alexametrics
26.7 C
Pontianak
Friday, August 19, 2022

Incar Peringkat 20 Besar Dunia

JAKARTA–Sejak awal tahun, pelatih kepala ganda putra pelatnas PBSI Herry Iman Pierngadi sudah mewanti-wanti. Jangan berharap Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin langsung mencetak prestasi spektakuler. Ganda putra masa depan Indonesia itu memang promosi ke level senior di waktu yang penting. Yakni saat kualifikasi Olimpiade 2020 Tokyo.

Hal itu langsung terbukti bulan lalu. Juara dunia junior 2019 itu lolos ke babak utama Thailand Masters. Namun, hanya sampai babak kedua. Leo/Daniel kalah oleh pasangan Jepang Akira Koga/Taichi Saito straight games 11-21, 11-21. Lumayan telak. Padahal, sang lawan ”hanya” menempati peringkat 31 dunia. Bukan termasuk jajaran pasangan top.

Leo mengakui, tantangan mereka sungguh berat. Perbedaan usia dan pengalaman lawan yang jauh lebih bagus berpengaruh besar.

“Sekarang sudah masuk turnamen BWF Tour, tantangannya lebih berat (daripada di junior, Red). Dalam turnamen super 100 sampai 300, pemain top kadang masuk untuk mencari poin Olimpiade,” papar Leo kemarin. ”Buat kami ya harus lebih semangat lagi,” lanjut pemain 18 tahun tersebut.

Apa beda lawan di junior dan senior? “Kurang lebih sama. Hanya saja, lawan-lawannya memang lebih berpengalaman. Jadi, mereka lebih bertenaga, pukulan mereka juga lebih kencang,” papar pemain binaan PB Djarum itu.

Baca Juga :  Pembinaan Atlet Bulu Tangkis Harus Berlanjut

Dilihat dari hasil Thailand Masters, kata Leo, mereka sudah mengantongi banyak evaluasi. ”Kami harus latihan lebih. Mulai dari tenaga dan banyak aspek lain yang perlu dibenahi lagi,” imbuhnya.

Setelah Thailand Masters 2020, seharusnya Leo/Daniel terjun di Lingshui China Masters. Namun, PBSI lebih dulu menarik seluruh atletnya dari kejuaraan berlevel super 100 itu akibat wabah virus korona. Belakangan, kejuaraan itu dibatalkan juga. Karena itu, Leo/Daniel fokus pada turnamen berikutnya. Yakni Barcelona Spain Masters, yang berlangsung pada 18-23 Februari mendatang.

Pada turnamen itu mereka langsung masuk pada babak utama. Lawannya langsung mengerikan: yakni pasangan nomor satu Denmark Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen. Tentu terlalu dini untuk memasang target muluk. Kalaupun ada keajaiban bisa mengalahkan pasangan nomor 14 dunia itu, kans melangkah ke babak tinggi juga kecil. Leo/Daniel berada pada pul atas yang semua lawannya memiliki peringkat di atas mereka.

Meski begitu, Leo tidak terlalu pusing dengan siapapun lawan mereka nanti. Baginya, apapun hasilnya, dia ingin bermain nekat. Itu tidak hanya berlaku di Barcelona nanti. Tapi di semua turnamen yang dia dan Daniel ikuti tahun ini. Dan meskipun tidak mendapat target dari PBSI, Leo punya ambisi pribadi.

Baca Juga :  Kancil BBK Petik 3 Poin di Pertandingan Pertama

“Sekarang kami masih di peringkat 69 dunia. Nah, target 2020 ini yang penting bisa masuk peringkat 20-30 besar. Supaya nanti ikut turnamen lebih tinggi bisa lebih mudah,” ungkap Leo. ”Siapa pun lawan, step by step dulu lah,” lanjut juara dunia ganda campuran 2018 bersama Indah Cahya Sari Jamil tersebut.

Meski persaingan tahun ini berat, Leo/Daniel punya cara untuk bisa menambah pengalaman. Mereka beruntung memiliki teman tiga pasangan senior yang masuk dalam top 10 dunia. Yakni Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, Muhammad Ahsan/Hendra Setiawan, serta Fajar Alfian/M. Rian Ardianto.

