alexametrics
33 C
Pontianak
Monday, June 27, 2022

Balap dan Anggar Kalbar Gagal Raih Medali Kluster Merauke pada PON XX Papua

MERAUKE – Cabang olahraga balap motor dan anggar atlet PON Kalimantan Barat yang berlomba dan bertanding di Merauke pada PON XX Papua belum mampu memberikan tambahan medali bagi Kalbar. Balap motor, hanya mampu masuk delapan besar. Sedangkan empat atlet anggar yang bertanding kemarin turut gugur, sehingga memupuskan harapan untuk meraih tambahan medali di kluster Merauke.

Dua pebalap Kalbar yang turun di kategori beregu, Achmad Fahri Sayyidan dan Azi Firdaus belum mampu memberikan medali bagi Kalbar. Start di posisi 17 dan 18, tak menciutkan nyali mereka saat berada di Sirkuit Tanah Miring, Kabupaten Merauke.

Bermain di 20 lap, pebalap Kalbar masih bisa berbicara banyak. Kerjasama antara Fahri dan Azi di lintasan, berjalan baik. Hanya saja, posisi ke dua pebalap ini tak mampu beranjak ke sepuluh besar. Sebab dalam penilaian dikategori ini, antara pebalap mesti benar-benar memperbaiki posisi dan jangan sampai berjauhan.

Al hasil hingga 20 lap habis. Ke dua pebalap ini hanya mampu finish di peringkat 17 dan 18. Namun dalam penilaian juri, hasilnya ke dua pebalap Kalbar itu mampu menanjak di posisi delapan besar. Dengan hasil akumulasi total poin beregu didapat NTB sebagai juara pertama, disusul Papua Barat, Papua B, Kaltim, Sulbar, Sulteng, Maluku, Kalbar, Jateng, DKI, DIY dan Lampun.

Baca Juga :  Wali Kota Resmikan Teras Parit Nanas

Begitu pula dengan cabor anggar. Menurunkan empat atlet, Ridho, Okta, Indah dan Hasma tak mampu memberikan medali tambahan bagi Kalbar. Sebenarnya peluang medali itu ada. Melalui atletnya Indah yang mampu lolos di babak delapan besar. Bahkan dalam pertandingan melawan atlet dari Aceh, peluang lolos ke babak semifinal terbuka, setelah Indah memimpin poin 12-10.

Namun sayang, tiga poin di depan mata yang harus diselesaikan pupus. Setelah Indah mengalami cidera lutut. Ia tak lantas mundur. Sempat mencoba kembali ke arena pertandingan, namun lututnya mengalami cidera parah, yang membuat Indah terpaksa mundur dari pertandingan. Peluang medali pun ikut lepas dari genggaman Kalbar.

Sementara itu, di kluster Jayapura cabor menembak masih menyisakan peluang untuk mendapatkan medali. Melalui nomor menembak reaksi, nilai yang diraih atlet tembak Kalvar di hari pertama cukup memuaskan. Dari hasil rangking nilainya, atlet tembak Kalbar mampu masuk di peringkat tiga besar. Dengan demikian, besok (hari ini) akan dilanjutkan kembali.

Baca Juga :  Petarung Novian Yanti Persembahkan Emas untuk Kontingen Kalbar

Angka tambahan medali, kemungkinan besar juga bisa diraih di kluster Jayapura. Sebab besok cabor angkat besi mulai dimainkan di Universitas Cendrawasih. Kemudian panahan putri melalui atletnya Bella juga akan bertanding.

Di kluster Mimika cabor terjun payung masih memberikan asa untuk meraih medali. Di penerjunan hari ini (kemarin), hasil sementara DKI Jakarta dan Kalbar sama-sama menduduki peringkat satu, dengan diikuti Jabar dan Papua Barat.

