motorcycle Sport. Keinginan Ducati mendatangkan Marquez semakin menjadi sejak saat itu. Peluang itu datang saat berakhirnya musim 2020, di mana kontrak Marquez berakhir bersama Honda.

Baca Juga :  Andalkan Pengalaman Pemain ‘Tua’

Salah satu media Italia, Tutto Motori Web memastikan Ducati bakal menjajaki deal dengan Marquez. Yakni dengan tawaran senilai EUR 15 juta (sekitar Rp 232,6 miliar, kurs EUR 1 = Rp 15.510).

“Sesungguhnya saya punya pendapat terkait nilai tersebut, tetapi itu pendapat subjektif. Tidak diragukan lagi, lebih dari EUR 10 juta (sekitar Rp 155,1 miliar, kurs EUR 1 = Rp 15.510) per tahun,” beber Ciabbtti. (nap)

Most Read

Artikel Terbaru

/