alexametrics
32 C
Pontianak
Thursday, August 11, 2022

Menanti Kebangkitan Ginting

JAKARTA-– Sepekan menuju kejuaraan dunia, PP PBSI kembali mengumumkan soal target. Tidak ada yang berbeda dengan sebelumnya. Cukup satu gelar, dari sektor mana saja. Ganda putra paling berpeluang, sedangkan tunggal putra diharapkan membuat kejutan. Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie punya kans yang sama.

Jika dilihat kondisi saat ini, harus diakui bahwa Jojo—sapaan Jonatan—lebih bisa diharapkan. Grafik penampilannya meningkat, sampai bisa menembus peringkat 4 dunia. Sebaliknya, tren Ginting sedang turun. Tahun ini, belum sekalipun dia meraih gelar. Prestasi tertingginya adalah runner-up Singapore Open, April lalu. Peringkat dia juga turun, dari posisi enam ke delapan.

Pelatih tunggal putra Hendri Saputra mengatakan banyak faktor yang mempengaruhi penampilan anak asuhnya itu. Dia masih sering bikin bola mati. Di luar lapangan, Ginting juga sempat mengalami masalah dengan sponsor. Tepatnya menjelang Australian Open awal Juni lalu. Namun, soal itu kini sudah beres.

Baca Juga :  Badminton Menemani sampai Napas Terakhir

”Dia belum konsisten. Karena belum siap fisik dan fokusnya. Banyak faktor lah yang membuat dia begitu,” ulang Hendri. Salah satu faktor yang paling mempengaruhi adalah soal fisik. Dia gampang lelah. Ini paling kelihatan jika dia harus menjalani pertarungan tiga game. Ginting sering takluk dengan skor telak.

Ya, dalam dua turnamen terakhir, dia tidak bisa langsung in di awal pertandingan. Alhasil, dia poinnya langsung tertinggal jauh. Dari lima laga yang dilakoninya di Indonesia Open dan Japan Open, hanya satu kali Ginting menang straight game. Sisanya harus lewat rubber game.

Misalnya saat dikalahkan Kento Momota di perempat final Japan Open dua pekan lalu. Pada game penentuan dia dihajar 15-21. Hal serupa terjadi sepekan sebelumnya, pada babak kedua Indonesia Open. Ginting tidak mampu mengatasi Kantaphon Wangcharoen—pemain muda Thailand yang peringkatnya jauh di bawah dia—yang memaksanya bermain rubber game.

Baca Juga :  Jorji-Fitri Tetap di Pelatnas Prioritas

Sebenarnya, banyak jenis latihan yang bisa dilakukan untuk meningkatkan ketahanan fisik. Seperti yang dilakukan ganda putra India, Satwikasairaj Rankireddy/Chirag Shetty yang ditangani pelatih Indonesia Flandy Limpele. Mereka mendapatkan menu joging dan lari jarak pendek yang sangat besar dalam sepekan.

Hendri mengatakan, dia tidak menyiapkan metode baru untuk menggembleng fisik Ginting. ”Tapi tetap evaluasi untuk tahu apa saja yang harus ditingkatkan,” ucap dia tanpa mau merinci apa saja kekurangan anak buahnya. (feb/na)

JAKARTA-– Sepekan menuju kejuaraan dunia, PP PBSI kembali mengumumkan soal target. Tidak ada yang berbeda dengan sebelumnya. Cukup satu gelar, dari sektor mana saja. Ganda putra paling berpeluang, sedangkan tunggal putra diharapkan membuat kejutan. Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie punya kans yang sama.

Jika dilihat kondisi saat ini, harus diakui bahwa Jojo—sapaan Jonatan—lebih bisa diharapkan. Grafik penampilannya meningkat, sampai bisa menembus peringkat 4 dunia. Sebaliknya, tren Ginting sedang turun. Tahun ini, belum sekalipun dia meraih gelar. Prestasi tertingginya adalah runner-up Singapore Open, April lalu. Peringkat dia juga turun, dari posisi enam ke delapan.

Pelatih tunggal putra Hendri Saputra mengatakan banyak faktor yang mempengaruhi penampilan anak asuhnya itu. Dia masih sering bikin bola mati. Di luar lapangan, Ginting juga sempat mengalami masalah dengan sponsor. Tepatnya menjelang Australian Open awal Juni lalu. Namun, soal itu kini sudah beres.

Baca Juga :  Pastikan Satu Tiket Semifinal

”Dia belum konsisten. Karena belum siap fisik dan fokusnya. Banyak faktor lah yang membuat dia begitu,” ulang Hendri. Salah satu faktor yang paling mempengaruhi adalah soal fisik. Dia gampang lelah. Ini paling kelihatan jika dia harus menjalani pertarungan tiga game. Ginting sering takluk dengan skor telak.

Ya, dalam dua turnamen terakhir, dia tidak bisa langsung in di awal pertandingan. Alhasil, dia poinnya langsung tertinggal jauh. Dari lima laga yang dilakoninya di Indonesia Open dan Japan Open, hanya satu kali Ginting menang straight game. Sisanya harus lewat rubber game.

Misalnya saat dikalahkan Kento Momota di perempat final Japan Open dua pekan lalu. Pada game penentuan dia dihajar 15-21. Hal serupa terjadi sepekan sebelumnya, pada babak kedua Indonesia Open. Ginting tidak mampu mengatasi Kantaphon Wangcharoen—pemain muda Thailand yang peringkatnya jauh di bawah dia—yang memaksanya bermain rubber game.

Baca Juga :  Pertemuan Selanjutnya Pasti Menang!

Sebenarnya, banyak jenis latihan yang bisa dilakukan untuk meningkatkan ketahanan fisik. Seperti yang dilakukan ganda putra India, Satwikasairaj Rankireddy/Chirag Shetty yang ditangani pelatih Indonesia Flandy Limpele. Mereka mendapatkan menu joging dan lari jarak pendek yang sangat besar dalam sepekan.

Hendri mengatakan, dia tidak menyiapkan metode baru untuk menggembleng fisik Ginting. ”Tapi tetap evaluasi untuk tahu apa saja yang harus ditingkatkan,” ucap dia tanpa mau merinci apa saja kekurangan anak buahnya. (feb/na)

Most Read

Artikel Terbaru

/