PONTIANAK POST - Padel adalah olahraga raket yang sedang populer di berbagai negara, termasuk di Asia dan Indonesia.
Permainan ini sering dianggap sebagai perpaduan antara tenis dan squash karena dimainkan di lapangan berdinding kaca dengan raket khusus tanpa senar.
Meski terdengar baru, padel sebenarnya mudah dipelajari dan bisa dimainkan oleh semua kalangan, baik muda maupun dewasa.
Melansir dari LTA Padel, padel termasuk olahraga sosial karena biasanya dimainkan dalam format ganda (2 lawan 2).
Ukuran lapangannya lebih kecil dari tenis, sehingga permainan berlangsung cepat, seru, dan menuntut kerja sama tim.
Sementara itu, AllforPadel menegaskan bahwa padel memiliki aturan resmi yang sederhana, sehingga pemula tidak akan kesulitan memahami dasar-dasarnya.
Bahkan, International Padel Federation (FIP) telah menetapkan standar internasional mengenai lapangan, peralatan, hingga peraturan pertandingan, sehingga padel kini diakui sebagai olahraga kompetitif.
Lalu, bagaimana cara bermain padel dengan benar? Berikut panduan lengkapnya.
1. Mengenal Lapangan dan Peralatan
Lapangan padel berukuran 20 x 10 meter, dikelilingi dinding kaca atau kawat besi yang bisa dimanfaatkan untuk memantulkan bola. Hal ini yang membuat padel unik dibanding tenis.
Menurut FIP, permainan resmi selalu menggunakan bola mirip bola tenis, namun tekanan udaranya sedikit lebih rendah.
Raket padel berbentuk padat (tanpa senar), lebih ringan, dan memiliki lubang-lubang kecil untuk mengurangi hambatan udara.
2. Aturan Dasar Permainan
Menurut AllforPadel, aturan padel mirip dengan tenis, termasuk sistem skornya (15, 30, 40, dan game). Namun ada beberapa perbedaan penting:
- Servis dilakukan secara underhand (dari bawah), dan bola harus dipantulkan sekali di tanah sebelum dipukul.
- Bola boleh memantul di dinding setelah menyentuh tanah, sehingga strategi permainan lebih bervariasi.
- Jika bola keluar lapangan tanpa menyentuh dinding, poin diberikan kepada lawan.
Dengan aturan ini, padel menjadi lebih mudah diakses oleh pemula sekaligus menantang bagi pemain berpengalaman.
3. Teknik Dasar Bermain
Menurut LTA Padel, beberapa teknik dasar yang perlu dipahami antara lain:
- Forehand dan backhand: pukulan dasar untuk mengarahkan bola ke lawan.
- Volley: pukulan cepat di dekat net, biasanya untuk menyerang.
- Bandeja: pukulan khas padel untuk mengembalikan bola lob dengan kendali penuh.
- Smash: pukulan keras ke bawah, biasanya digunakan untuk mengakhiri rally.
Menguasai teknik ini sejak awal akan membantu pemain lebih percaya diri di lapangan.
4. Strategi Bermain untuk Pemula
Karena dimainkan berpasangan, strategi tim sangat penting.
LTA Padel menekankan pentingnya komunikasi antar pemain, posisi yang tepat di lapangan, serta kesabaran dalam menunggu kesempatan menyerang.
Pemula sebaiknya lebih fokus menjaga rally tetap hidup daripada langsung mencari poin cepat.
Mengapa Padel Cocok untuk Semua Orang?
Selain mudah dipelajari, padel juga relatif aman untuk sendi karena lapangannya kecil dan intensitas larinya tidak setinggi tenis.
Menurut FIP, olahraga ini dapat dimainkan lintas usia dan menjadi pilihan tepat untuk menjaga kebugaran sekaligus memperluas pergaulan. (*)
Editor : Miftahul Khair