alexametrics
30.6 C
Pontianak
Sunday, August 14, 2022

Lampu Hijau dari Kemenpora, Liga 1 Bisa Kembali Bergulir

JAKARTA—Prokontra soal kembali bergulirnya kompetisi sepak bola di Indonesia memasuki babak baru. Beberapa klub Liga 1 menginginkan agar dihentikan, tapi PT Liga Indonesia Baru (LIB) justru sudah mendapatkan lampu hijau dari Kemenpora agar kompetisi berlanjut.

Ya, sejak Maret 2020 kompetisi sepak bola ditanah air terhenti karena pandemi korona. “Sudah ada lampu hijau dari Kemenpora. Karena kita harus menghitung juga bagaimana menunjang penampilan timnas di Kualifikasi Piala Dunia dan Piala Dunia U-20 tahun depan, kan. Kalau kompetisi berhenti terus, ya, tidak ada aktivitas,” ujar Direktur Bisnis LIB Rudy Kangdra.

Karena itu, Rudy melanjutkan, PT LIB sudah menyiapkan prosedur, protokol kesehatan, dan strategi kompetisi di tengah pandemi korona (COVID-19), meski sejatinya belum ada kepastian mengenai kelanjutan kompetisi.

Menurut dia, persiapan dilakukan agar penyelenggaraan kompetisi berjalan efektif andai PSSI memutuskan memutar kembali Liga 1 dan 2. Dalam penyusunan rencana-rencana tersebut, PT LIB juga melibatkan pemerintah seperti melalui Kemenpora dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.

Baca Juga :  Menuju 1000 Suara untuk La Dea

“Kami sudah memiliki rencana, opsi-opsi. Lalu, koordinasi kami dengan pemerintah mencakup semua hal. Kami akan menyesuaikan dengan regulasi pemerintah dan kebijakan seperti mengenai perizinan,” tutur Rudy.

Kalau liga digelar kembali, dia melanjutkan, semua pertandingan rencananya berlangsung tanpa penonton di stadion. Namun, kondisi tersebut bisa berubah tergantung situasi.

PSSI sendiri belum memutuskan apakah Liga 1 dan 2 Indonesia dapat berlangsung kembali atau tidak.

Melalui SKEP/48/III/2020 yang dikeluarkan pada akhir Maret 2020, PSSI memutuskan bahwa jika pemerintah memperpanjang status keadaan tertentu darurat bencana wabah penyakit akibat virus korona yang saat ini ditetapkan pada 29 Februari-29 Mei 2020, Liga 1 dan 2 Indonesia 2020 akan disetop.

Akan tetapi, kalau pemerintah tidak memperlama masa darurat tersebut, PSSI akan kembali menggulirkan Liga 1 dan 2 musim 2020 mulai 1 Juli 2020.

Meski demikian, pihak LIB mengutarakan setidak-tidaknya ada tiga pilihan untuk masa depan liga yaitu pertama, musim 2020 dilanjutkan. Kedua, musim dihentikan lalu ada turnamen pengganti dan, terakhir, musim 2020 disetop kemudian ada musim baru 2020-2021.

Baca Juga :  Bola Tangan Kalbar Pastikan Kirim Atlet di Pekan Olahraga Pelajar Nasional

Sebelumnya, pada Jumat (22/5), dalam pertemuan dengan Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan, Menpora Zainudin Amali sempat mempertanyakan persiapan timnas jika liga berhenti.

“Saya mendengar klub-klub maunya kompetisi berhenti saja, tapi bagaimana kemudian dengan persiapan timnas? Kita mengetahui bahwa pada Oktober 2020 timnas senior juga akan bermain di Kualifikasi Piala Dunia yang akan menentukan peringkat Indonesia di FIFA. Demikian pula timnas U-16 di Piala AFC serta tentu saja timnas U-19 untuk persiapan Piala Dunia U-20 2021,” kata Zainudin.

