alexametrics
24 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Muathay Putri Kalbar Raih Perak

JAYAPURA – Atlet Muathay Putri kelas 57 kg Ade Mutia gagal mempersembahkan medali emas bagi Kalimantan Barat, setelah dirinya dikalahkan atlet tuan rumah Papua. Meski bergitu, Mutia berhasil menyumbang perak bagi Kalimantan Barat.

Bertarung dengan semangat di hadapan ribuan pasang mata, termasuk ratusan pendukung dari Kontingen Kalbar, pada awal-awal pertarungan, Ade Mutia masih bisa meladeni pukulan dan tendangan dari sang lawan.

Namun, pada ronde ketiga, stamina dan pukulan Ade semakin melemah, sehingga banyak pukulan sang lawan yang mengenai wajahnya.

Meraih Medali Perak, Ade Mutia pun mendapat ucapan selamat dan apresiasi dari Ketum KONI Kalbar, Fachrudin D Siregar, yang menyaksikan dari Tribun VIP GOR STT Gidi, Distrik Sentani Barat, Kabupaten Jayapura, Minggu, (3/10).

Baca Juga :  28 Pelaku Prostitusi Online Digerebek di Hotel

“Alhamdulillah, tetap kita apresiasi Medali Perak dari Ade Mutia di Cabor Muathay. Ade sudah berjuang untuk Kalbar,” ujar Fachrudin Siregar.

Medali Perak dari Ade Mutia kini menambah perbendaharaan medali Kalbar pada PON XX Tahun 2021.

Sebelumnya, Kontingen Kalbar sudah mengoleksi dua medali, yaitu pertama Medali Perak dari Cabor Judo atas nama Beta Awari dan Medali Emas persembahan Veddriq Leonardo dari Cabor Panjat Tebing.

Terpisah, cabang olahraga anggar Minggu sore sudah melaksanakan Teknikal Meting. Dua atletnya, Mery Ananda dan Yan Ardian akan bertanding besok (hari ini). Mery memainkan kategori floret putri dan Yan Adrian dikategori sabel putra.

Untuk sistem pertandingannya sistem pool. Satu kali pertandingan diberi waktu lima menit. Dengan pengumpulan angka maksimal lima poin. “Total ada 19 atlet di kategori yang Mery mainkan. Tetapi saya tetap optimis Mery bisa memberikan medali bagi Kalbar,” ujarnya.

Baca Juga :  Midji Minta PCC Jadi Pusat Pembinaan Atlet Esport

Keyakinan dia akan Mery bisa meraih medali disebabkan karena saat ini yang ikut serta PON Papua di cabor anggar, rerata umurnya tidak jauh berbeda. Yaitu 26 tahun maksimal.

Untuk kategori sabel putra, Verdiana melihat peluang Kalbar untuk meraih medali memang agak berat. Selain pengalaman masih minim, di kategori ini juga diikuti atlet nasional yang pernah memperkuat Indonesia di Sea Games. “Tapi peluag masih ada. Intinya harus berjuang dulu. Sebelum pertandingan besok, para atlet terlebih dahulu melakukan swab anti gen,”tandasnya. (iza)

JAYAPURA – Atlet Muathay Putri kelas 57 kg Ade Mutia gagal mempersembahkan medali emas bagi Kalimantan Barat, setelah dirinya dikalahkan atlet tuan rumah Papua. Meski bergitu, Mutia berhasil menyumbang perak bagi Kalimantan Barat.

Bertarung dengan semangat di hadapan ribuan pasang mata, termasuk ratusan pendukung dari Kontingen Kalbar, pada awal-awal pertarungan, Ade Mutia masih bisa meladeni pukulan dan tendangan dari sang lawan.

Namun, pada ronde ketiga, stamina dan pukulan Ade semakin melemah, sehingga banyak pukulan sang lawan yang mengenai wajahnya.

Meraih Medali Perak, Ade Mutia pun mendapat ucapan selamat dan apresiasi dari Ketum KONI Kalbar, Fachrudin D Siregar, yang menyaksikan dari Tribun VIP GOR STT Gidi, Distrik Sentani Barat, Kabupaten Jayapura, Minggu, (3/10).

Baca Juga :  Andrian, Karyawan Bank Persembahkan Perunggu untuk Kalbar dari Cabor Menembak

“Alhamdulillah, tetap kita apresiasi Medali Perak dari Ade Mutia di Cabor Muathay. Ade sudah berjuang untuk Kalbar,” ujar Fachrudin Siregar.

Medali Perak dari Ade Mutia kini menambah perbendaharaan medali Kalbar pada PON XX Tahun 2021.

Sebelumnya, Kontingen Kalbar sudah mengoleksi dua medali, yaitu pertama Medali Perak dari Cabor Judo atas nama Beta Awari dan Medali Emas persembahan Veddriq Leonardo dari Cabor Panjat Tebing.

Terpisah, cabang olahraga anggar Minggu sore sudah melaksanakan Teknikal Meting. Dua atletnya, Mery Ananda dan Yan Ardian akan bertanding besok (hari ini). Mery memainkan kategori floret putri dan Yan Adrian dikategori sabel putra.

Untuk sistem pertandingannya sistem pool. Satu kali pertandingan diberi waktu lima menit. Dengan pengumpulan angka maksimal lima poin. “Total ada 19 atlet di kategori yang Mery mainkan. Tetapi saya tetap optimis Mery bisa memberikan medali bagi Kalbar,” ujarnya.

Baca Juga :  Jejak Kepahlawanan Muhammadiyah

Keyakinan dia akan Mery bisa meraih medali disebabkan karena saat ini yang ikut serta PON Papua di cabor anggar, rerata umurnya tidak jauh berbeda. Yaitu 26 tahun maksimal.

Untuk kategori sabel putra, Verdiana melihat peluang Kalbar untuk meraih medali memang agak berat. Selain pengalaman masih minim, di kategori ini juga diikuti atlet nasional yang pernah memperkuat Indonesia di Sea Games. “Tapi peluag masih ada. Intinya harus berjuang dulu. Sebelum pertandingan besok, para atlet terlebih dahulu melakukan swab anti gen,”tandasnya. (iza)

Most Read

Artikel Terbaru

/