alexametrics
33 C
Pontianak
Monday, June 27, 2022

Menpora: BWF Bisa Kembali Seenaknya ke Indonesia

TURNAMEN All England 2021 menuai kontroversi setelah seluruh pemain Indonesia dipaksa hengkang lantaran mereka berada satu pesawat dengan seorang penumpang yang mengidap Covid-19 dalam perjalanan mereka ke Inggris dari Turki. Situasi semakin tidak adil lantaran seorang pebulu tangkis putri Turki, Neslihan Yigit yang notabene berada satu pesawat dengan tim Indonesia tetap diperkenankan bertanding.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali pun melihat adanya pilih kasih atau tidak profesionalnya kompetisi ini. Sebab, jika berada di pesawat yang sama, harusnya Yigit juga tidak boleh bertanding.

“Kami sangat menyayangkan apa yang di alami tim bulu tangkis Indonesia yang bukan karena kesalahan mereka, tapi mereka harus menanggung akibat. Ini sangat disayangkan,” terangnya dalam telekonferensi pers, Kamis (18/3).

Baca Juga :  Indonesia Open 2021 Terpaksa Ditunda

Kasus ini, kata dia, tidak bisa hanya didiamkan saja. Sebab, jika pihak Indonesia tidak mengambil langkah tegas, ada kemungkinan kejadian serupa terulang di masa mendatang.

“Kekhawatiran itu jangan sampai ini kita diamkan. Jika Indonesia terima saja, maka yang akan datang mereka (Federasi Bulu Tangkis Dunia/BWF) akan kembali seenaknya saja memperlakukan Indonesia,” tegas dia.

Pihaknya mendorong agar Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) dapat segera berkoordinasi dengan BWF Internasional maupun regional Asia. Dia kembali menegaskan bahwa Indonesia sangat dirugikan dalam kasus ini.

“Saya tegasakan bahwa panitia All England itu kan dibawah BWF, yang mempertanyakan itu PBSI ke BWF, saya mendorong PBSI ke BWF internasional dan Asia,” pungkasnya. (jp)

Baca Juga :  Bola Tangan Optimis Lolos PON 2020

TURNAMEN All England 2021 menuai kontroversi setelah seluruh pemain Indonesia dipaksa hengkang lantaran mereka berada satu pesawat dengan seorang penumpang yang mengidap Covid-19 dalam perjalanan mereka ke Inggris dari Turki. Situasi semakin tidak adil lantaran seorang pebulu tangkis putri Turki, Neslihan Yigit yang notabene berada satu pesawat dengan tim Indonesia tetap diperkenankan bertanding.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali pun melihat adanya pilih kasih atau tidak profesionalnya kompetisi ini. Sebab, jika berada di pesawat yang sama, harusnya Yigit juga tidak boleh bertanding.

“Kami sangat menyayangkan apa yang di alami tim bulu tangkis Indonesia yang bukan karena kesalahan mereka, tapi mereka harus menanggung akibat. Ini sangat disayangkan,” terangnya dalam telekonferensi pers, Kamis (18/3).

Baca Juga :  Coleman Perpanjang Kontrak Hingga 2023

Kasus ini, kata dia, tidak bisa hanya didiamkan saja. Sebab, jika pihak Indonesia tidak mengambil langkah tegas, ada kemungkinan kejadian serupa terulang di masa mendatang.

“Kekhawatiran itu jangan sampai ini kita diamkan. Jika Indonesia terima saja, maka yang akan datang mereka (Federasi Bulu Tangkis Dunia/BWF) akan kembali seenaknya saja memperlakukan Indonesia,” tegas dia.

Pihaknya mendorong agar Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) dapat segera berkoordinasi dengan BWF Internasional maupun regional Asia. Dia kembali menegaskan bahwa Indonesia sangat dirugikan dalam kasus ini.

“Saya tegasakan bahwa panitia All England itu kan dibawah BWF, yang mempertanyakan itu PBSI ke BWF, saya mendorong PBSI ke BWF internasional dan Asia,” pungkasnya. (jp)

Baca Juga :  Tiga Pebulu Tangkis Indonesia Juara Grup

Most Read

Artikel Terbaru

/