Menpora menegaskan, rakyat Indonesia harus hidup berdampingan dengan virus korona. Protokol kesehatan akan dijalankan sangat ketat dan pemulihan ekonomi termasuk kegiatan olahraga nantinya menyesuaikan dengan keadaan terkini. (jpc)

JAKARTA—Prokontra soal kembali bergulirnya kompetisi sepak bola di Indonesia memasuki babak baru. Beberapa klub Liga 1 menginginkan agar dihentikan, tapi PT Liga Indonesia Baru (LIB) justru sudah mendapatkan lampu hijau dari Kemenpora agar kompetisi berlanjut.

Ya, sejak Maret 2020 kompetisi sepak bola ditanah air terhenti karena pandemi korona. “Sudah ada lampu hijau dari Kemenpora. Karena kita harus menghitung juga bagaimana menunjang penampilan timnas di Kualifikasi Piala Dunia dan Piala Dunia U-20 tahun depan, kan. Kalau kompetisi berhenti terus, ya, tidak ada aktivitas,” ujar Direktur Bisnis LIB Rudy Kangdra.

Karena itu, Rudy melanjutkan, PT LIB sudah menyiapkan prosedur, protokol kesehatan, dan strategi kompetisi di tengah pandemi korona (COVID-19), meski sejatinya belum ada kepastian mengenai kelanjutan kompetisi.

Menurut dia, persiapan dilakukan agar penyelenggaraan kompetisi berjalan efektif andai PSSI memutuskan memutar kembali Liga 1 dan 2. Dalam penyusunan rencana-rencana tersebut, PT LIB juga melibatkan pemerintah seperti melalui Kemenpora dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.

Baca Juga :  Gara-gara Satu Pertandingan

“Kami sudah memiliki rencana, opsi-opsi. Lalu, koordinasi kami dengan pemerintah mencakup semua hal. Kami akan menyesuaikan dengan regulasi pemerintah dan kebijakan seperti mengenai perizinan,” tutur Rudy.

Kalau liga digelar kembali, dia melanjutkan, semua pertandingan rencananya berlangsung tanpa penonton di stadion. Namun, kondisi tersebut bisa berubah tergantung situasi.

PSSI sendiri belum memutuskan apakah Liga 1 dan 2 Indonesia dapat berlangsung kembali atau tidak.

Melalui SKEP/48/III/2020 yang dikeluarkan pada akhir Maret 2020, PSSI memutuskan bahwa jika pemerintah memperpanjang status keadaan tertentu darurat bencana wabah penyakit akibat virus korona yang saat ini ditetapkan pada 29 Februari-29 Mei 2020, Liga 1 dan 2 Indonesia 2020 akan disetop.

Akan tetapi, kalau pemerintah tidak memperlama masa darurat tersebut, PSSI akan kembali menggulirkan Liga 1 dan 2 musim 2020 mulai 1 Juli 2020.

Meski demikian, pihak LIB mengutarakan setidak-tidaknya ada tiga pilihan untuk masa depan liga yaitu pertama, musim 2020 dilanjutkan. Kedua, musim dihentikan lalu ada turnamen pengganti dan, terakhir, musim 2020 disetop kemudian ada musim baru 2020-2021.

Baca Juga :  Misi Utama Bangkitkan Tiki-Taka

Sebelumnya, pada Jumat (22/5), dalam pertemuan dengan Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan, Menpora Zainudin Amali sempat mempertanyakan persiapan timnas jika liga berhenti.

“Saya mendengar klub-klub maunya kompetisi berhenti saja, tapi bagaimana kemudian dengan persiapan timnas? Kita mengetahui bahwa pada Oktober 2020 timnas senior juga akan bermain di Kualifikasi Piala Dunia yang akan menentukan peringkat Indonesia di FIFA. Demikian pula timnas U-16 di Piala AFC serta tentu saja timnas U-19 untuk persiapan Piala Dunia U-20 2021,” kata Zainudin.

Menpora menegaskan, rakyat Indonesia harus hidup berdampingan dengan virus korona. Protokol kesehatan akan dijalankan sangat ketat dan pemulihan ekonomi termasuk kegiatan olahraga nantinya menyesuaikan dengan keadaan terkini. (jpc)

Most Read

Artikel Terbaru

/