Sebagai informasi perolehan medali, Jakarta disalip Jawa Barat dengan raihan emas 50, 44 perak dan 55 perunggu. Jakarta menguntit dengan 47 emas, 40 perak dan 47 perunggu. Disusul urutan ke tiga tuan rumah Papua dengan 45 emas, 22 perak dan 40 perunggu. Kalbar justru posisinya turun. Dari ke 21 kini menjadi peringkat 23 dengan raihan 1 emas, 2 perak dan 1 perunggu. (iza)

MERAUKE – Cabang olahraga balap motor dan anggar atlet PON Kalimantan Barat yang berlomba dan bertanding di Merauke pada PON XX Papua belum mampu memberikan tambahan medali bagi Kalbar. Balap motor, hanya mampu masuk delapan besar. Sedangkan empat atlet anggar yang bertanding kemarin turut gugur, sehingga memupuskan harapan untuk meraih tambahan medali di kluster Merauke.

Dua pebalap Kalbar yang turun di kategori beregu, Achmad Fahri Sayyidan dan Azi Firdaus belum mampu memberikan medali bagi Kalbar. Start di posisi 17 dan 18, tak menciutkan nyali mereka saat berada di Sirkuit Tanah Miring, Kabupaten Merauke.

Bermain di 20 lap, pebalap Kalbar masih bisa berbicara banyak. Kerjasama antara Fahri dan Azi di lintasan, berjalan baik. Hanya saja, posisi ke dua pebalap ini tak mampu beranjak ke sepuluh besar. Sebab dalam penilaian dikategori ini, antara pebalap mesti benar-benar memperbaiki posisi dan jangan sampai berjauhan.

Al hasil hingga 20 lap habis. Ke dua pebalap ini hanya mampu finish di peringkat 17 dan 18. Namun dalam penilaian juri, hasilnya ke dua pebalap Kalbar itu mampu menanjak di posisi delapan besar. Dengan hasil akumulasi total poin beregu didapat NTB sebagai juara pertama, disusul Papua Barat, Papua B, Kaltim, Sulbar, Sulteng, Maluku, Kalbar, Jateng, DKI, DIY dan Lampun.

Baca Juga :  Sujiwo Pimpin Masyarakat Singkong Indonesia Kalbar

Begitu pula dengan cabor anggar. Menurunkan empat atlet, Ridho, Okta, Indah dan Hasma tak mampu memberikan medali tambahan bagi Kalbar. Sebenarnya peluang medali itu ada. Melalui atletnya Indah yang mampu lolos di babak delapan besar. Bahkan dalam pertandingan melawan atlet dari Aceh, peluang lolos ke babak semifinal terbuka, setelah Indah memimpin poin 12-10.

Namun sayang, tiga poin di depan mata yang harus diselesaikan pupus. Setelah Indah mengalami cidera lutut. Ia tak lantas mundur. Sempat mencoba kembali ke arena pertandingan, namun lututnya mengalami cidera parah, yang membuat Indah terpaksa mundur dari pertandingan. Peluang medali pun ikut lepas dari genggaman Kalbar.

Sementara itu, di kluster Jayapura cabor menembak masih menyisakan peluang untuk mendapatkan medali. Melalui nomor menembak reaksi, nilai yang diraih atlet tembak Kalvar di hari pertama cukup memuaskan. Dari hasil rangking nilainya, atlet tembak Kalbar mampu masuk di peringkat tiga besar. Dengan demikian, besok (hari ini) akan dilanjutkan kembali.

Baca Juga :  Petarung Novian Yanti Persembahkan Emas untuk Kontingen Kalbar

Angka tambahan medali, kemungkinan besar juga bisa diraih di kluster Jayapura. Sebab besok cabor angkat besi mulai dimainkan di Universitas Cendrawasih. Kemudian panahan putri melalui atletnya Bella juga akan bertanding.

Di kluster Mimika cabor terjun payung masih memberikan asa untuk meraih medali. Di penerjunan hari ini (kemarin), hasil sementara DKI Jakarta dan Kalbar sama-sama menduduki peringkat satu, dengan diikuti Jabar dan Papua Barat.

Sebagai informasi perolehan medali, Jakarta disalip Jawa Barat dengan raihan emas 50, 44 perak dan 55 perunggu. Jakarta menguntit dengan 47 emas, 40 perak dan 47 perunggu. Disusul urutan ke tiga tuan rumah Papua dengan 45 emas, 22 perak dan 40 perunggu. Kalbar justru posisinya turun. Dari ke 21 kini menjadi peringkat 23 dengan raihan 1 emas, 2 perak dan 1 perunggu. (iza)

Most Read

Artikel Terbaru

/