alexametrics
25 C
Pontianak
Friday, May 20, 2022

Midji Dukung Pembangunan Kawasan Olahraga

Fokus Persiapan Menuju PON 2020

PONTIANAK — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Barat menggelar rapat kerja anggota pada Selasa (10/3) di Hotel Grand Mahkota Pontianak. Rapat kerja anggota kali ini dibuka langsung oleh Gubernur Kalbar, Sutarmidji.

Sutarmidji mengatakan rapat kali ini lebih membahas persiapan PON Papua 2020. PON kali ini memang cukup berat dari beberapa segi, seperti transportasi dan persiapan menuju PON.

Ia juga berharap, bersama DPRD akan mencari mencarikan lokasi yang tepat untuk kawasan olahraga provinsi Kalimantan Barat. “Tidak harus dalam kota, luar kota juga boleh. Jika saya lihat, jika mau enak di lahan bukan gambut,” terangnya.

Selain itu, Midji mengungkapkan perusahan dan instansi di Kalbar bisa membina masing-masing satu cabang olahraga. “Kita tidak mewajibkan, namun kalau bisa masing-masing instansi membina satu cabang olahraga,” ungkapnya.

Baca Juga :  Depay Targetkan Banyak Gelar Bersama Barca

Ia mengatakan seandainya instansi ingin memberdayakan atlet menjadi tenaga kerja, harus jelas apa yang menjadi tugasnya. Jangan sampai seorang atlet yang harus memiliki kebugaran disuruh menjadi penjaga malam atau satpam. “Jika disuruh jaga malam, atlet tesebut jadi tidak bugar lagi,” jelasnya.

Sementara itu, ketua KONI Kalbar, Fachrudin D Siregar, mengatakan untuk persiapan PON dimulai dengan mengadakan Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) yang akan dimulai pada bulan April.

“Nantinya akan Pelatda akan berlangsung selama enam bulan (jangka panjang) hingga menuju PON,” ucapnya.

Keinginan KONI, bisa meningkatkan peringkat dari PON sebelumnya, namun Fachrudin menjelaskan permasalah PON di Papua kali ini berbeda. “Yang pertama masalah lokasi venue yang berjauhan, kedua masalah keamanan di sana, ketiga masalah malaria, dan keempat masalah pembiayaan sehingga kita harus teliti akan hal ini, mana yang terbaik dan berpotensi saja yang akan kita bawa ke sana. Kita tidak mau membawa hanya untuk uji coba tanding, atau menambah jam terbang saja. Untuk anggaran, apapun yang diberikan oleh pemerintah provinsi akan kita atur dengan baik,” ucapnya.

Baca Juga :  Nostalgia Ala Vialli

Akan ada 90an atlet yang akan dibawa ke PON nantinya. Selain itu sekitar 10 cabor unggulan yang sudah dipetakan oleh KONI Kalbar, yaitu biliar, angkat berat, angkat besi, anggar, tarung derajat, panjat tebing, atletik. Nantinya atlet yang berpestasi akan diberikan reward, seperti pembinaan dan yang lainnya. (var)

 

Fokus Persiapan Menuju PON 2020

PONTIANAK — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Barat menggelar rapat kerja anggota pada Selasa (10/3) di Hotel Grand Mahkota Pontianak. Rapat kerja anggota kali ini dibuka langsung oleh Gubernur Kalbar, Sutarmidji.

Sutarmidji mengatakan rapat kali ini lebih membahas persiapan PON Papua 2020. PON kali ini memang cukup berat dari beberapa segi, seperti transportasi dan persiapan menuju PON.

Ia juga berharap, bersama DPRD akan mencari mencarikan lokasi yang tepat untuk kawasan olahraga provinsi Kalimantan Barat. “Tidak harus dalam kota, luar kota juga boleh. Jika saya lihat, jika mau enak di lahan bukan gambut,” terangnya.

Selain itu, Midji mengungkapkan perusahan dan instansi di Kalbar bisa membina masing-masing satu cabang olahraga. “Kita tidak mewajibkan, namun kalau bisa masing-masing instansi membina satu cabang olahraga,” ungkapnya.

Baca Juga :  Perbakin Jaring Atlet Tembak Masa Depan

Ia mengatakan seandainya instansi ingin memberdayakan atlet menjadi tenaga kerja, harus jelas apa yang menjadi tugasnya. Jangan sampai seorang atlet yang harus memiliki kebugaran disuruh menjadi penjaga malam atau satpam. “Jika disuruh jaga malam, atlet tesebut jadi tidak bugar lagi,” jelasnya.

Sementara itu, ketua KONI Kalbar, Fachrudin D Siregar, mengatakan untuk persiapan PON dimulai dengan mengadakan Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) yang akan dimulai pada bulan April.

“Nantinya akan Pelatda akan berlangsung selama enam bulan (jangka panjang) hingga menuju PON,” ucapnya.

Keinginan KONI, bisa meningkatkan peringkat dari PON sebelumnya, namun Fachrudin menjelaskan permasalah PON di Papua kali ini berbeda. “Yang pertama masalah lokasi venue yang berjauhan, kedua masalah keamanan di sana, ketiga masalah malaria, dan keempat masalah pembiayaan sehingga kita harus teliti akan hal ini, mana yang terbaik dan berpotensi saja yang akan kita bawa ke sana. Kita tidak mau membawa hanya untuk uji coba tanding, atau menambah jam terbang saja. Untuk anggaran, apapun yang diberikan oleh pemerintah provinsi akan kita atur dengan baik,” ucapnya.

Baca Juga :  Persaingan Morbidelli VS Miller

Akan ada 90an atlet yang akan dibawa ke PON nantinya. Selain itu sekitar 10 cabor unggulan yang sudah dipetakan oleh KONI Kalbar, yaitu biliar, angkat berat, angkat besi, anggar, tarung derajat, panjat tebing, atletik. Nantinya atlet yang berpestasi akan diberikan reward, seperti pembinaan dan yang lainnya. (var)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/