Karena sudah masuk skuad pelatnas utama, Leo/Daniel bisa sparing bareng mereka. “Berlatih dengan mereka, tekanannya memang beda ketika masih dalam pelatnas pratama. Pemain senior itu kan pengalamannya luas, jadi menghadapi mereka jadi lebih sulit,” papar Leo. ”Tapi tentu selalu ingin mencuri ilmu dari mereka,” imbuhnya. (gil/na)

JAKARTA–Sejak awal tahun, pelatih kepala ganda putra pelatnas PBSI Herry Iman Pierngadi sudah mewanti-wanti. Jangan berharap Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin langsung mencetak prestasi spektakuler. Ganda putra masa depan Indonesia itu memang promosi ke level senior di waktu yang penting. Yakni saat kualifikasi Olimpiade 2020 Tokyo.

Hal itu langsung terbukti bulan lalu. Juara dunia junior 2019 itu lolos ke babak utama Thailand Masters. Namun, hanya sampai babak kedua. Leo/Daniel kalah oleh pasangan Jepang Akira Koga/Taichi Saito straight games 11-21, 11-21. Lumayan telak. Padahal, sang lawan ”hanya” menempati peringkat 31 dunia. Bukan termasuk jajaran pasangan top.

Leo mengakui, tantangan mereka sungguh berat. Perbedaan usia dan pengalaman lawan yang jauh lebih bagus berpengaruh besar.

“Sekarang sudah masuk turnamen BWF Tour, tantangannya lebih berat (daripada di junior, Red). Dalam turnamen super 100 sampai 300, pemain top kadang masuk untuk mencari poin Olimpiade,” papar Leo kemarin. ”Buat kami ya harus lebih semangat lagi,” lanjut pemain 18 tahun tersebut.

Apa beda lawan di junior dan senior? “Kurang lebih sama. Hanya saja, lawan-lawannya memang lebih berpengalaman. Jadi, mereka lebih bertenaga, pukulan mereka juga lebih kencang,” papar pemain binaan PB Djarum itu.

Baca Juga :  Taklukkan Sambas di Cabor Sepak Bola, Kubu Raya Juara Popda

Dilihat dari hasil Thailand Masters, kata Leo, mereka sudah mengantongi banyak evaluasi. ”Kami harus latihan lebih. Mulai dari tenaga dan banyak aspek lain yang perlu dibenahi lagi,” imbuhnya.

Setelah Thailand Masters 2020, seharusnya Leo/Daniel terjun di Lingshui China Masters. Namun, PBSI lebih dulu menarik seluruh atletnya dari kejuaraan berlevel super 100 itu akibat wabah virus korona. Belakangan, kejuaraan itu dibatalkan juga. Karena itu, Leo/Daniel fokus pada turnamen berikutnya. Yakni Barcelona Spain Masters, yang berlangsung pada 18-23 Februari mendatang.

Pada turnamen itu mereka langsung masuk pada babak utama. Lawannya langsung mengerikan: yakni pasangan nomor satu Denmark Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen. Tentu terlalu dini untuk memasang target muluk. Kalaupun ada keajaiban bisa mengalahkan pasangan nomor 14 dunia itu, kans melangkah ke babak tinggi juga kecil. Leo/Daniel berada pada pul atas yang semua lawannya memiliki peringkat di atas mereka.

Meski begitu, Leo tidak terlalu pusing dengan siapapun lawan mereka nanti. Baginya, apapun hasilnya, dia ingin bermain nekat. Itu tidak hanya berlaku di Barcelona nanti. Tapi di semua turnamen yang dia dan Daniel ikuti tahun ini. Dan meskipun tidak mendapat target dari PBSI, Leo punya ambisi pribadi.

Baca Juga :  Awal yang Terjal untuk Leo/Daniel

“Sekarang kami masih di peringkat 69 dunia. Nah, target 2020 ini yang penting bisa masuk peringkat 20-30 besar. Supaya nanti ikut turnamen lebih tinggi bisa lebih mudah,” ungkap Leo. ”Siapa pun lawan, step by step dulu lah,” lanjut juara dunia ganda campuran 2018 bersama Indah Cahya Sari Jamil tersebut.

Meski persaingan tahun ini berat, Leo/Daniel punya cara untuk bisa menambah pengalaman. Mereka beruntung memiliki teman tiga pasangan senior yang masuk dalam top 10 dunia. Yakni Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, Muhammad Ahsan/Hendra Setiawan, serta Fajar Alfian/M. Rian Ardianto.

Karena sudah masuk skuad pelatnas utama, Leo/Daniel bisa sparing bareng mereka. “Berlatih dengan mereka, tekanannya memang beda ketika masih dalam pelatnas pratama. Pemain senior itu kan pengalamannya luas, jadi menghadapi mereka jadi lebih sulit,” papar Leo. ”Tapi tentu selalu ingin mencuri ilmu dari mereka,” imbuhnya. (gil/na)

Most Read

Artikel Terbaru

/